
Di pagi ini, Malvin sudah siap dengan pakaian rapinya. Memakai Hem berwarna hitam kotak kotak, kaus putih sebagai dalaman Hem, memakai celana berwarna putih bersih, dan juga sepatu berwarna abu abu, satu lagi yang terpenting adalah jam tangan mahalnya juga parfumnya yang membuat candu.
Mau kemanakah dia? sepertinya Malvin mau berkencan dengan kekasihnya, terlihat senyum yang selalu tertampil dibibirnya.
"Mau kemana kamu Malvin?" tanya sang mama yang menuruni tangga menghampiri Malvin.
"Iya tuh, tumben pagi pagi gini udah rapi. Kayaknya ga ada jam kuliah sepagi ini deh" saut Kevin.
"Kencan" jawab Malvin singkat, lalu menyaut kunci motornya dan keluar dari rumah.
Kevin menggelengkan kepalanya, "kasian banget lo vin, cuma dimanfaatin sama si ular" gumamnya memandangi Malvin yang berlari keluar.
****
Malvin berhenti dan turun dari motor sesampainya didepan rumah Rini, ia tak pernah masuk kedalam rumahnya, hanya diluar sana menunggu Rini keluar.
Malas rasanya bagi Malvin masuk kedalam rumah Rini, selain itu Rini juga melarangnya masuk kedalam rumahnya entah apa alasannya, Malvin juga tak terlalu peduli.
__ADS_1
Ia menunggu beberapa menit, lalu Rini keluar dari rumahnya, siap dengan pakaian rapi dan senyum cerianya.
"Ayo sayang" serunya.
"Kita mau kemana?" tanya Malvin sembari memasangkan helm untuk kekasihnya, sungguh perhatian.
"Ehmmm..... boleh ngga kita ke mall yang baru dibangun itu? aku pingin kesana sama kamu, kayaknya bagus deh" jawabnya lalu naik ke atas motor.
Malvin hanya mengangguk dan melakukan motornya menuju mall yang baru dibuka tersebut, sesampainya disana. Keduanya langsung masuk saat telah memarkirkan sepeda, hal kecil yang rutin ia lakukan, adalah menggandeng tangan Malvin, Malvin dengan senang hatinya membiarkan tangan Rini membulat dijemarinya.
"Beli tas ya" pintanya dengan manja.
Malvin membiarkan kekasihnya memilih tas itu, ia bahkan yang membayarnya, tak ada rasa curiga sedikitpun ia taruh pada Rini, sampai akhirnya mereka telah selesai berbelanja.
"Makasih ya sayang, aku seneng banget!" serunya.
"Iya sama sama, kalo kamu seneng aku juga ikut seneng kok, kebahagiaan kamu juga kebahagiaan aku" jawab Malvin mengelus rambut kekasihnya.
__ADS_1
Mereka keluar dari mall, namun takdir mempertemukan antara Rachel dan Malvin. Tak sengaja mereka berpapasan dengan Rachel dan Alya, namun Rachel seolah tak melihat mereka berdua, berbeda dengan Alya yang menatap tajam Malvin yang bergandengan dengan Rini.
Rini yang melihat arahan mata Malvin yang terus menatap Rachel, ia merasa kesal dan mencubit lengan Malvin. "Ih kamu mah, kenapa diliat terus?! kamu suka sama Rachel?!" kesal Rini.
"Ya enggak lah, kalau aku suka dia ngapain aku pacarin kamu"
Rini tersenyum mendengar penjelasan Malvin, lalu keduanya melanjutkan perjalanan, keluar dari mall tersebut, lalu kembali mengendarai motor entah mau kemana perginya mereka berdua.
disisi lain, Rachel yang masih sibuk mencari barang yang ia cari.
"hel, itu tadi ada Malvin sama Rini. Lo liat ga?" tanya Alya.
"enggak! siapa mereka? gue ga kenal" jawabnya jutek.
"ohh oke, yuk lanjut cari!" seru Alya mengalihkan pembicaraan.
'Rachel sebenci itu? ada apa ya?' batin Alya yang selalu penasaran pada sikap Rachel ke Malvin.
__ADS_1
~•~