
Alya dan Rachel berjalan menuju ke parkiran kampus, karena jam pulang sudah tiba, selama perjalanan kesana mereka terus mengobrol seperti biasa.
"Makasih banyak ya hel, elo udah jenguk bang Dika, tadi malam bang Dika bilang ke gue kalo dia sangat berterimakasih karena elo udah mau jenguk dia.." ujar Alya.
"Iya al sama sama, gimana keadaan dia sekarang?" tanya Rachel.
"Sekarang udah lumayan enakan"
"Alhamdulillah sih kalo gitu"
"Oh ya, kok elo jenguknya malam malam. Bukannya elo ga boleh keluar malam ya?" tanya Alya.
"Iya sebenernya ga boleh, tapi kemarin gue habis dari rumah Kevin terus pulangnya sekalian jenguk bang Dika deh.." terang Rachel.
"Oh gitu, kalian udah baikan?" tanya Alya yang dimaksudkan Rachel dengan Malvin.
"Sampai kapanpun, gue ga akan pernah baikan sama dia! itu aja karena gue kepaksa kemarin, kalo ga tante Silvia yang minta gue ga bakalan datang kerumah itu.."
"Tapi gue bakal coba luluhin hati lo hel.." saut lelaki dibelakang mereka berdua.
Sontak Alya menoleh tapi tidak untuk Rachel, karena ia sudah tau suara itu milik Malvin. Rachel mempercepat langkahnya, menggenggam tangan Alya agar temannya itu ikut berjalan lebih cepat.
Namun Malvin berlari kecil, ikut mempercepat langkahnya mengejar Rachel.
"Hel" panggil Malvin menarik tangan Rachel sehingga keduanya saling tatap namun secepat mungkin Rachel mengalihkan pandangannya dan menghempas tangan Malvin yang mencekalnya.
"Pulang sama gue ya?" ajaknya. "Gue mau ajak elo ke perpustakaan kota yang baru dibangun itu! mau kan?" serunya, karena setaunya Rachel sangat suka membaca, dia pasti suka jika diajaknya ke perpustakaan.
"Gue ga minat!" jawab jutek Rachel, padahal Rachel ingin sekali datang ke perpustakaan baru itu, namun jika Malvin yang mengajaknya ia akan menolak seribu kali.
"Ayolah, gue tau lo pasti pingin kesana kan" paksa Malvin lagi lagi kembali mencengkal tangan Rachel.
"Gue bilang ga minat! lo denger ga sih apa yang gue bilang!" bentak Rachel menghempas tangan Malvin.
"Oke, yaudah gue kerumah lo ya.."
"Gue ga ngundang lo kerumah" balas Rachel naik ke atas motornya.
"Tapi hel-"
__ADS_1
"Udah vin jangan paksa, elo mau jadi jelangkung yang datang tanpa diundang?! jelas jelas Rachel ga mau elo datang kerumahnya, jangan maksa lah. Gue tau elo pingin luluhin hati dia tapi kalo dianya ga mau ga usah dipaksa yang ada dianya tambah benci ke elo" ujar Alya menjadi penengah.
Malvin terdiam sejenak, lalu mengangguk dan memberi jalan Rachel untuk pulang kerumahnya.
"Gue pulang duluan" Alya menepuk pundak Malvin kemudian menaiki motornya dan pulang ke rumah.
****
Sepulang dari kampus, Kevin dan Malvin masih berada di kafe favorit mereka, Malvin sibuk memainkan handphonenya dengan kening yang mengerut, berulang kali berdecak kesal dan mengepalkan tangannya tanpa alasan yang jelas.
"Vin! elo kenapa sih?" tanya Kevin yang kebingungan dengan gelagat aneh kakak kembarnya.
"Cewek gila itu terus aja hubungin gue terus! gue kan jadi risih" kesal Malvin.
"Ya tinggal diblock aja kan beres" jawab Kevin dengan santainya.
"Gue udah block nomor dia, dan dia terus aja ganti nomor biar bisa hubungin gue, ini yang ketujuh kalinya dia pake nomor baru!!!" gerutu Malvin. "Gue harus ganti nomor!"
"Gila, dia masih kejar kejar lo buat apa sih! jelas jelas udah ga ada hubungan.." ucap Kevin ikut kesal.
"Mungkin uang yang dikasih om om itu kurang, makanya masih ganggu hidup gue" balas Malvin sembari menyeruput kopinya, mencoba menenangkan pikiran.
Berulang kali Rini mencoba menghubungi Malvin dengan nomor yang berbeda beda dengan pesan yang tetap sama, memintanya untuk balikan dan mempercayai kalau dirinya cewek baik baik.
****
Ditengah perjalanan pulang, Rachel memilih jalanan yang sepi karena baginya itu adalah jalan pulang yang paling cepat untuk menuju rumahnya.
Namun saat Rachel fokus mengendarai motornya, seorang pengendara motor serba pakaian hitam menyerempet Rachel dengan sengaja membuat gadis itu terjatuh ke trotoar dan lutut yang menggores ke aspal.
"Aww!!" pekik Rachel memegangi lututnya, celana panjangnya kini robek tepat ditengah tengah lutut, menampakkan banyak darah yang keluar dari lututnya.
"Woi!!! tanggung jawab!" teriak Rachel melihat pengendara tadi yang berjalan pelan setelah menyerempet Rachel, namun anehnya pengendara tersebut terus berjalan meninggalkan Rachel yang terjatuh akibat dirinya, terlihat disengaja.
"Udah nyerempet, ga nolongin malah kabur" gerutu Rachel berusaha berdiri namun lututnya terasa sangat sakit.
Mengapa kebetulan sekali, Malvin lewat jalan itu karena ia hendak menuju ke rumah Rafa, dari kejauhan ia melihat seorang cewek mirip Rachel. Malvin pun segera menghampirinya dan meminggirkan motornya kemudian menghampiri cewek tersebut yang memang itu Rachel.
"Lo kenapa hel? motor lo mogok? kehabisan bensin atau ban bocor?" tanya Malvin.
__ADS_1
Rachel hanya diam ia tetap dengan posisi menekuk kedua lututnya sambil memegangi kakinya, berulang kali berusaha berdiri.
"Rachel!! kaki lo kenapa? kok bisa berdarah gitu? sini gue bantuin lo bangun.." ucap Malvin mengulurkan tangannya pada gadis itu.
"Gue ga butuh bantuan lo" jawab Rachel dengan nada jutek seperti biasa.
Malvin menghela nafas, lalu ia membenarkan posisi motor Rachel yang jatuh tergeletak, dan melihat motor Rachel bagian kirinya beset parah hingga spionnya patah, kacanya pun retak.
"Lo jatuh?" tanya Malvin mengernyit.
Gadis itu tetap kekeh diam tak menjawab. Rachel terus saja berusaha berdiri, Malvin membantu Rachel bangun meski Rachel berulang kali menolak untuk ditolong, tetapi Malvin tak mendengarkannya, ia tetap saja peduli menolong gadis itu.
"Lo naik motornya gimana kok bisa jatuh? lo ngebut ya?" terka Malvin, Malvin sekarang sangat peduli dan perhatian pada Rachel, sikap dinginnya sekarang telah mencair.
Berbanding terbalik dengan Rachel, sikapnya kini dingin dan jarang tersenyum kecuali pada ketiga sahabatnya saja yaitu, Alya, Rafa dan Kevin. Luka hatinya selama ini mengejar Malvin membuatnya merubah sikapnya, karena telah dikecewakan berulang kali.
"Gue anterin lo pulang!" tegas Malvin menggandeng tangan Rachel memaksanya naik keatas motornya, namun gadis itu menepis tangan Malvin dan bersikeras menolak pertolongan cowok itu.
"Sebenarnya lo mau apa sih!? udah gue bilang berulang kali jangan ganggu hidup gue! jangan deket deket gue! dan jangan anggap gue ada, tapi kenapa lo selalu muncul?, itu buat gue makin benci sama elo! semua rasa kepedulian lo sekarang udah ga berharga lagi dimata gue!!" bentak Rachel merasa sangat muak.
"Gue cuma mau lo kembali kayak dulu, gue ga nyaman sama sikap lo yang sekarang.." jawab Malvin serius.
"Gue ga akan mengulang hal yang sama lagi! mulai sekarang lo harus jauhin gue! karena gue ga mau kenal lo lagi! gue juga ga peduli sama sikap manis lo, perasaan lo ke gue itu semua udah ga berarti bagi gue! yang gue mau saat ini, elo pergi dari kehidupan gue, gue benci sama elo!!!" tegas Rachel.
"Apa yang buat lo benci banget sama gue hel?!! karena gue udah bikin lo sakit hati? karena gue pacaran sama Rini? lo bilang alasan yang buat elo benci banget sama gue hel! lo bilang apa yang harus gue lakuin supaya lo ga gini lagi ke gue?! gue kangen elo yang dulu.." ucap Malvin dengan air mata yang mulai menggenang, selama ini Malvin anti sekali menangis, entah mengapa berhubungan dengan Rachel bisa membuat air matanya menggenang.
"Yang perlu lo lakuin itu sederhana, lo harus pergi dari kehidupan gue, karena gue ga suka ada elo yang ikut campur di kehidupan gue! kalo elo emang peduli sama gue, yaudah turutin kemauan gue" ucap Rachel dengan ucapan yang sangat menusuk.
"Gue ga mau! gue sayang sama elo.." jawab Malvin, segera mengusap air matanya.
"Gue bukan Rachel yang dulu lagi! Rachel yang sekarang itu Rachel yang sangat benci sama elo, lo selalu buat gue nangis dimalam hari!!! dan itu buat gue ngerasa sakit lebih sakit dari sakit yang ngeluarin darah! kenapa sih lo suka banget ngusik kehidupan gue?!! ini hidup gue vin! elo ga usah atur atur hidup gue lagi!" bentak Rachel.
"Bukannya elo yang ngusik kehidupan gue selama ini? lo selalu kejar kejar gue, dan lo pikir itu bukan mengusik?!!" jawab Malvin tidak setuju dengan ucapan Rachel.
"Iya!! gue sadar itu mengusik! oke gue minta maaf untuk masa lalu karena gue selalu mengusik kehidupan lo! tapi sekarang gue minta tolong, lo harus jauhin gue dan jangan peduliin gue lagi!" Rachel pun menghidupkan motornya dan pergi meninggalkan Malvin begitu saja.
"Arghhhh!!!!" teriak Malvin sangat frustasi.
Dadanya sangat sesak saat Rachel menyuruhnya pergi dan air matanya pun sudah tak bisa dibendung lagi.
__ADS_1
"Gue lebih suka lo yang cerewet dan selalu mengusik hidup gue..." gumam Malvin menatap kosong jalanan, dirinya kini berada ditengah tengah jalanan sepi itu.
~•~