
Rafa mengajak Rachel ke sebuah tempat makan yang sederhana, disana menyediakan beberapa makanan, seperti ayam panggang, pecel lele, ayam geprek, lalapan, dll.
Rachel yang hanya membawa uang 15 ribu rupiah, melihat menu serta harga harga makanan disana, dia hanya bisa menelan ludah lantas menolak masuk kedalam.
"Ngga fa, elo aja yang masuk kedalam, gue tunggu diluar aja" tolak Rachel.
"Kenapa?"
"Gue ga punya uang" jawabnya dengan tertunduk.
Tanpa membalas ucapan Rachel, Rafa pun menggandeng tangan Rachel dan membawanya masuk kedalam, Rachel duduk di sebuah tempat duduk kosong menunggu Rafa yang masih memesan makanan dan minuman.
Tak terbesit sedikitpun di pikiran Rachel kalau Rafa akan membelikannya makanan dan minman.
Setelah memesan, Rafa kembali ke tempat Rachel berada, mereka memulai sedikit obrolan.
"Tante lo ngga marah kalo elo keluar malem malem tanpa izin?"
"Kalo dia sampai tau, dia bakalan marah apalagi kalo keluar malem bareng cowok, semoga aja pas gue pulang dia belum bangun"
"Semoga aja, sebenernya gue mau ajak elo ke alun alun kota liat bagusnya gemerlap lampu lampu yang dipasang disana, juga ada beberapa air mancur yang kelihatan indah dimalam hari" ucap Rafa.
Sebenarnya Rachel juga ingin melihatnya, tetapi ia tak mau jika nanti dia pulang dimarahi oleh tantenya karena pergi di malam hari tanpa izin apalagi pergi bersama anak cowok.
__ADS_1
"Maaf fa, gue ngga bisa kapan kapan aja ya? kalo udah dibolehin sama tante" Rachel menolak dengan lembut.
"Yaudah gapapa" Rafa tersenyum manis menatap lekat manik mata Rachel, terlihat pupil matanya yang membesar menandakan kalau dia sedang jatuh cinta.
Rafa tersenyum menahan tawanya, 'ternyata dia suka sama gue, gue juga suka sama elo hel' batin Rafa.
Hingga akhirnya makanan dan minuman yang Rafa pesan telah tiba, Rafa memesan 2 porsi ayam panggang beserta nasi, juga 2 gelas es jeruk untuk dirinya dan Rachel.
Rachel menatap makanan dan minuman tersebut, lalu dia beralih menatap Rafa.
"Buat elo" seakan tau maksud Rachel, Rafa menjawabnya dengan cepat.
"Tapi gue cuma ada 15 ribu buat bayar ini semua"
"Beneran?" tanya Rachel meyakinkan, Rafa hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Makasih ya, ntar gue bakal cicil ini ke elo, ini gue ada uang 15 ribu doang, nih.." Rachel memberikan uangnya pada Rafa.
Rafa menolaknya dengan lembut "ngga usah hel, ini gue emang berniat buat ajak lo makan bareng, ini buat jajan elo aja uangnya ya" tolak Rafa.
"Beneran?"
Rafa mengangguk dengan senyum yang terus terulas dibibirnya.
__ADS_1
Rachel sangat bersyukur karena masih ada temannya yang baik padanya, ia sangat senang, semakin dibuat jatuh cinta Rachel pada Rafa.
'Rafa baik banget, apa yang harus gue lakuin buat bales kebaikan dia' batin Rachel merasa tidak enak.
' yang bisa gue lakuin cuma berdoa yang terbaik buat dia, biar tuhan yang bales kebaikan elo ini fa, biar tuhan kasih elo dan keluarga elo kesehatan serta rezeki yang banyak' Rachel sesekali melihat Rafa yang sibuk memakan ayam panggangnya.
****
Setelah makanan dan minuman habis, masuk kedalam perut, Rafa segera membayar semuanya dan mereka pun kembali ke rumah masing masing, tak lupa Rafa mengantar Rachel lebih dulu baru kembali pulang kerumahnya.
Selama diperjalanan Rachel selalu berdecak kagum melihat lampu lampu malam kota, dengan angin segar yang sepoi sepoi menerpa rambut panjangnya.
Tangannya erat memegang pinggul Rafa, jantungnya berdegup kencang, bagai merasakan kencan tanpa hubungan.
Rachel sangat senang dengan malam ini, malam yang mungkin takkan pernah ia lupakan, malam yang indah berdua bersama seseorang yang bisa dibilang adalah cinta pertamanya.
Sesampainya didepan rumah Rachel ~
"Makasih ya fa, gue berterima kasih sebanyak banyaknya ke elo, semoga tuhan membalas kebaikan elo" ucapnya tulus dari hati.
"Iya hel sama sama, selamat malam byee"
"Byee" Rachel tersenyum sembari melambaikan tangannya pada Rafa, kemudian ia pun masuk kedalam rumah saat dirasa Rafa sudah tak nampak lagi.
__ADS_1
~•~