
Seusai kuliah, Rafa dan Kevin bertemu dikantin. Mereka mengobrol berdua disana sembari mengemil santai, kebetulan juga Kantin lagi sepi pengunjung.
"Gimana?" tanya Kevin menautkan alisnya.
"Gue udah jalanin perintah lo. Gue awasin Rini, dan ucapan lo benar, dia sering jalan sama om om. Gue juga udah tau tempat dia sering ketemuan sama om om itu, kasian si Malvin cuma diplorotin" terang Rafa.
Kevin tersenyum tipis, "oke sip. Dimana Rini sering ketemu?" tanyanya.
"Setiap jam 9 malam, biasanya dia sama om om ke tempat karaoke kalo ngga ke tempat club malam, kadang juga gue liat dia ditempat tongkrongan, minum minuman keras disana. Dia juga sering ke mall bareng Malvin, bahkan bisa bisa seminggu 3 sampai 4 kali. Kalo ngga salah, setiap Senin dan Minggu dia ke tempat club malam, kalo Rabu sampe Jumat ke tempat karaoke, kalo Sabtu ke tempat tongkrongan yang ada dijalan rawa bebek, itu sih menurut penelitian gue" terang Rafa.
Kevin tersenyum smirk, Rafa menatap Kevin bingung. "Kenapa kita ga langsung ngomong aja ke Malvin? biar dia tau kelakuan pacarnya" tanya Rafa.
"Gue punya rencana yang lebih bagus" ucap Kevin tersenyum smirk.
Kevin pun membisikkan rencana yang ia buat dan akan ia kelola bersama Rafa. Mendengar ide Kevin, Rafa mengangguk paham.
"Bagus tuh ide lo, jadi kapan kita jalaninnya?"
"Malam Senin gimana? kalo malam Minggu takutnya dia keluar sama Malvin, malmingan. Biasalah..." ucap Kevin.
"Oke deh, setuju!" seru Rafa.
****
Sepulang kuliah, Malvin telah mengantarkan Rini berbelanja di mall, lalu ia mengantarkannya lagi kerumahnya. Setelah Rini kembali kerumahnya, ia pun pulang kerumahnya sendiri.
Saat diperjalanan pulang, ia mengerem saat melihat Rachel dipinggir jalan, terlihat Rachel seperti sedang mengambil sesuatu dibawah selokan pinggir jalan.
__ADS_1
Malvin pun menghampirinya siapa tau Rachel membutuhkan bantuannya, melihat kedatangan Malvin, Rachel menyernyit kesal.
"Ngapain hel?" tanya Malvin.
Rachel hanya diam dan menekuk lengan bajunya, Malvin menahan tangan Rachel ketika gadis itu hendak turun ke selokan yang tak terlalu menjijikkan namun sedikit berlumpur, becek. Rachel menepis tangan Malvin dengan kasar.
"Lo mau ngapain hel? gue tanya dijawab dong!!" ujar Malvin kesal.
"Pergi! jangan gangguin gue" usir Rachel.
"Jorok banget sih, lo itu cewek hel mau main dicomberan gini!!" ketus Malvin jijik melihat Rachel yang hendak masuk kedalam selokan.
"Terserah gue! emang lo siapa seenaknya ngatur gue?!" balas Rachel dengan wajah datar.
Malvin menatap tajam Rachel, "gue ga tahan lo diemin gue kayak gini! bilang hel! gue salah apa ke elo!!"
Akhirnya setelah selama ini Rachel bersikap tak peduli padanya, Malvin pun mengungkapkan rasa gundahnya ketika Rachel berubah dingin padanya. Malvin merasa aneh ketika Rachel tiba tiba berubah tanpa sebab yang pasti.
Rachel kembali bersiap akan masuk kedalam selokan, namun lagi lagi Malvin mencegahnya dan menatap manik mata Rachel.
"Gue mau lakuin apa yang lo minta asal lo jangan diemin gue gini, gue lebih suka lo yang dulu, gue ngerasa ada yang kurang kalo lo giniin gue.." terang Malvin mengesampingkan gengsinya.
"I just want you out of my life!!" jawab rachel dengan lantangnya.
"Gue serius hel, gue pingin lo balik kayak dulu lagi" ucapnya menggenggam kedua tangan Rachel.
Malvin menatap Rachel dengan wajah juteknya, kini ia merasa lelaki didepannya adalah musuh satu satunya yang sangat ia benci. "Gue juga serius! i don't want to see you in my life" ucapnya menekankan kata SERIUS.
__ADS_1
Malvin terdiam sejenak mendengar ucapan Rachel barusan, namun ia bersikap tenang. "Gue cuma minta lo sebutin hal yang harus gue lakuin supaya lo ga gini lagi sama gue.."
Rachel tetap datar melihat wajah Malvin, seperti tak ada ketertarikan sama sekali dalam tatapannya, "lo kan pinter, kenapa lo masih ga bisa paham sama ucapan gue sih!!! gue itu udah ga mau kenal lo lagi! anggap kita ga pernah ketemu sebelumnya! andai ada alat yang bisa hapus ingatan, gue akan hapus ingatan gue tentang lo!!!" bentak Rachel.
Bentakan Rachel seolah membuat Malvin kehilangan arah, ia terus menatap mata indah Rachel yang selama 3 bulan ini tak pernah menatapnya. Namun sekalinya menatap, tatapan kebencian itulah yang ada dalam manik mata cantik itu.
Ia tak tau seberapa jauh Rachel yang dulu menghilang, tapi Malvin berfikir pasti akan sulit mengembalikan Rachel yang dulu. Rachel yang selalu ramah dan senyum padanya, selalu mengajaknya berbicara, cerewet dan perhatian, sekarang ia menyesalinya saat Rachel yang dulu telah pergi.
"Gue mau elo yang dulu hel.." ucap Malvin berkaca kaca.
"Rachel yang dulu udah mati!" jutek Rachel. "Gue ga mau ketemu lo, gue ga mau ngomong lagi sama lo, kalo lo terus lakuin itu yang ada gue makin benci sama lo!!!!" bentaknya menepis tangan Malvin yang sedari tadi menggenggam tangannya.
"Oke, gue akan lakuin itu" jawab Malvin pasrah. "Tapi yang gue mau itu berbanding terbalik sama yang lo omongin barusan, gue mau kita kayak dulu lagi, gue pingin Rachel yang dulu balik. Sosok Rachel yang ceria, murah senyum, ramah, dan selalu buntutin gue..." lanjut Malvin.
Terdengar suara kucing mengeong dari dalam selokan tersebut, Rachel baru ingat kalau tujuannya untuk mengambil kucing tersebut, Rachel pun berusaha turun kebawah untuk mengambil kucing tersebut, namun lagi lagi Malvin mencekal tangannya.
"Lo mau nolong anak kucing itu? gue aja yang turun" ucap Malvin.
"Jangan ikut campur urusan gue!" ucap Rachel datar.
Akhirnya Malvin mengalah, ia paham situasi saat ini. Jika Rachel semakin didekati maka gadis itu akan semakin membencinya. Malvin pun menyingkir memberi jalan pada Rachel yang ingin mengambil kucing tersebut.
Malvin terus memperhatikan Rachel yang perlahan turun dan mengambil kucing tersebut dengan begitu lembut lantas kembali naik dan membungkus kucing tersebut dengan handuk kecil yang sengaja ia beli sebelum mengambil kucing.
"Yuk gue anterin pulang" ujar Malvin lembut.
"Ga usah! gue bisa pulang sendiri. Rumah gue deket!" balas Rachel lalu meninggalkan Malvin yang mengusap wajahnya frustasi.
__ADS_1
Entah mengapa sejak Rachel bersikap dingin padanya membuat cowok itu terus kepikiran, menganggu hari harinya. Malvin pun kembali menaiki motornya dan pulang kerumah megahnya.
~•~