Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Jenguk


__ADS_3

Sepulang sekolah, selesai mandi, Rachel berjalan kesana kemari, mondar mandir didepan kamarnya sambil menggigit bibirnya, raut wajahnya nampak sangat gelisah.


"Emang Malvin mau nerima buah tangan dari gue" gumamnya.


"Rachel, ada apa? kok tante liat kamu kayak kebingungan gitu?" tanya tante Nindi yang sedari tadi melihat gerak gerik keponakannya.


"Ehmmm... i-itu tante, Rachel mau jenguk temen tapi bingung mau bawa apa, apa mungkin dia mau nerima buah tangan dari Rachel ?" jelas Rachel.


Tante Nindi menautkan alisnya, "pasti diterima lah sayang, niat kamu kan baik mau jenguk temen kamu yang lagi sakit, emangnya mau bawa apa?"


"Mau bawa jaket rajut bikinan Rachel waktu itu, pantes ga ya tante?" Tanya Rachel.


"Itu temen kamu cowok apa cewek?"


"Cowok"


"Jaketnya warna biru itu kan? cocok aja sih kalau buat buah tangan temen kamu"


"I-iya sih tante, yaudah Rachel bawa itu aja ya"


"Iya, ini tante kasih uang buat beli buah buahan" tante Nindi menyodorkan sejumlah uang.


"Makasih tante, yaudah Rachel berangkat dulu ya"


Tante Nindi hanya mengangguk menyetujuinya.


****


Setelah membeli buah buahan, Rachel kembali mengayuh sepeda nya menuju ke rumah besar tuan Valerie.


Sesampainya didepan rumah mewah tersebut, ia menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nafasnya perlahan, berfikiran positif kalau Malvin akan menerima buah tangan darinya.


"Semoga dia ga buang jaket ini" gumamnya dengan jantung yang berdebar debar.


"Rachel! ngapain elo disitu?" tanya Kevin yang tiba tiba membukakan pintu, melihat dari cctv rumah, Rachel berdiri didepan pintu.


Rachel mendongak terkejut, "eh.... i-ini gu-gue mau jenguk Malvin, boleh ga?" tanya Rachel terbata bata.


Kevin tertawa kecil "ya boleh lah, ayo masuk" ujar Kevin mempersilahkan gadis imut didepannya ini masuk kedalam rumahnya.


Rachel mengangguk dan mengekori Kevin masuk kedalam rumah mewah tersebut, rumah terlihat sepi hanya ada beberapa asisten rumah tangga saja didalamnya yang sibuk bekerja.


Kevin langsung mengajak Rachel menuju kekamar Malvin, lalu ia meninggalkan Rachel sendiri.


"Ini kamar Malvin" ucapnya.


"makasih" Rachel mengangguk, "iya" jawab Kevin.


Rachel masih berada didepan kamar Malvin, ia sungkan jika langsung masuk kedalam kamar, karena mendiang mamanya pernah berkata kalau ia tak boleh sembarangan masuk kedalam kamar orang lain apalagi kamar anak cowok.


Saat cukup lama Rachel menunggu keluarnya Malvin, beberapa menit kemudian, Malvin pun keluar dari kamarnya dengan membalut tubuhnya menggunakan selimut.


Wajahnya terlihat sangat pucat, Rachel dan Malvin saling berpandangan, saat Kevin tiba tiba datang, ia melihat Malvin dan Rachel yang masih berpandangan, ia pun menggelengkan kepalanya dan melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Suasana begitu canggung diantara mereka berdua.


"Ngapain lo ada didepan kamar gue? gue ga nyuruh lo dateng kesini" ucap Malvin dengan nada dinginnya seperti biasa.


Rachel masih terdiam tak berani menjawabnya, hingga Malvin berjalan meninggalkan Rachel sendiri yang masih berdiam diri ditempat.


Menyadari itu, Rachel pun berlari kecil mengejar Malvin yang sudah mulai menjauh, Malvin duduk di sofa ruang keluarga dan Rachel pun mengikutinya.


"Mau apa? ngikut mulu" tanya Malvin dengan ekspresi datar.


"Lo sakit apa? gue kesini mau jenguk elo, ehmmm.... i-ini buat elo, eum murah sih bikinan gue sendiri tapi semoga lo suka, kalau ga suka jangan dibuang, balikin ke gue aja ya" ucap Rachel.


Malvin menerimanya dan mengernyit "emang kenapa?" tanyanya kebingungan.


"Gapapa sih" Rachel menggaruk tengkuknya.


Malvin pun hanya mengangguk.


"Lo sakit apa? kok tumben sakit?" pertanyaan yang sungguh aneh.


"Pusing doang kok, besok juga sembuh" jawabnya dengan jutek.


"Gue doain biar cepet sembuh, cepet masuk sekolah ya, gue kangen tau" ucapnya yang asal bicara.


Deg. Deg. Deg.....


Malvin menatap tajam Rachel membuat Rachel salah tingkah, gelagapan karena salah bicara.


"Eh eh..... eng-enggak, maksudnya gue kangen disuruh suruh sama elo, karena tingkah nyebelin elo itu yang bikin kangen, kerasa sepi aja kalo ga ada elo" jelasnya.


Tiba tiba Kevin datang hanya untuk berpamitan pada Rachel.


"Hel gue pergi ya, selamat mengobrol" Kevin melambaikan tangannya dengan tersenyum simpul.


"Iya" Rachel mengangguk dan tersenyum.


"Vin, kunci motor gue mana?" tanya Kevin.


"Dikamar gue, diatas nakas" jawab Malvin.


Kevin pun beranjak menuju kamar Malvin untuk mencari kunci motor miliknya, lalu ia pergi dari rumah, entah tujuan manakah yang akan ia kunjungi.


"Pulang gih, gue mau tidur" usir Malvin, ia pun memejamkan matanya dan bersandar di sofa.


Rachel pun mengangguk "oke, gue pulang, semoga cepet sembuh" ucap Rachel dan beranjak pergi.


Namun, Malvin mencengkal tangan Rachel yang hendak pergi, membuat Rachel menoleh heran.


Malvin menautkan alisnya "eum... gapapa hati hati dijalan, makasih ya" Malvin pun melepaskan tangan Rachel.


Rachel hanya mengangguk dengan tersenyum dan keluar dari rumah mewah tersebut.


****

__ADS_1


Keesokan paginya, sesampainya di sekolah, ia mencari keberadaan Malvin tetapi sepertinya Malvin masih belum masuk sekolah.


Teman temannya mulai risau tentang keadaan Malvin yang sudah 2 hari tidak masuk sekolah, mereka terlihat cemas apalagi cewek cewek lebay yang tergila gila dengan Malvin.


Seorang murid perempuan dengan seragam tipis dan ketat beserta kedua temannya dibelakangnya datang menghampiri Rachel dan matanya menilik ke sekitar, siapa lagi kalau bukan Alya dengan kawan kawannya.


"Hei Rachel!!" bentak Alya tepat didepan wajah Rachel.


"Lo sering jalan sama Malvin kan?, akhir akhir ini elo deket sama Malvin kan? risih banget gue liatnya dasar kegatelan, emang beberapa bulan ini gue diemin elo deket sama Malvin ehh lama lama malah tambah ngelunjak, makin parah" ceramah Alya dengan tatapan mengintimidasi.


"Trus kenapa?" jawab Rachel mulai berani.


"Ohh mulai berani ya! mentang mentang deket sama Malvin, elo jadi berani seenaknya gitu hah!!" bentak Alya mulai menjambak rambut Rachel.


"Kalo iya kenapa?!" bentak balik Rachel, ia sudah lelah jika dipandang lemah oleh murid murid sekolah, ia harus menunjukkan sikap pemberaninya agar tak selalu ditindas.


"Asal lo tau ya! gue ini mantannya Malvin! sekaligus idola sekolah ini, gue yang paling cantik disini!" ucapnya dengan nada tinggi sengaja agar semua tau.


Semua yang berada disana terdiam menganga tak percaya begitu juga dengan Rachel. Mereka tak percaya dengan omongan Alya yang mengatakan kalau dirinya adalah mantannya Malvin.


"Bohong!!" tegas Rachel tanpa rasa takut.


"Lo ga percaya? ini buktinya" Alya menyodorkan fotonya dengan Malvin saat mereka menjalin hubungan.


Melihat bukti tersebut, seisi kelas terkejut melihatnya, namun Rachel masih kekeh menggeleng tak percaya.


"Gak mungkin!" gumamnya pelan.


"Lo udah berurusan dengan gue sekarang, beraninya elo sering jalan deket sama Malvin, kegatelan emang lo pikir lo lebih cantik dari gue gitu hah!!" bentak Alya.


"Enggak" gumamnya dengan menunduk.


"Trus kenapa lo masih deketin Malvin?"


"Gue deketin dia karena-" belum melanjutkan ucapannya.


Namun, Lisa sudah mendorong tubuh Rachel ke belakang dengan kasar, beruntungnya Rafa langsung menangkap tubuh Rachel agar tak terjatuh.


"Rafa makasih" ucap Rachel pelan.


Rafa mengangguk dan menatap Alya beserta kedua kawannya dengan tatapan penuh amarah "jangan kasar! gue bisa lakuin yang lebih dari apa yang lo lakuin barusan ke Rachel" bentak Rafa merasa sangat marah.


Alya tersenyum smirk, "dasar murahan, semuanya diembat, Rafa, Malvin, Kevin pun juga diembat" seru Alya dengan tertawa renyah.


"Udah kampungan, anak miskin, murahan lagi. Ups maaf" sindir Nina.


"Ehmmm, jangan jangan mama Lo ****** ya?" ucap Alya yang sangat membuat hati Rachel sakit, kata katanya sungguh menusuk.


Rachel pun mulai marah, kini amarahnya mulai memuncak akibat ucapan Alya.


"Gue ga pernah marah saat lo ngatain gue atau bikin gue malu dihadapan orang banyak al! tapi lo udah ngatain mama gue, dan gue ga terima!!" bentak Rachel.


Plak!

__ADS_1


Tak disangka, Rachel sukses menampar pipi Alya dengan kasar, semuanya menganga tak percaya. Seorang Rachel yang biasanya lemah dan kalem seketika berubah seperti singa yang berani dan kuat.


~•~


__ADS_2