
Saat Rachel baru beberapa saja mengayuh sepedanya, tiba tiba sepedanya terasa amat berat, ia pun meminggir ke tepi jalan dan berhenti mengayuh, mengecek sepedanya dan ternyata ban belakang sepedanya bocor, terpaksa ia pun mendorong sepedanya.
Ia masih terus mendorong, perjalanannya masih jauh untuk menuju rumah, mau tak mau ia harus berjalan mendorong sambil mencari keberadaan bengkel sepeda.
Saat Rachel serius menoleh kekanan dan kirinya untuk mencari adanya bengkel, tiba tiba terdengar suara klakson sepeda yang berulang kali mengklaksonnya.
Membuatnya kesal dan menoleh kebelakang, dan terlihat Malvin yang tersenyum smirk melihat Rachel dengan muka kusutnya.
"Huh Malvin!!" kesal Rachel mengerutkan dahinya.
"Kenapa sepeda lo?"
"Bocor ban belakangnya"
Malvin menghentikan sepeda motornya, ia memutar bola matanya dan menelefon seseorang untuk datang.
Tak lama seseorang datang dengan mobil pick up membawa sepeda Rachel, entah akan dibawa kemana sepeda itu.
"Loh loh, sepeda gue mau dibawa kemana?"
"bengkel, cepet naik" Malvin menyuruh Rachel naik keatas motornya.
Terpaksa, Rachel pun naik keatas motor Malvin, dan Malvin pun membawa Rachel kesebuah tempat, yaitu warung sederhana yang terjamin dengan kebersihan dan kehalalannya.
"Temenin gue makan"
"Tapi gue ga laper"
"Kan gue cuma bilang temenin, bukan beliin elo"
__ADS_1
Rachel hanya mendengus kesal 'sabar hel sabar' batinnya dengan menatap tajam Malvin.
Benar saja, Malvin hanya memesan satu porsi saja untuk dirinya sendiri bahkan ia juga memesan satu gelas minuman saja.
Tak lama makanan dan minuman pun datang, Malvin pun segera menyantapnya tanpa pikir panjang, tak lupa lebih dulu ia membaca doa sebelum makan.
Rachel menatap lama wajah laki laki didepannya yang masih asyik menyantap makanannya. Sementara dirinya menatap jengah makanan didepannya dan hanya asik melihat wajah tampan Malvin.
'Aduh lama lama gue bisa gila nih natap Malvin' batin Rachel memejamkan matanya sebentar.
"Makanya jangan natap gue" saut Malvin yang masih asik menyantap makanannya.
Rachel terkesiap, ia masih kebingungan karena mengapa Malvin bisa mendengar batinnya.
'apa! dia beneran bisa denger batin?' Rachel masih membatin.
"Udah deh jangan kebanyakan membatin, berisik tau!" Malvin mulai menatap mata Rachel.
"Gue risih jangan natap gue lagi!"
Akhirnya, Rachel pun mengalihkan pandangannya, ia menatap makanan yang ada didepannya, merasa kasihan akhirnya Malvin pun membelikannya untuk Rachel.
"Jadi elo beneran bisa denger batin orang lain?"
"Hmmm"
"Mustahil deh"
"Bukan mustahil, lo aja yang ketinggalan jaman, ini bisa diturunkan dari keluarga" jelas Malvin.
__ADS_1
"Ta-" belum sempat melanjutkan ucapannya, Malvin meolot menyuruhnya untuk segera memakan makanan yang telah dibelikan.
"Iya" Rachel pun memakan makanannya.
****
Setelah selesai makan, Malvin telah berada diatas motornya sedangkan Rachel berusaha ingin naik keatas jok motor Malvin, namun Malvin berulang kali mencegahnya.
"Kenapa?" Rachel bertanya kebingungan.
"elo pulang sendiri aja, naik angkot"
"Yah kok gitu?, gue ga punya-"
Malvin segera memberikan uang senilai 40 ribu untuk ongkos pulang Rachel.
"Gue pulang"
"Makasih banyak" ucap Rachel yang hanya diangguki oleh Malvin.
Rachel dan Malvin pun berpisah, Malvin menaiki motornya menuju pulang kerumah, sedangkan Rachel masih ditempat yang sama dipinggir jalan menunggu adanya angkot untuk ia tumpangi pulang kerumah tantenya.
"Kirain mau nganterin pulang, ternyata engga, tapi gapapa sih lumayan dapat 40 ribu dari Malvin ehe" Rachel tersenyum simpul.
Tak lama ada angkot yang akan melintas didepannya, ia dengan cepat melambaikan tangan menyetop angkot tersebut, setelahnya dia pun masuk kedalam, angkot meluncur dengan lancar.
Turun dari angkot, ia pun berjalan hanya beberapa langkah saja untuk menuju ke rumah tantenya, rumah sederhana yang menurutnya sangat nyaman tanpa adanya hangat kasih sayang orang tua, tapi ia masih bisa merasakan bahagia.
Sesampainya dirumah, ia membuka kunci rumah dengan kunci yang ia bawa setiap hari, memasuki rumah dengan mengucap salam lebih dulu meskipun tak ada orang didalamnya.
__ADS_1
Ia kembali mengunci rumah, memasuki kamar menaruh barang barangnya seperti tas dan sepatu juga seragam, lalu ia pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
~•~