Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Tetangga baru


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit jiwa, Rachel menyiapkan beberapa kue untuk bersilaturrahmi diantarkannya ke tetangga baru yang sepertinya sejak kemarin pindah di dekat rumahnya, hanya beda 1 rumah saja.


Sepertinya rumah itu baru dibangun, karena sebelum Rachel diculik, hanya sebidang tanah luas dan belum ada bangunan disana. Rumah itu terlihat sangat besar nan megah dengan cat dominan warnah putih dan berpagar warna coklat, juga sebuah mobil sport kuning yang terparkir dihalaman rumahnya.


Rachel menekan bel rumah itu, beberapa keli hingga seseorang keluar membukakan gerbang. Satpam yang membukakan, lelaki berumur sekitar 55 tahunan itu terlihat sangat familiar bagi Rachel, ia merasa pernah melihat satpam itu tetapi lupa dimana.


Rachel menyuguhkan senyuman pada satpam itu, memberikan kesan ramah sebagai tetangga, sang satpam juga ikut membalas senyuman Rachel. "Neng Rachel kan?" tanya bapak itu.


Rachel sedikit kaget ketika satpam itu mengetahui namanya, "kok bapak tau nama saya?" tanya Rachel.


Pak satpam mengerutkan keningnya, "loh neng kok lupa sama saya? saya mamang, satpam dirumah keluarga Valerie.." ucapnya.


Rachel membelalak terkejut, sebegitu lamanya dia tidak kerumah keluarga Valerie jadi lupa pada satpam rumahnya yang teramat baik kepadanya.


"Bapak dipecat?" tanya Rachel lagi.


Belum sempat pak satpam menjawab, tiba tiba seseorang keluar membuat Rachel bertambah kaget, seseorang tersebut adalah Malvin yang muncul dari dalam rumah dengan senyumnya menghampiri Rachel yang masih menganga tak percaya. Cowok itu hanya memakai celana boxer biru dan kaus putih.


"Ini buat gue? makasih ya" Malvin langsung mengambil makanan dari tangan Rachel, membuat gadis itu mendengus kesal.


"Wahh kue, enak nih kayaknya. Elo buat sendiri?" tanya Malvin. Namun Rachel tetap diam tak membalas.


"Jangan bilang elo tetangga baru gue!" ketus Rachel. Malvin terkekeh pelan, senang melihat ekspresi Rachel.


"Kejutan!!! iya, gue tetangga baru lo. Kenapa? seneng kan? gue pindah kesini biar bisa jagain elo dari dekat, gue akan pastiin elo aman selalu disamping gue, serumah sama gue juga gapapa sih kalo lo mau..." celetuk Malvin.

__ADS_1


"Engga!" ketus Rachel.


"Ayo mampir dulu, ini rumah gue sendiri kok" tawar Malvin, mencekal tangan Rachel saat Rachel hendak berjalan pergi.


"Nggak, gue mau pulang.." tolak Rachel.


Entah mengapa Rachel berubah menjadi jutek lagi, moodnya benar benar buruk hari ini, mungkin karena kecapek an.


"Ayolah, kita ngobrol dulu sebentar. Biar makin akrab lagi, kita kan tetangga" ucap Malvin menekan kata tetangga.


"Gue ga mau Malvin! lagian elo apaan sih bikin rumah disini? emang rumah lo yang disana kurang bagus?" geram Rachel.


"Wait! kenapa elo marah marah gitu? apa salah gue? kita kan tetangga ga boleh marahan!" jawab Malvin. "Gue cuma pengen deket sama elo, gue bisa liat kamar lo dari sini dan pastiin kalo elo aman, hahaha"


"Elo mau ngintip gue?!! wahh gila nih anak! tapi, kamar gue selalu ketutup, jadi elo ga bakalan tau gue lagi ngapain aja!" balas Rachel.


"Kepedean!"


"Ihh jutek lagi, sama jodoh sendiri ga boleh jutek gitu ah... ga sopan, sama calon suami kok kayak gitu" candanya diiringi dengan tawa.


"Apaan sih ga jelas! kalo halu tuh jangan tinggi tinggi! ntar jatuh sakit lagi! kata siapa kalo kita jodoh?! kita ga akan jodoh! suami gue bukan elo!" ketus Rachel.


"Stttt!!" Malvin menarik tangan Rachel paksa membawanya masuk kedalam rumahnya. "Temenin gue makan" bisiknya.


"Nah gitu dong neng, yang akur sama mas Malvin, kan enak dilihatnya" celetuk pak satpam yang hanya disenyumin oleh Malvin.

__ADS_1


****


Setengah jam berlalu, Rachel hanya diam memandang hiasan dinding dirumah Malvin.


Malvin telah selesai makan, ia menata piringnya lalu melihat Rachel yang ternyata tidak pergi ketika ia meminta menemaninya makan.


"Lo kaget kan pas tau kita tetanggan?" tanya Malvin mencairkan suasana.


"Biasa aja" jawab Rachel dengan nada datar.


Malvin tersenyum tipis kemudian menatap Rachel didepannya, "mungkin karena kita jodoh ya makanya kita bisa tetanggan gini.." ucapnya dengan percaya diri.


Rachel langsung menoleh dan menatap tajam Malvin, "jangan ngaco deh! yang jelas elo sengaja bikin rumah disini! kenapa sih elo deket deket gue, ga bosen?, gue risih tau!"


Malvin menggeleng, "Karena gue suka deket sama elo, elo itu seorang wanita kedua yang harus gue jaga, karena elo itu jodoh gue, calon istri gue.."


"Ntar Kevin juga pindah kesini kok, jadi rumah ini bakal dihuni sama gue dan Kevin, kita berdua bakal jagain lo, ga akan ada lagi yang bisa culik elo! gue juga udah taruh 2 satpam dirumah elo. Oh ya, lo boleh main kesini sepanjang waktu kalo lo mau.." terang Malvin.


"Terserah! gue mau pulang!" Rachel pun berjalan menuju pintu keluar.


"Ehh ini kotak makan nya, ketinggalan!" seru Malvin.


Dengan kesal Rachel berbalik badan dan merebut kotak makan itu, lalu berlari keluar dari rumah Malvin. Sementara Malvin, tertawa puas disofa.


"Mas Malvin waras kan? kok ketawa ketawa sendiri mas?" goda pak satpam, membuat Malvin diam dan memasang sikap cool nya lagi.

__ADS_1


~•~


__ADS_2