
Sesampainya dirumah.
Suasana rumah sangat sepi, mama dan papanya sedang pergi ke undangan pernikahan anak dari teman papanya, hanya ada beberapa asisten rumah tangga dan Kevin saja dirumah. Melihat Malvin pulang dengan wajah kusut, Kevin pun menghampiri Malvin dari arah dapur.
"Lo kenapa? mukanya kusut banget.... jangan bilang uang lo habis buat belanjain pacar lo itu" sindir Kevin.
"Uang gue masih banyak! uang gue ga akan habis cuma buat itu" jawab Malvin jutek.
"Terus kenapa muka lo kusut? galau? gara gara Rini apa karena cewek lain?" tanya Kevin menggoda saudara kembarnya yang tengah dilanda kegalauan.
Malvin melirik wajah Kevin dengan malas, hari ini setelah bertemu dengan Rachel, pikirannya sangat kacau, moodnya seketika berubah buruk saat ia dengar sendiri dari mulut Rachel kalau gadis itu sangat membenci dirinya.
"Gue lagi ga mood. Lo milih diem atau mulut lo gue sumpel pake kaus kaki?!" ancamnya dengan wajah datar seperti biasa.
"Oke" jawab Kevin mengalah.
****
Lagi lagi, Kevin datang masuk ke kamar Malvin dengan membawa beberapa jajanan membuat sang pemilik kamar kesal karena tak ingin kamarnya dikotori dengan runtuhan jajanan yang dimakan saudaranya itu.
"Vin" panggilnya saat melihat saudara kembarnya yang melamun meringkuk diatas kasur menatap keluar jendela.
Malvin hanya menoleh tanpa bersuara.
"Malam ini lo mau kemana?" tanya Kevin.
"Gak kemana kemana" jawab Malvin dengan nada lesu.
"Ohh. Ntar kan malam Minggu, lo ga keluar malmingan sama Rini? masa kencan selalu siang hari sih, ga asik tau. Kencan tuh malam malam seru apa lagi pas malam Minggu, beuh kerasa banget romantisnya" goda Kevin sengaja memanas manasi.
"Rini selalu sibuk gue ajak kencan malam" jawab Malvin.
Kevin menahan tawanya karena dia sudah tau segalanya, ia sedikit kasihan dengan kakak kembarnya itu yang telah dibohongi dan hanya dimanfaatkan uangnya, polosnya saudaranya itu hingga mudah dibohongi pacarnya sendiri.
__ADS_1
"Jadi ntar malem ga kemana mana kan? elo ga keluar sama dia kan?" tanyanya lagi meyakinkan.
Malvin hanya membalasnya dengan deheman malas.
"Kita nongkrong yuk, sekali sekali dong kita keluar malem bareng jangan dirumah mulu, lo cowok masa sukanya dirumah, ntar ada Rafa juga kok..." ajak Kevin untuk memulai rencananya yang sudah ia persiapkan matang matang bersama Rafa.
Sebisa mungkin Kevin tidak membatin tentang rencananya itu agar Malvin tidak mengetahui dan rencananya berjalan dengan mulus.
"Males. Gue lagi ga mood" tolak Malvin.
"Yah.... ntar malem deh pliss, nunggu mood lo bagus deh, lo ga malu apa ntar kalo ada yang ejek lo bilang cowok rumahan?" paksa Kevin.
Malvin terdiam sejenak, ia memang sangat membenci kata 'cowok rumahan' seperti yang selalu mamanya sebut padanya, "ya mau" jawabnya singkat.
Kevin pun berjoget ria karena senang sebentar lagi misinya akan terlaksana. Kini saatnya ia menghubungi Rafa untuk mengganti hari, melaksanakan rencananya malam ini bukan malam Senin.
****
Malvin selesai mandi disore hari setelah berendam di bathup berjam jam, lalu berganti baju. Setelah itu ia merebahkan badannya diatas ranjang king size nya dan menggapai benda pipih yang tergeletak diatas nakas lantas membukanya dan menatap lama chatnya dinomor WhatsApp Rachel.
Sekarang Malvin selalu memberi pesan pada Rachel walau hanya sekedar basa basi untuk meluluhkan hati Rachel. Rachel yang cerewet dan selalu mencari perhatiannya memang sangat membuatnya sebal namun entah kenapa Rachel yang saat ini, yang jutek, dingin dan tak peduli malah membuatnya kehilangan akal pikiran, galau dan sedih yang ia rasakan saat merasakan perbedaan Rachel yang saat ini.
Nomor Rachel yang tidak terpasang foto profil dan pesan yang hanya centang satu membuatnya tersadar kalau nomornya diblokir oleh Rachel.
Malvin mengusap wajahnya frustasi lalu beranjak bangun dan mencari keberadaan Kevin. Ia melihat saudaranya itu berada dalam ruang musik sedang memainkan gitarnya sembari bernyanyi ria, lalu Malvin pun menghampirinya dan duduk disamping saudara kembarnya itu.
"Pinjam hp lo dong, bentar aja" pinta Malvin.
"Lo punya hp sendiri kenapa pinjam punya gue?" jawabnya mengernyit menatap kembarannya.
"Bentar doang, pelit banget! gue cuma mau chat seseorang" paksa Malvin, Kevin pun membaca pikiran Malvin yang ternyata ia ingin mengobrol dengan Rachel diwhatsapp karena nomor WA nya diblokir oleh Rachel.
Kevin tertawa kecil mengetahui perubahan sikap Malvin yang ternyata Malvin mulai menyukai Rachel, dan menyesal telah menyia nyiakannya. Kevin sebagai adik yang baik, ia meminjamkan handphonenya pada Malvin, benar saja Malvin membuka aplikasi hijau tersebut dan mencari kontak Rachel karena ia sangat yakin kalau Kevin pasti punya nomor Rachel.
__ADS_1
Benar, Kevin mempunyai nomor Rachel yang dalam foto profilnya memasang foto sebuah bunga matahari, raut wajah Malvin berubah sendu saat mengetahui kebenaran kalau Rachel memang memblokir nomornya.
Lalu Malvin pun mengirimkan pesan pada Rachel.
^^^Anda^^^
^^^Rachel?^^^
Hanya butuh beberapa detik saja Rachel langsung membalas pesan Malvin dari nomor milik Kevin.
Rachel
Iya kev, kenapa?
Malvin menghela nafas, hatinya berdebar debar saat Rachel membalas pesannya. Namun tiba tiba ponsel Kevin bergetar dan ternyata Rachel menelefonnya.
Kevin sontak menoleh karena juga merasakan getaran yang berasal dari ponselnya, dengan cepat Kevin menyambar handphone nya dari Malvin dan mengangkat telefon dari Rachel, lalu mendengarkannya ditelinganya.
π Tumben telfon, ada apa?
Tanya Kevin kebingungan, ia lupa kalau Malvin yang telah memberi pesan pada Rachel.
π Lah! kan elo yang chat gue duluan. harusnya gue yang tanya, kenapa lo chat gue? gue takut ada yang penting makanya gue langsung telfon elo soalnya tumben cuma manggil nama aja, biasanya langsung bilang apa maksud lo chat gue
Sontak Kevin menoleh pada Malvin disampingnya, Malvin yang ditatap oleh Kevin, ia menyengir malu.
π Ohh iya. Gue cuma pingin chat lo aja, ga ada yang penting kok, cuma mau tanya kabar
Jawab Kevin dengan menatap Malvin tajam.
π Yaudah kalo gitu, gue mau bantu tante dulu byee
Rachel pun langsung mematikan sambungan telfonnya dan Kevin langsung memasukkan handphone nya kedalam saku celananya.
__ADS_1
~β’~