Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
tahun ajaran baru


__ADS_3

Sudah setengah jam lamanya Rachel dan Malvin bersama didalam ruangan tersebut, hanya mengobrol berbasa basi saja tak ada hal penting yang mereka bicarakan, sampai akhirnya Nindi dan Silvia datangan menghampiri mereka.


"Ayo pulang hel" ajak tante Nindi.


Rachel mengangguk dan beranjak dari duduknya. "Gue duluan ya vin" ucap ya sembari tersenyum menatap Malvin.


"Tante pamit, duluan ya" ucapnya pada Silvia.


"Iya, hati hati dijalan" jawabnya dengan senyum ramah.


Malvin hanya mengangguk dan Rachel pun keluar dari ruangan bersama tantenya. Setelah Rachel pergi bersama tantenya, lalu Silvia pun duduk disebelah putra nya.


"Ma tantenya Rachel ga kenapa kenapa kan?" tanyanya.


"Iya ga kenapa kenapa kok, tadi mama akhiri lebih dulu sebelum jamnya, soalnya mereka semakin menjadi jadi setelah Rachel pergi sama kamu tadi, mama udah muak kasian sama tantenya Rachel, tapi dia terlihat sabar tanpa mau membalas" jelas Silvia.


"Oh gitu ya, makasih ya ma... Malvin cuma mau mastiin aja soalnya daritadi Rachel khawatir sama tantenya" balas Malvin.


Silvia tersenyum simpul, "Rachel itu anak baik dan sopan, mama ngebolehin kamu kok kalau mau pacarin dia, asal pacarannya yang bener jangan kelewat batas jangan sampai merusak sekolah kamu" ujar Silvia sembari mengelus lengan putranya.


Malvin terlihat sangat malu, ia berdecak lalu berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan begitu saja meninggalkan mamanya yang masih duduk sendiri di sofa.


Silvia hanya menggelengkan kepalanya menghadapi anaknya yang sangat dingin dan keras kepala itu, namun itu sudah hal yang biasa. Lalu ia pun bangun dari duduknya dan berjalan menyusul Malvin.


****


Tak terasa 2 Minggu telah berlalu, hari liburan sekolah Rachel habiskan untuk membantu tantenya di toko kue juga terkadang pergi ke rumah Malvin. Sekolah telah kembali masuk dari libur panjangnya.


Di hari Senin ini, tepatnya dipukul setengah 7 pagi Rafa telah berada didepan rumah Rachel, duduk diatas motornya menunggu Rachel keluar. Rachel yang telah selesai bersiap terkejut melihat Rafa yang berada didepan rumahnya.


"Rafa. Elo udah daritadi disini? kenapa ga chat dulu atau telfon gitu? gue ga tau kalo elo nyamperin kesini" ucap Rachel merasa tak enak pada Rafa.


"Halah, udah gapapa. Yuk berangkat soalnya gue ada piket OSIS nih, kan hari ini ada pemilihan pengurus OSIS baru sekaligus ketua OSIS baru" jawab Rafa.

__ADS_1


"Wahh ketua OSIS baru? jadi.... bukan lagi Malvin?" tanya Rachel.


"Bukan soalnya kan kita udah naik kelas 12 jadi ketua OSIS diganti sama adik adik kelas kita" jawabnya.


Rachel mengangguk paham, ia pun naik keatas jok motor Rafa, ia berpegangan di pundak Rafa dan motor pun mulai melaju menuju sekolah.


Sampai akhirnya, sesampainya disekolah Rachel melihat banner besar yang dipasang di atas pintu gerbang dengan tulisan 'SELAMAT TAHUN AJARAN BARU' Rachel tersenyum dan berdecak kagum melihat banner tersebut, karena ia merasa kalau dia telah melewati masa sulit sebelumnya, ini adalah puncaknya di kelas 12.


Keduanya pun masuk kedalam sekolah, disambut oleh banyak murid baru yang terlihat ramah pada kakak kelasnya, Rachel hanya mengangguk dan tersenyum membalas sapaan mereka.


"Wah ga nyangka banget udah kelas 12" ujar Rachel.


Setelah memasuki gerbang, Rachel dan Rafa pun berpisah, ia menuju ke kelas baru yang akan ia tempati sedangkan Rafa menuju ke ruang OSIS yang jaraknya jauh dengan kelas baru Rachel bahkan tidak sejalur juga, sehingga membuat mereka berdua berpisah.


Rachel memasuki kelas barunya, terlihat sudah diisi banyak siswa dan siswi dan salah satunya adalah seseorang yang sangat familiar baginya yang selama setahun selalu bersamanya, siapa lagi kalau bukan Malvin.


Yaps, dia satu kelas dengan Malvin dan Rafa tetapi tidak dengan Kevin, ia melihat Malvin yang duduk di bangku paling depan biasalah karena dia siswa yang teladan.


Rachel pun memilih duduk dibangku yang masih kosong letaknya dipojok kiri paling belakang, ia duduk disana tanpa menyapa Malvin dan langsung membaca buku novel yang ia bawa.


Kini Rachel merasa sangat bebas setelah perjanjian babu satu tahun tersebut telah berakhir, kini ia bukan lagi asisten Malvin melainkan hanya teman biasa.


Sekarang Rachel bisa fokus mengejar mimpinya, dengan terus belajar mengejar cita cita nya dan masuk ke universitas impiannya dengan memperoleh beasiswa.


Namun, meskipun sudah tak lagi menjadi asisten Malvin, Malvin tetap saja mencari cari alasan agar Rachel tetap dekat dengannya, akhir akhir ini tepatnya selama 2 Minggu libur sekolah ini, Rachel sering datang ke rumah Malvin dikarenakan kemauan tante Silvia yang menyuruhnya datang.


Saat masih fokus dengan buku novelnya, tiba tiba Kevin datang masuk kedalam kelasnya mencari keberadaan Rachel, sontak saja para siswi yang berada dalam kelas bersorak histeris atas kedatangan Kevin yang amat dikagumi ketampanannya oleh mereka.


"Aaaaa Kevin makin ganteng!!!"


"Ga kalah gantengnya sama Malvin"


"Mau ga jadi pacar gue kev?, please gue udah tambah cantik plus glowing nih"

__ADS_1


"Aduh ga sanggup, makin ganteng banget pangeran kita, aura tampan nan sultan buat gue meleleh"


Dari pujian pujian mereka, Kevin tak memperdulikannya, ia berjalan menghampiri Rachel di tempat duduknya membuat sorakan tadi berubah menjadi sorakan kekecewaan dan cacian bagi Rachel.


Kevin pun menggeret kursi disebelah Rachel dan duduk disebelahnya menatap Rachel.


"Hel mama nyuruh elo kerumah ntar sore sepulang sekolah katanya, mau buat kue bareng" ucap Kevin.


Rachel hanya mengangguk. "Tapi agak telat ya, soalnya gue mau balikin buku dulu di perpustakaan" ucap Rachel.


"Iya, ntar katanya dianterin Malvin ke rumah"


"Kok Malvin? bukanya dia sibuk ya urusan OSIS?" tanya Rachel.


"Ga tau, tapi katanya dia mau anter elo kerumah, tapi kalo dia sibuk gue juga bisa anter lo kerumah"


Rachel diam sejenak, ia berfikir dan berdoa semoga saja bukan Malvin yang mengantarnya ke rumah tante Silvia, karena tadi Alya bilang kalau Alya ingin mengungkapkan perasaannya pada Malvin saat sepulang sekolah, tak enak jika ia merusak impian Alya.


Namun ia lupa kalau Kevin bisa membaca pikirannya, "Alya mau ngungkapin perasaannya ke Malvin?" tanya Kevin memastikan.


Rachel pun menepuk dahinya, 'ya ampun lupa'


"I-iya, plis jangan kasih tau Malvin ya? kasian si Alya, Alya udah berubah kok dia udah baik sekarang beda sama yang dulu" pinta Rachel.


"Yaudah deh ntar gue bantu elo, biar gue yang anter elo kerumah dengan alasan Malvin rapat OSIS, dan semoga aja rapat OSIS nya belum kelar" jawab Kevin memihak Rachel.


Apakah ada alasan lain dibalik Kevin membantu Rachel supaya Alya berhasil mengungkapkan perasaanya pada Malvin?


Apa mungkin Kevin masih mempunyai perasaan pada Rachel?, dan akan memperjuangkan cintanya? merebutnya dari saudara kembarnya.


Rachel menghela nafas lega, ia sangat senang jika Kevin memihak padanya dan akan membantunya "makasih banyak ya kev" Rachel tersenyum.


Kevin mengangguk dan berdiri dari duduknya, mengembalikan kursi yang ia ambil tadi dan kembali keluar kelas menuju kelasnya sendiri yang berada disebelah kelas Rachel.

__ADS_1


~•~


__ADS_2