
Hari ini ada jadwal kuliah pagi, Malvin menggendong tasnya keluar dari rumah dan mengernyit melihat mobil mamanya yang baru saja masuk kehalaman rumah.
'tumben banget mama' batin Malvin.
Dengan tergesa gesa, Silvia berlari kecil menghampiri Malvin.
"Mama darimana?" tanya Malvin.
"Dari rumah Rachel. Oh ya, kamu berangkat bareng Rachel ya? soalnya motornya Rachel mendadak bocor, udah mama bawa ke bengkel. Kamu anterin Rachel ke kampus ya takut telat" pinta Silvia.
"Kok ga mama aja sih sekalian tadi?" jawab Malvin mengernyit.
Silvia memukul lengan anaknya, "mama sibuk!, kamu ga pengertian banget sih! kamu ga boleh nolak ntar kamu jadi anak durhaka loh! cepet sana!" ujar Silvia memaksa sembari mendorong dorong tubuh Malvin.
"Emangnya si Rachel mau dianterin sama aku?" tanya Malvin.
"Pasti mau. Dia suka dianterin kamu, cuma kamunya aja yang suka banyak alasan buat nolak anterin dia.."
Malvin menghela nafas, mamanya tidak tau apa yang terjadi antara dirinya dengan Rachel saat ini, keadaan mereka berdua tidak baik baik saja. Dulu memang Rachel suka diantar Malvin, tapi sekarang mungkin malah kebalikannya.
"Cepetan sana!!"
Malvin mengangguk dan mengambil kunci motornya, lalu melaju menuju rumah Rachel yang sudah lama sekali tak ia kunjungi.
****
Disisi lain, Rachel masih bingung harus naik apa ia ke kampus, jika ia menumpang pada Rafa, ia merasa sungkan karena terlalu sering merepotkannya. Mau ke siapa lagi dia harus meminta tolong?
__ADS_1
"Tante.... Rachel naik taxi aja ya atau ojek online gitu.." pinta Rachel, berusaha menolak diantar Malvin.
Tantenya mengernyit bingung, "emangnya kenapa? biasanya kan kamu seneng banget dianterin Malvin?"
"Ehmmm.... soalnya Rachel mau mampir ke rumah Alya dulu ambil almamater..." Ucap Rachel memberi alasan.
"Yaudah sekalian aja, nanti Malvin suruh mampir dulu ke rumah Alya anterin kamu ambil almamater, pasti mau kok. Lagian ya kalo kamu ga diantar Malvin, mau naik apa? kalo naik taxi atau ojek pasti mahal, kan jarak dari dari sini ke kampus jauh" terang tante Nindi.
"Tante, Rachel maunya sama Rafa aja"
Suara motor terdengar, ternyata Malvin sudah sampai didepan rumah Rachel.
"Nih Malvin udah datang, udah sana berangkat sama Malvin"
Rachel menghela nafas berat, ia pasrah menerima. Rachel mengangguk dan mencium punggung tangan tantenya, dan berjalan loyo mendekat naik keatas motor Malvin.
Selama diperjalanan, Rachel terus diam dan melihat perjalanan. Sedangkan Malvin juga hanya diam dan fokus pada jalanan didepannya.
Merasa Rachel tidak berpegangan, "pegangan!" teriak Malvin supaya Rachel mendengarnya.
Rachel memutar bola matanya, lalu memegang tas Malvin, merasa Rachel telah berpegangan, Malvin tersenyum tipis lalu tambah melajukan motornya.
Sesampainya dikampus.
Alya dan Rafa yang berjalan bersama menuju kelas masing masing, mereka tak sengaja melihat kedatangan Rachel dan Malvin yang bergincengan, mereka membelalak kaget.
"Mereka udah baikan ya?" tanya Alya heran.
__ADS_1
"Kayaknya enggak deh. Liat tuh wajah Rachel kusut begitu, mungkin dia kepaksa" jawab Rafa mengamati dari kejauhan.
Sesampainya dikampus, Rachel langsung melepas helm dan meletakkannya diatas motor lantas pergi meninggalkan Malvin tanpa sepatah katapun, lalu ia menghampiri kedua sahabatnya, Alya dan Rafa yang sedari tadi memperhatikannya.
"Kenapa? liatin gue sampe kayak gitu?" jutek Rachel masih kesal.
"Kalian berangkat bareng?! baikan?" tanya Alya masih penasaran.
Rachel menghela nafas berat, "terpaksa. Itu juga karena ban gue bocor, tante Nindi maksa gue berangkat bareng dia" jelas Rachel.
Alya dan Rafa saling tatap lalu mengangguk paham.
Malvin mencabut kunci motornya, dan melangkah santai menuju ruang kelasnya. Namun tiba tiba seseorang memeluknya erat dari belakang sontak membuat kaget Malvin sehingga ia tak sengaja mendorong orang itu.
"Aduh!" pekik Rini ketika ia terjungkal ke tanah akibat dorongan Malvin. Ia merintih kesakitan saat melihat lututnya yang tergores.
"Kok aku didorong sih sayang!" rengeknya. Malvin mengulurkan tangannya meminta Rini bangun, gadis itu menyaut tangan Malvin dan bangun menatap sebal lelaki didepannya itu.
"Aku nungguin kamu daritadi loh. Katanya mau jemput aku jam enam, sampe akhirnya aku berangkat sendiri karena terlalu lama nunggu. Ehh ternyata kamu boncengan sama Rachel, sebenernya pacar kamu itu aku apa dia sih!" omel Rini.
Malvin mengacak rambutnya, "maaf sayang, tadi itu permintaan mama karena ban Rachel bocor. Jadinya aku ga bisa nolak permintaan mama" jelas Malvin.
Rini mengangguk, "yaudah aku maafin. Tapi nanti pulangnya kamu anterin aku ya, kita ke mall dulu" pintanya.
Malvin mengangguk pasrah dan berjalan bersama Rini ke ruang kelas masing masing.
~•~
__ADS_1