
Rachel menghentikan langkahnya, saat melihat Malvin yang sudah ada didepan rumahnya pagi ini, mood Rachel seketika berubah buruk saat melihat lelaki itu datang dengan senyuman, senyuman yang sangat lama tidak lagi muncul dihadapan Rachel, namun kini ia enggan melihat senyuman itu.
Akhir akhir ini, Malvin sudah mulai terbiasa diabaikan oleh Rachel, ia sudah terbiasa dengan sikap Rachel yang tidak menganggapnya ada.
Rachel pun melanjutkan langkahnya pelan tanpa melirik wajah lelaki didepannya, ia pun naik ke atas motor namun Malvin berjalan dan mencegahnya untuk berangkat ke kampus.
"Gue cuma mau bilang terimakasih karena lo udah nutupin masalah gue ke papa" ucap Malvin.
"Hmm.... sebagai gantinya, lo harus pergi dari hadapan gue dan jangan pernah ganggu gue lagi!" jawab Rachel tanpa sedikitpun melihat wajah Malvin.
Malvin tersenyum tipis, "Gue minta maaf atas semua kelakuan jahat gue ke elo selama ini. Gue udah kunciin elo digudang, gue udah dorong lo sampe kena pilar dan pingsan, gue udah cuekin elo selama ini, dan gue juga sering caci maki elo, maafin gue... gue salah, harusnya gue ga lakuin itu ke elo, elo udah baik banget ke gue...." ucap Malvin menatap hangat wajah Rachel.
"Gue pingin, elo ga giniin gue terus. Gue pingin elo balik kayak dulu, yang hangat dan cerewet.... gue suka Rachel yang dulu" lanjutnya. Malvin sangat tulus mengatakannya, ia ingin Rachel yang dulu kembali.
"Gue udah maafin. Tapi harus lo ingat, sampai kapanpun Rachel yang dulu ga akan pernah kembali lagi! Rachel yang sekarang akan tetap sama sampai kapanpun!!" tegas Rachel penuh kebencian.
Malvin mengangguk melihat wajah Rachel yang sepertinya memendam amarah, "gue akan tunggu perubahan sikap lo, karena gue yakin ga ada orang yang bisa benar benar berubah dalam waktu yang singkat.." jawab Malvin tersenyum lembut.
****
Kevin dan Malvin duduk bersantai dikantin sembari meminum es jeruk sewaktu jam istirahat masih berlangsung.
"Lo tadi pagi ke rumah Rachel dulu?" tanya Kevin, Malvin hanya membalasnya dengan anggukan.
"Ngapain?" lanjutnya bertanya.
"Cuma mau minta maaf sama berterimakasih buat yang semalam" jawab Malvin.
__ADS_1
"Gimana reaksi dia ketemu sama elo?"
"Tetep benci, bahkan ga mau liat wajah gue" balas Malvin terus menegak es jeruknya.
"Ohh.... awalnya lo ga peduli sama sikap dingin Rachel, tapi kenapa sekarang berubah pikiran?" Malvin membalas hanya dengan mengendikkan bahu.
"Lo merasa kehilangan dia?, lo nyesel?" tanya Kevin terus menekan.
Malvin menghela nafas lalu mengangguk kecil. "Gue akan kembaliin Rachel yang dulu dalam waktu sebulan" ujar Malvin dengan yakin. "Gue akan buat dia luluh lagi ke gue"
"Kenapa? kenapa harus luluh ke elo?" tanya Kevin yang tak tau harus bereaksi apa lagi.
Malvin hanya menatap Kevin tanpa menjawab pertanyaannya, lalu mengendikkan bahu.
Kevin memutar bola matanya, "kenapa elo ga punya tujuan gitu sih, harusnya lo tau tujuan lo mau luluhin hati Rachel itu apa?!" balas Kevin yang bingung dengan maksud Malvin.
"Gue ga nyaman aja sama perubahan sikap Rachel" jawab Malvin.
Masih jam istirahat, Malvin sengaja ke kelas Rachel untuk melakukan misi meluluhkan hati Rachel seperti yang ia ucapkan tadi, Malvin pun duduk disebelah Rachel yang fokus dengan handphonenya, Rachel menoleh karena merasa ada yang duduk disampingnya, sontak raut wajahnya berubah menjadi datar dan menunjukkan sisi ketidak sukaannya saat Malvin datang dan duduk disampingnya tanpa izin.
Malvin menyodorkan coklat silverqueen pada Rachel. "Nih buat lo"
Namun Rachel mengabaikannya dan tetap fokus pada handphonenya. Merasa diabaikan, Malvin menghela nafas lalu tersenyum.
"Gue taruh disini ya?, jangan lupa dimakan" ujar Malvin meletakkan coklat itu di meja.
"Bawa aja, gue ga suka coklat!" balas Rachel dengan nada jutek.
__ADS_1
Malvin menghentikan langkahnya saat akan keluar dari kelas Rachel, lalu ia kembali tersenyum dan mencoba mengintip handphone Rachel, namun dengan cepat Rachel mematikan ponselnya dan menatap datar wajah Malvin.
"Lancang! nih gue ga mau coklat pemberian lo! sekarang lo pergi dari sini! gue benci liat muka lo" Rachel mendengus kesal sembari menaruh coklat pemberian Malvin ditangannya.
"Oke gue pergi, kata mama pulang dari kampus lo disuruh kerumah, mama mau ngobrol.." ujar Malvin dengan sabar.
Rachel diam tak membalas, Malvin masih tetap dikelas Rachel menunggu jawaban dari cewek jutek itu. Rachel yang tetap diam, membuat Malvin mengotak-atik ponselnya dan mendekatkannya ke telinganya.
π Halo mama, mama nyuruh Rachel datang kerumah kan sepulang dari kampus?
Ucap Malvin sengaja memancing Rachel karena Rachel yang tidak menjawab pertanyaannya.
π Kayaknya Rachel ga mau ma, sibuk Kat-
Dengan cepat Rachel merebut ponsel Malvin sebelum cowok itu berbicara yang dilebih lebihkan lagi, Malvin pun tersenyum menahan tawanya saat Rachel merebut ponselnya.
Rachel pun mendekatkan ponsel Malvin ke telinganya, π Rachel mau kok tante, nanti pulang dari kampus Rachel kesana, Malvin iseng bilang Rachel ga mau, padahal Rachel mau kesana kok..
π Heh mama tante apaan! kalian berdua kenapa sih?! gue cowok, gue Rafa woi!! lagi main game, ganggu aja sih!!
Teriak Rafa dari seberang sana terlihat kesal, ternyata Malvin mengerjainya. Rachel terdiam dan langsung mematikan sambungan telfonnya, Malvin tertawa kecil sangat puas telah mengerjai cewek didepannya itu, Rachel menoleh ke arah Malvin dengan tatapan tajam dan wajah kesalnya karena sudah dibohongi.
"Maaf.... tapi beneran, mama minta lo datang kerumah" ucap Malvin hendak mengambil ponselnya.
Rachel melemparkan ponsel Malvin ke meja lalu melangkah pergi keluar kelas meninggalkan Malvin dengan kekesalannya.
Malvin menghela nafas terus mencoba bersabar, ia pun mengambil ponselnya dan juga coklat pemberiannya di meja Rachel, lalu berjalan cepat menyusul Rachel.
__ADS_1
"Rachel!! gue beliin coklat buat elo! terima dong! setidaknya terima pemberian gue, karena gue tulus ngasih ini ke elo!!" pekik Malvin terus mengejar Rachel.
~β’~