
Hari ini adalah hari Minggu, tepat 2 bulan saat Malvin menjauhinya, sepertinya Malvin sudah benar benar move on dari Rachel dan mengubur perasaannya dalam dalam.
Secepat itu Malvin move on, berbeda dengan Rachel. Dirinya masih terus berusaha untuk meluluhkan hati Malvin, ia selalu pergi kerumah Malvin setiap hari dengan alasan membantu ibunya memasak atau membuat kue, dan sesekali melihat Malvin.
Bahkan sangking seringnya kerumah Malvin, ia sampai hafal dengan ruangan ruangan yang ada disana, dan tentunya tidak sembarangan masuk kedalamnya kecuali disuruh, tante Silvia juga sudah percaya penuh pada Rachel.
Dipagi ini, Rachel telah berdandan rapi memakai make up tipis, akhir akhir ini Rachel sering berdandan meskipun tipis tipis. Setelah siap, ia pun berpamitan pada tantenya untuk pergi kerumah Malvin karena mamanya malvin memintanya mencocokkan baju untuk arisan nanti.
"Tante, Rachel berangkat ya" ia mencium punggung tangan tantenya.
"Iya, hati hati dijalan.." balas tantenya sembari tersenyum. Lalu Rachel pun keluar dari rumah dan mengayuh sepedanya menuju ke rumah tante Silvia.
Sesampainya disana, Rachel melihat Malvin yang serius berkutat pada laptopnya diruang santai dekat dapur.
"Vin, mama lo mana? katanya minta pilihin baju buat arisan nanti, jadi ga?" tanya Rachel.
"Dikamar" jawab Malvin singkat, bahkan tidak melihat wajah Rachel sama sekali.
Rachel tersenyum getir, "oke" balasnya lalu menaiki anak tangga menuju kekamar tante Silvia.
Tok! Tok! Tok!
Ia mengetuk pintu kamar lebih dulu lebih sopannya, lalu tak lama kemudian tante Silvia membukakan pintu kamarnya.
"Ehh Rachel udah datang, yuk masuk kekamar" ajaknya.
Rachel mengangguk menurutinya, masuk kedalam kamar tante Silvia, didalam kamar tersebut masih ada 2 ruangan lagi, satu untuk kamar mandi, dan satu untuk ruang riasnya banyak sekali baju baju disana, ada 8 lemari 3 lemari untuk bajunya, 2 lemari untuk baju suaminya, 2 lemari untuk sepatu sepatu milik dirinya dan suaminya, yang terakhir 1 lemari untuk tas tas branded nya.
Ada beberapa laci juga yang isinya aksesoris mahal dan juga dasi dasi suaminya. Rachel menganga kagum melihat isi ruangan tersebut.
"Ini sayang, coba pilihin dong yang cocok buat arisan nanti sore" ucap tante Silvia menunjukkan beberapa bajunya yang ada didalam lemari.
__ADS_1
"Ihh banyak banget tante, Rachel sampek bingung" celetuk Rachel, matanya berputar melihat satu persatu baju yang menggantung di lemari tersebut.
"Yaudah gini aja, tante pilih beberapa yang tante suka terus kamu yang cocokin"
"Iyadeh gitu aja tante" Rachel mengangguk.
Setelah beberapa menit menunggu Tante Silvia memilih bajunya, ada 10 pilihan baju yang dipilih oleh tante Silvia tinggal Rachel yang mencocokkannya.
"Jadi yang mana nih hel"
"Sebentar tante, Rachel pikir dulu.." Rachel berfikir sejenak, sembari melihat baju baju yang cocok untuk dikenakan tante Silvia.
Rachel terus mencocokkan baju baju tersebut, hingga akhirnya setengah jam kemudian sangat lama, Rachel dan tante Silvia telah menemukan baju yang cocok untuk dipakai dalam acara arisan nanti sore, baju berwarna pink salem yang dibeli 1 bulan yang lalu, terlihat anggun jika dipakai oleh Silvia.
"Akhirnya.."
"Tante kenapa aku yang disuruh cocokin bajunya? kenapa ga ke tukang perias aja yang sekalian cocokin bajunya.." ucap Rachel.
"Masa sih? padahal baju baju Rachel murah loh ga semahal baju baju tante, Rachel ga pernah pakai baju mahal.." celetuk Rachel.
"Bukan tentang mahal dan murahnya hel, tapi yang penting enak aja dipandangnya, kalau tentang mahal enggaknya kan rata rata orang ga tau, jadi ga penting.." balas tante Silvia sembari tersenyum.
"Iya sih"
"Ohh ya, temenin tante shoping yuk!!" serunya.
"Tante ga malu ajak aku?" tanya Rachel sedikit minder.
"Enggak lah ngapain malu ajak anak secantik dan sebaik kamu, sopan lagi" tante Silvia tersenyum sambil mencubit pipi kanan Rachel.
Rachel menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari menyengir.
__ADS_1
"Kita shoping sekalian cari baju buat kamu, katanya kamu ga pernah pakai baju mahal kan, sekali sekali tante beliin buat kamu, sebagai tanda terimakasih karena selama ini kamu selalu nemenin tante dan ajarin tante masak.." tante Silvia mengelus rambut Rachel seperti pada anaknya sendiri.
"Ya ampun tante, tau gitu aku ga bilang tadi. Jadi ngerepotin kan, akunya ga enak ke tante.." Rachel memanyunkan bibirnya.
Tante Silvia tertawa kecil, "gapapa lah, ga usah ngerasa ga enak gitu, anggap aja tante ini tante kamu juga, kita seperti saudara" ucapnya tersenyum, dan Rachel hanya membalasnya dengan anggukan.
"Yaudah sebentar, tante mau ambil tas dulu"
Sembari menunggu tante Silvia mengambil tas, Rachel menunggunya diluar kamar. Setelah mengambil tas, tante Silvia menuju ke kamar anaknya dan juga diikuti oleh Rachel dari belakang.
Tante Silvia langsung membuka pintu kamar anaknya tanpa mengetuknya lebih dulu.
"Mama kebiasaan, ketuk pintu dulu" ucap Malvin dengan raut wajah masam saat melihat ada Rachel dibelakang mamanya.
"Anterin mama ke mall yuk, bareng Rachel juga" titahnya.
"Ga mau ah, kan ada supir ma.." tolak Malvin.
"Ihh Malvin.... mama bilangin papa nih!"
"Selalu gitu, yaudah ayo cepetan" ucap Malvin memasukkan handphone nya kedalam saku lalu keluar dari kamarnya tanpa mengganti baju.
Ia mengambil kunci mobil yang tergeletak di nakas lalu mengeluarkan mobil dari garasi.
"Jangan lama lama ma" ucap Malvin seperti tak ikhlas.
"Namanya orang shoping ya lama lah sayang"
Malvin memutar bola matanya malas, Malvin menyetir mobilnya dan tante Silvia duduk dibangku depan sebelah Malvin, sedangkan Rachel duduk dibangku belakang sendirian.
~•~
__ADS_1