
Didalam mobil, jarang sekali ada percakapan, suasana sangat hening. Hanya Silvia yang sesekali mengajak ngobrol Rachel dan Malvin, namun mereka menjawab hanya singkat singkat saja. Hingga akhirnya, sampailah mereka di mall favorit Silvia.
"Ma, Malvin pulang ya. Ntar kalo udah selesai, mama telfon aja Malvin jemput" ujar Malvin.
"Jangan! kamu itu ya, cowok kok dirumah mulu, temenin mama belanja sambil nanti kamu yang bawain belanjaan mama" titah sang mama.
Malvin mengernyitkan dahinya sedikit tersinggung dengan ucapan sang mama, mau tak mau ia menurutinya daripada dibilang cowok rumahan.
"Yuk kita kesana, cari baju dulu" ajak Silvia menunjuk ke salah satu toko baju, dan ia pergi kesana diekori oleh Malvin dan Rachel.
Silvia berkeliling mencari cari baju yang cocok, ia menemukan 2 pilihan dan disuruhnya Rachel untuk memilih.
"Bagus yang mana hel?" tanyanya.
Rachel berfikir sejenak sembari melihat ke kanan dan kiri, 2 pilihan baju yang dipilih tante Silvia.
"Kayaknya yang kanan aja tante, lebih elegan dan warnanya kalem.." jawab Rachel memilih gaun yang dibagian kanan, memang terlihat elegan dengan warna hijau matcha dan beberapa manik manik dibagian pinggang, juga beberapa hiasan kupu kupu di rok bagian paling bawah.
__ADS_1
"Oke, mbak beli yang ini" ucapnya langsung membeli tanpa pikir panjang. "Ini buat kamu.." Silvia memberikan gaun yang dipilih Rachel tadi.
"Loh enggak tante, kan tante yang mau beli... kenapa dikasih ke aku" tolak Rachel dengan halus.
Tante Silvia memanyunkan bibirnya dibuat sesedih mungkin, "yahh Rachel kok gitu sih, ga mau terima gaun yang dikasih tante..." ucapnya.
Rachel tersenyum canggung, "ehmm... yaudah tante, Rachel mau.." jawab Rachel karena terpaksa, ia sungguh merasa tidak enak.
"Gitu dong, sering sering dipakai ya.." ucapnya terlihat senang.
Rachel hanya mengangguk, Malvin memutar bola matanya melihat kelakuan mamanya.
"Tas mama kan udah banyak" bantah Malvin, sontak Malvin terkena tatapan tajam dari sang mama sehingga membuat Malvin terdiam.
Lalu mereka pun menuju ke toko tas, disana Tante Silvia mencari tas yang ia suka dan lagi lagi ia membelikan Rachel, sebuah tas branded berwarna hijau matcha mencocokkan dengan baju yang tadi dibeli.
Rachel sempat menolak, tapi Silvia tetap memaksa, Rachel pun pasrah menerimanya. Hingga akhirnya 3 jam lamanya mereka berbelanja, setelah belanja mereka memutuskan untuk pulang, melewati jalan menuju ke rumah Rachel.
__ADS_1
Selama dimobil, Rachel terus menatap Malvin yang ada didepannya. "Tante, Malvin kok ga dibeliin apa apa?" tanyanya.
"Biarin dia udah punya uang sendiri.." jawab sang mama.
Malvin melirik sang mama dan Rachel dari kaca lalu kembali fokus menyetir, karena sang mama beralih duduk dibangku belakang bersama Rachel.
"Ma, Rachel turunin sini aja ya. Mumpung sekalian lewat sini.." ujar Malvin sengaja supaya Rachel cepat pulang.
Rachel sedih karena secara tidak langsung Malvin menyuruhnya agar cepat pulang, lalu Rachel menatap wanita cantik disebelahnya mengkodekan dengan pandangan mata meminta izin dibolehkan pulang, mengerti akan maksud Rachel, tante Silvia mengangguk memperbolehkannya pulang.
Malvin pun memberhentikan mobilnya didepan gang, "keluar sana, cepet pulang!" ujar Malvin jutek, dengan wajah datar seperti biasanya.
Rachel tersenyum getir, "makasih banyak ya tante, oh ya besok Rachel kerumah tante ambil sepeda ya.." ucap Rachel.
"Iya sama sama. Iya Rachel, sekalian ajarin tante merajut ya.." jawab tante Silvia dengan antusias.
"Siap tante" balas Rachel, lalu mencium punggung tangan Silvia dan keluar dari mobil.
__ADS_1
Setelah Rachel turun, tanpa berlama lama Malvin langsung menancapkan gas pulang kerumah, saat mobil Malvin sudah tak terlihat lagi, Rachel pun berjalan masuk kedalam gang untuk pulang kerumahnya.
~•~