Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Tante Nindi Gila


__ADS_3

Setelah menunggu 3 jam lamanya. Kevin, Alya dan Rafa datang ke lokasi yang dikirim oleh Malvin.


"Lah ini motornya Malvin, trus anaknya kemana?" tanya Alya melihat ke sekitar begitu keduanya.


"Bentar gue telfon Malvin dulu"


"Gue bahagia banget akhirnya Rachel ketemu" ucap Rafa yang hanya diangguki Alya.


Setelah menelefon Malvin, mereka bertiga pun langsung memasuki area hutan sembari memanggil manggil nama Rachel dan Malvin.


"Rachel!!! Malvin!! kalian dimana?!!" teriak Alya.


"Kita disini!!!" balas teriak Rachel, suaranya menggema.


Hingga akhirnya mereka bertiga menemukan keberadaan Rachel dan Malvin. Air mata bahagia turun dari mata Alya saat melihat sahabatnya yang dalam keadaan sehat namun miris dengan keadaan badannya yang amat kurus tak terawat.


Alya langsung memeluk Rachel, "gue kangen sama elo" bisiknya.


Mereka bertiga memeluk Rachel, lupa dengan keadaan Malvin yang sedang demam.


"Woi! kok malah pelukan sih! gue pusing ini!" sela Malvin membuat mereka berempat melepas pelukan.


Rafa dan Kevin pun merangkul Malvin, menuntunnya keluar dari hutan, sedangkan Alya dan Rachel berjalan mengekori dibelakang tiga cowok itu.


Rafa dan lainnya menaikki mobil sedangkan Kevin menaiki motor milik saudara kembarnya, Malvin dan Rachel segera dibawa ke rumah sakit untuk dicek kesehatan mereka.

__ADS_1


****


Rachel hanya mengalami kurang gizi, kecapek an dan insomnia yang berlebih, sedangkan Malvin mengalami demam, karena kecapek an dan terlalu banyak pikiran membuat kepalanya terus merasakan sakit dan pusing dampak dari operasi beberapa tahun lalu.


Untuk hari ini, Malvin dirawat dirumah sakit sampai keadannya sehat kembali sedangkan Rachel pulang kerumahnya ditemani oleh Alya untuk sementara.


"Rachel.... gue minta maaf sebesar besarnya, gue ga bisa jaga tante elo-"


"Tante gue kenapa?!" potong Rachel.


"Tante elo gila, dia dirawat di rumah sakit jiwa" lanjutnya.


Rachel menganga, ia hanya bisa terdiam saat mengetahui fakta yang menyakitkan itu.


"Dia sangat sangat kehilangan elo, dia ga mau makan, dia terus nangis dan ngamuk, dia terus terusan hilang keluyuran, gue takut dia hilang lagi maka gue sama Kevin dan Rafa bawa dia ke rumah sakit jiwa, kita juga sering jenguk dia kok" terang Alya.


"Hel lo istirahat dulu ya. Makan dulu terus mandi ya biar keliatan segar, ingat kata dokter elo ga boleh kecapek an, elo harus istirahat dulu!"


Rachel terdiam lalu mengangguk pasrah sebagai jawabannya.


****


Sesampainya dirumah sakit jiwa, gadis itu menangis menatap tantenya dari kejauhan yang menggendong boneka dan menganggapnya itu dirinya.


"Tante.... maafin Rachel udah buat tante kayak gini..." lirihnya dengan air mata yang tak henti turun.

__ADS_1


Alya mengelus lengan sahabatnya, lalu menggandeng tangannya dan mengajaknya mendekat ke tante Nindi.


"Tante!!! Rachel udah pulang!" ucap Rachel dengan suara riangnya, menghapus air matanya dan mencoba untuk tidak menangis dihadapan tantenya.


Sang tante hanya diam tak menggubris, masih tetap memainkan bonekanya.


"Rachel aman kok, Rachel tetep sama tante ya, Rachel selalu tante gendong" ucap Nindi.


"Tante!! ini Rachel udah pulang, tante sadar!! Rachel ga punya siapa siapa lagi kecuali tante" tangis Rachel tak bisa dibendung lagi, gadis itu memeluk erat wanita paruh baya didepannya.


"Kamu siapa!" bentak Nindi memberontak melepas pelukan, namun Rachel tetap mengeratkan pelukannya.


"Tante!!! Ini Rachel!! Hiks... hiks.." Rachel memegang kedua pipi tantenya dan mencium keningnya.


"Rachel? Kamu Rachel ya? terus yang aku gendong siapa?"


"Ini Rachel tante! Rachel udah pulang! maafin Rachel ya tante, ayo tante pulang kerumah, buat kue lagi sama Rachel!"


"Ga mau!"


Rachel terus menangis, menghela nafas lalu menoleh ke arah Alya yang ikut menangis tak tega melihat sahabat terbaiknya menangis.


"Jangan dipaksa, gue yakin tante Nindi bakal sembuh suatu saat nanti, pokoknya elo harus tiap hari temuin dia, semua butuh proses hel, seperti yang elo ucapkan 2 tahun lalu, hasil tidak akan mengkhianati usaha keras lo" ujar Alya sembari memeluk Rachel.


Rachel mengangguk, lalu memilih untuk pulang kerumah, berniat besok akan kembali kesini menemui tantenya lagi.

__ADS_1


~•~


__ADS_2