Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
elo anggap gue ga ada


__ADS_3

Sepulang dari mall, Rachel telah sampai dirumah dengan sekantung barang barang yang dicarinya, ia langsung bergegas masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum tante" Rachel mencium punggung tangan tantenya.


"Sendirian? Alya mana?" tanya tantenya.


"Alya dijemput sama tantenya tadi, pulang duluan. Soalnya dia mau diajak ke Bogor hari ini" jawab Rachel.


"Ohh gitu. Pesanan tante ada?"


"Oh iya. Ini tante, ada semua bahan bahan kue nya, dimall baru itu lagi ada diskon besar besaran makanya Rachel beli disana, lebih murah dari toko biasanya tante. Ini kembaliannya" terang Rachel, memberikan uang kembaliannya.


"Pinter aja kamu cari diskonan. Hahaha.." jawab tante Nindi seraya tertawa begitu juga dengan Rachel. "Makasih banyak ya sayang, istirahat gih!"


Rachel hanya mengangguk, lalu masuk ke kamarnya, merebahkan badannya disana berharap ia terlelap tidur.


Masih belum terlelap tidur, tiba tiba tante Nindi masuk kedalam kamarnya, membuat Rachel terlonjak kaget.


"Rachel..... barusan mbak Silvia telfon, kalau kamu disuruh kesana katanya, sekarang" ucap tante Nindi.


Rachel terdiam, berfikir sejenak. Ia sedikit enggan pergi ke rumah Silvia, jika ia pergi kesana kemungkinan ia akan bertemu Malvin.


"Iya, Rachel kesana. Bentar mau siap siap dulu" jawab Rachel pasrah. Tante Nindi mengangguk lalu berlalu pergi meninggalkan Rachel.


"Semoga aja Malvin masih belum pulang" gumamnya sembari merapikan rambutnya didepan cermin.


Setelah selesai bersiap siap, Rachel keluar dari rumahnya setelah berpamitan pada tantenya, lalu menaiki motornya menuju kerumah Silvia.


****


"Assalamualaikum tante!" sapa Rachel dengan cerianya.


"Waalaikumsalam Rachel. Kamu kok ga pernah kesini? tante kangen loh sama kamu, udah satu bulan ini kamu ga kesini.." ucap Silvia.


Rachel menggaruk kepalanya yang tak gatal seraya tersenyum canggung. "Maaf tante, tuga kuliah banyak banget, jadi Rachel jarang kesini deh. Maaf banget ya tante..." jawabnya.


"Oh begitu, yasudah gapapa. tante lupa kalo kamu udah gede, udah kuliah jadi banyak tugas ya haha. Oke tante sekarang memahami kalo kamu sibuk tugas kuliah"


"Tante seneng banget hari ini kamu bisa datang kesini. Tante mau belajar menjahit, kamu mau kan ajarin tante menjahit, oh ya kamu bisa kan menjahit?" tanyanya sembari menggandeng tangan gadis didepannya itu.


"Bisa tante. Dulu almarhum bunda suka menjahit, Rachel juga diajari sedikit sedikit dan Rachel terusin sampe sekarang, biar ilmu yang bunda ajarin bermanfaat" jawab Rachel sembari mengendarkan pandangannya, berharap tak ada Malvin disana.


"Bagus. Pinter banget kamu ya Rachel, semuanya bisa, bunda kamu pasti bangga banget punya anak seperti kamu"

__ADS_1


Rachel mengangguk, "oh ya tante, Malvin kemana ya?" tanyanya, bukan ingin bertemu. Melainkan penasaran, karena sedari tadi ia tidak melihat Malvin sama sekali dirumah, membuat mereka tak berjumpa.


"Dia pergi dari tadi pagi, belum pulang sampai sekarang" jawab Silvia, Rachel pun mengangguk lega.


****


Hari hari terus berlalu, sudah 3 bulan lamanya Rachel benar benar mengacuhkan Malvin, sepertinya dia sudah benar benar move on dari cowok itu. Dengan perubahan sikap Rachel, awalnya Malvin bersikap biasa saja bahkan tak peduli sedikitpun, namun lama kelamaan ia merasa penasaran apa yang membuat Rachel mengacuhkannya selama 3 bulan ini.


Malvin penasaran, ia tau dari Kevin kalau Rachel sudah tak lagi menyukai Malvin membuat Malvin semakin penasaran.


Sepulang dari kuliah ini, Rachel sedang bermain basket sendiri dilapangan belakang sekolah, meskipun tak lagi menyukai Malvin tetapi kini ia menyukai permainan basket tersebut.


3 bulan terakhir, Rachel terus berlatih basket bersama Rafa, sampai kini ia sudah pintar bermain basket, bahkan ia sering bermain basket dengan kelompok anak anak yang sering bermain dibelakang kampus.


Rachel yang fokus bermain basket, terlihat dari kejauhan Malvin yang mengintai gelagat Rachel, akhirnya ia pun menghampiri gadis itu dengan berusaha menghilangkan rasa gengsinya.


"Rachel!" panggilnya.


Mengenal suara tersebut, Rachel tetap melanjutkan bermain basket, tanpa menghiraukan Malvin yang memanggilnya.


Malvin menghela nafas, berusaha sabar. Ia melirik gadis yang pernah ia sukai itu, terlihat wajah gadis tersebut yang sedang menahan emosi ketika Malvin menghampirinya.


"Lo kenapa sekarang jauhi gue? biasanya gue sampe risih diikuti elo terus setiap hari" ucap Malvin.


"Lo ga dengerin gue ngomong?"


Lagi lagi Rachel tetap diam.


"Heh! elo denger kan kalo gue lagi ngomong sama elo? kenapa ga jawab sih! bisu ya?!!" bentaknya kesal.


Namun Rachel tetap diam, benar benar tak tertarik menjawab omongan Malvin.


Malvin menyaut bola Rachel, dan menghela nafas berat. "Kalo lo marah sama gue, silahkan marahin gue, bentak gue sekarang! jangan gini, jangan diemin gue kayak gini! gue jadi ngerasa kayak ga dianggap ada disini!"


"Gue emang ga nganggep lo ada" jawab Rachel dengan wajah datarnya. Dengan ucapan singkat Rachel, entah mengapa Malvin merasa sangat sakit hati.


"Jadi beneran elo marah sama gue? salah gue apa? emangnya gue pernah ngapain elo sampe elo diemin gue kayak gini?" tanya Malvin menahan emosinya.


Rachel menatap datar Malvin, ia menyaut bolanya lalu berlari pergi meninggalkan Malvin. Saat Rachel berlari pergi, Malvin bergegas mengejar Rachel, dan mencekal tangannya, Rachel menepis tangan Malvin dengan kasar, nnamun Malvin kembali menariknya membuat Rachel tertabrak dada bidang Malvin, keduanya saling tatap dengan jarak yang begitu dekat.


"Kalo lo marah sama gue, setidaknya gue harus tau apa alasannya" ucap Malvin lembut.


Rachel menepis tangan Malvin dan mendorongnya jauh jauh, lalu ia menatap Malvin dengan berani, tatapan tajam itu seolah ingin menerkam Malvin sekarang juga.

__ADS_1


"Ga butuh alasan!" singkat Rachel lalu berlari pergi.


Namun Malvin terus mengejar Rachel, dan menghadangnya.


"Lo ga boleh pergi, sebelum elo jawab pertanyaan gue! sebenernya mau lo itu apa sih? kenapa elo berubah gitu aja ke gue?"


"Mau gue?" Rachel menaikkan satu alisnya. "Gue cuma mau, elo anggap gue ga ada, sama seperti gue yang anggap lo ga ada!" tegas Rachel tanpa rasa takut.


Malvin terdiam mendengar ucapan Rachel yang sekasar itu, dengan cepat Rachel mendorong Malvin yang menghadangnya dan melenggang pergi meninggalkan Malvin yang masih terdiam.


"Kenapa gue ga bisa denger batin dia ya? kenapa Rachel sebenci itu sama gue?" gumamnya sangat penasaran.


"Arghhhh!!!" kesal Malvin lalu menendang kerikil didepannya, lantas melangkah pergi meninggalkan lapangan basket tersebut untuk kembali ke kampus menemui kekasihnya.


"Dari mana sih sayang, aku cariin kamu daritadi, kirain udah pulang ninggalin aku" omel Rini.


Malvin mengusap wajahnya frustasi, "udah yuk pulang sekarang. Aku tadi dari alfamaret beli kopi" alasannya.


Rini mengerucutkan bibirnya sembari menggeleng, "aku mau ke mall dulu, beli sepatu sama baju ya" pintanya semudah itu, tanpa rasa sungkan.


Malvin membulatkan matanya, "baru dua hari yang lalu kamu minta baju sama sepatu, sekarang minta lagi? ehh yang kamu minta itu ga murah loh, itu barang barang mahal semua! kamu minta apa aja aku kasih, tapi jangan ngelunjak gini dong..." omel Malvin sangat emosi.


"Aku kan pacar kamu, aku salah ya minta belanja sama kamu? kok kamu jadi pelit gini"


Malvin menajamkan alisnya, "kamu keterlaluan mintanya! baru dua hari yang lalu kamu minta masa sekarang minta lagi, kamu sadar ga sih! kalo setiap hari kamu minta ini itu, kamu plorotin aku ya?!!" bentak Malvin didepan umum.


Rini menghentakkan kakinya kesal, "ihhh kamu mah pelit! kamu kan kaya raya. Barang barang yang aku minta itu ga akan buat kamu miskin tau!"


Malvin mengembuskan nafas kasar, "udah ya, sekarang aku ga mau beliin kamu tas sama baju. Sekarang kamu pulang sendiri, aku mau pulang!" ucap Malvin lalu kembali menuju ke motornya.


Rini berlari mengejar Malvin, namun langkah Malvin terlalu cepat membuat Rini tertinggal jauh. Malvin telah melakukan motornya, meninggalkan Rini sendiri yang menggerutu kesal.


****


**Visual Rini & Rachel.


Rini**



Rachel


__ADS_1


~•~


__ADS_2