Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
minder


__ADS_3

Tepat pukul 4 sore seperti ucapan Rachel, dia telah berada di dalam rumah Malvin, menunggunya diruang tamu, Malvin masih belum pulang ke rumah mungkin sebentar lagi dia akan pulang.


Benar dugaan Rachel, saat baru saja ia membatin, tiba tiba Malvin tiba di rumah dengan memakai seragam basket nya dan keringat yang masih menggelincir diseluruh tubuhnya.


'ganteng banget' Rachel menatap kagum lelaki yang lewat didepannya.


Malvin mendengarnya, namun ia lebih memilih diam tanpa ekspresi apapun ia hanya melirik sekilas Rachel bersama ibunya di ruang tamu.


"Itu Malvin udah dateng, maaf ya nunggu Malvin lama"


"Iya tante gapapa"


Tante Silvia hanya tersenyum melihat gadis didepannya yang sangat lemah lembut, sopan, dan murah senyum.


"Oh ya, Kevin mana tante?" tanys Rachel yang penasaran karena sedari tadi ia tak melihat keberadaan Kevin yang berlalu lalang didalam rumahnya.


"Tadi dia pamitnya mau main skateboard dulu, tapi entah sampe sekarang belum pulang pulang juga" jawab tante Silvia.


"Oh gitu ya tan, coba di telfon aja"


"Ga diangkat, berkali kali tante telfon tapi diabain aja sama dia"


"Mungkin dia ada diperjalanan"


'ya ampun Kevin, ga disekolah ga dirumah ternyata elo tetep bandel ya' Rachel menggeleng kepalanya pelan.


Beberapa menit kemudian, Malvin yang telah selesai mandi, ia kemudian turun ke lantai bawah untuk menemui Rachel.


"Ayo" Malvin mengajaknya ke gazebo belakang rumahnya.


"Permisi tante" Rachel tersenyum.


***


Sesampainya di gazebo belakang, Rachel duduk lebih dulu, sedangkan Malvin masih menemui asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman dan camilan.


Setelah itu Malvin kembali menghampiri Rachel dan duduk di sebelahnya.


"Elo kok lama banget sih"

__ADS_1


"Tadi masih mampir ke kantor papa bentar"


"Elo ga ada niatan mau minta maaf ke gue gitu? kan gue udah nunggu lama banget tau" Rachel menggembungungkan pipi nya.


Malvin sangat gemas dengan tingkah Rachel apalagi ditambah dengan suara imut khas nya, sebenarnya ia ingin mencubit pipi Rachel, namun dia gengsi.


"Males banget minta maaf ke elo" Malvin bertingkah cuek, padahal dalam hati ia sangat menahan tawanya.


Rachel berdecak kesal dengan tingkah Malvin "udah, ayo cepet kerjain, ntar kalo ada yang ga bisa bilang" Malvin menyodorkan buku nya pada Rachel.


Rachel pun mulai mempelajari nya dan mengerjskan soal soal yang terdapat di buku tersebut.


Ada beberapa yang ia tak pahami, Malvin sedia membantunya, mengajari nya dengan sabar dan telaten, meskipun selalu dengan diiringi dengan debat seperti Tom and Jerry.


Camilan dan minuman telah tiba, namun karena sangking asiknya Rachel mengerjakannya hingga lupa untuk meminumnya.


Hingga akhirnya tak terasa matahari telah terbenam, adzan Maghrib telah berkumandang, Rachel dan Malvin pun buru buru masuk kedalam rumah.


Rachel, Malvin, Kevin dan mama papa twins, mereka mengikuti sholat berjamaah yang diimami oleh Malvin di ruang sholat khusus yang berada didalam rumah.


Selesai sholat berjamaah, mereka kembali duduk bersama di ruang tamu mengobrol bersama sama menunggu makan malam tiba.


"Om, tante Rachel pamit pulang ya"


"Loh kok mau pulang sih, mau tante ajak makam malam bareng loh"


"Makasih tante ngga usah, saya pulang dulu ya tan" Rachel mencium punggung tangan tante Silvia dan suaminya.


"Nak, biar dianter sama twins ya" saut papa twins yaitu Leonard Valerie.


"Ngga usah om, Rachel bisa pulang sendiri"


"Ga baik loh hel anak cewek pulang sendiri malam malam" timpal tante Silvia.


"Yaudah ma, aku anterin Rachel ya" Kevin terlihat sangat bersemangat.


"Bagus, yaudah anter aja" om Leo mengacungi jempol anak lelakinya.


"Eh, ga usah kev"

__ADS_1


"Udah gapapa, pamit ma pa Vin assalamualaikum" Kevin segera menarik tangan Rachel membawanya keluar rumah.


"Assalamualaikum om, tante, Vin"


"Waalaikumsalam" jawab mereka bertiga bersamaan.


"Vin, seharusnya kamu yang antar Rachel ke rumahnya, kan kamu yang mengajaknya kesini harusnya kamu bisa tanggung jawab, dia seorang gadis yang harus dilindungi jika kamu berani menyuruhnya kesini maka kamu juga harus berani mengantarnya pulang ke rumahnya" om Leo menasihati anak lelakinya tersebut.


"I-iya pa maaf, kapan kapan lagi Malvin ga akan ulangi"


"Minta maaf nya ke Rachel bukan papa"


"Iya pa"


"Sudah sudah, Malvin kembali ke kamar kamu dulu ya, kalo adek kamu udah dateng kita makan malam bersama" titah tante Silvia.


"Iya ma" Malvin segera kembali masuk kedalam kamarnya.


****


Kevin dan Rachel telah sampai dirumah kecil milik tante Nindi.


"Maaf ya kev ngerepotin, oh ya mampir dulu yuk tapi rumahnya kecil jelek ga kayak rumah kamu" Rachel terlihat minder.


"Ga ngerepotin kok, justru gue seneng bisa nganterin elo, oh ya gapapa rumah lo sekarang kecil semoga kelak rumah lo bisa kayak istana, jangan minder ya hel elo harus tetep bersyukur, masih banyak kok diluar sana yang bahkan ga punya rumah" terang Kevin, kata kata nya sungguh bermakna membuat tenang hati Rachel.


"Iya kev, gue harusnya ga boleh minder, oh ya sepeda gue gimana?"


"Besok gue jemput elo berangkat sekolah, trus pulangnya elo bareng gue kerumah gue buat ambil sepeda ya"


"Oh gitu, oke"


"Gue balik ya"


"Iya, makasih hati hati dijalan"


"Iya"


~•~

__ADS_1


__ADS_2