Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Pertunangan


__ADS_3

Savira dan Adinda sudah mulai bekerja ditoko kue Rachel, memudahkan pekerjaan Rachel dan juga tidak lagi merepotkan sahabat sahabatnya.


Meskipun Alya, Rafa dan Kevin sudah tidak lagi membantu ditoko Rachel, tetapi mereka masih sering mengunjungi toko Rachel disaat selesai kelas.


Hari ini toko sedang mendapatkan banyak pesanan dari keluarga Valerie, tentu saja untuk hari pertunangan Malvin dan Laura nanti malam. Pastinya Rafa, Alya dan Rachel diundang, namun Rachel ragu untuk datang karena ia tak sanggup melihat orang yang dia cintai dimiliki oleh orang lain, Rafa dan Alya sebenarnya malas untuk datang namun mereka dipaksa oleh Rachel.


"Oke pesanan udah siap semua tinggal diantar aja kak Rachel" ucap Adinda setelah menghitung jumlah kue kue pesanan yang genap 700 kotak.


"Iya, terimakasih ya. Masih nunggu Kevin bentar lagi datang kok..."


Baru saja bilang, Kevin datang menaiki mobilnya untuk mengambil 700 pesanan kue kue tersebut.


"Hel, udah gue transfer ya" ucap Kevin sembari tersenyum.


"Iya makasih"


Rachel dan Adinda membantu Kevin membawa kue kue kedalam mobil, sedangkan Savira berada di kasir sedang melayani pembeli.


"Nah, siap semua. Gue pulang ya" ucap Kevin.


"Kev...." panggil Rachel membuat Kevin menghentikan langkahnya dan membalik badan.


"Maaf gue ga bisa datang ya, salam buat Laura sama Malvin, selamat untuk mereka juga ya..." ucap Rachel dengan suara yang bergetar.


"Kenapa elo ga datang? please datang ya.... gue mau elo ada disamping gue waktu acara dimulai" pinta Kevin sembari menggenggam tangan Rachel lembut.


"Tapi gue ga bisa.... gue ga sanggup" Rachel segera menghapus air matanya yang hampir mengalir.


"Hel... gue minta elo datang ya, please.... atau gue harus bersujud di kaki lo biar lo mau datang?"


"Ja-jangan"


"Tapi lo mau datang kan?"


Rachel terdiam sejenak, lalu mengangguk kecil.


"Makasih ya" ucap Kevin sembari tersenyum. "Dandan yang cantik oke? yaudah gue pulang" Kevin pun kembali masuk kedalam mobilnya dan melesat pulang kerumah.


"Kak Kevin itu cowoknya kakak?" tanya Adinda yang tadi sempat menyimak pembicaraan Kevin dan Rachel.


"Bu-bukan" jawab Rachel dengan tawa kecil. "Ohh ya, kamu sama Savira umur berapa? soalnya saya belum sempat baca baca berkas persyaratan kalian"


"19 tahun kak"


"Ohh.... beda 1 tahun doang sama aku, yaudah yuk masuk"


"Aku manggilnya kakak apa bos nih?" tanya Adinda.


"Kakak aja, soalnya aku belum jadi bos besar hehe"


****


Rachel yang baru selesai mandi, ia masih bingung harus mengenakan baju apa untuk ke acara pertunangan Malvin.


Saat ditengah tengah kebingungannya, tiba tiba suara dering telfonnya terdengar keras, sontak membuat gadis itu terkejut dan langsung mengangkat telfonnya.


πŸ“ž Iya al, ada apa?


πŸ“ž Elo.... datang ke acaranya Malvin ga?


πŸ“ž Iya gue datang


πŸ“ž Serius?


πŸ“ž Serius


πŸ“ž Sanggup? kenapa datang? bukannya awalnya elo ga mau datang?


πŸ“ž Kevin yang minta gue datang, oh ya kalo elo udah siap, jemput gue ya, bantu gue pilihin baju yang cocok


πŸ“ž Oke berangkat sekarang, soalnya gue udah dandan cantik nih


Alya pun mematikan sambungan telfon, lalu menghidupkan mesin mobilnya dan melesat menuju rumah Rachel. 15 menit kemudian, Alya telah sampai di rumah Rachel.


"Sabar ya hel, yuk gue bantu pilihin bajunya" ucap Alya saat melihat sahabatnya yang duduk termenung didepan rumah menunggu dirinya datang.


Keduanya pun berjalan kekamar Rachel dan membantu Rachel berdandan.


****


Setengah jam berlalu, Rachel dan Alya telah siap, hendak berangkat menuju rumah keluarga Valerie, karena acara dilaksanakan disana bukan dirumah si kembar. Rachel dan Alya menaiki mobil sedangkan Rafa menaiki motornya, mengawal kedua sahabat perempuannya dibelakang.


Hingga akhirnya, sesampainya dirumah megah keluarga Valerie, mereka disambut hangat dengan menyuguhkan kartu undangan.


Terlihat dari kejauhan, Malvin dan Kevin yang berdandan rapi lengkap dengan jasnya, keberadaan Laura masih belum terlihat mungkin Laura belum juga datang.


Malvin hanya diam dengan wajah datarnya, cowok itu berdiri tepat disebelah saudara kembarnya, sedangkan Kevin berulang kali menarik nafas dan berharap semoga acaranya lancar.


"Mama.... nanti pengisi acaranya aku aja ya" ucap Kevin pada sang mama yang berdiri disebelah kanannya.

__ADS_1


"Iya boleh" jawab Silvia, ibu rumah tangga dengan 2 anak itu melihat seorang cewek cantik yang selama ini ia kenal.


"Rachel!! sini!" seru Silvia sembari melambaikan tangannya pada Rachel.


Rachel, Alya dan Rafa yang melihat Silvia menyapa Rachel, mereka bertiga saling tatap kemudian berjalan mendekat ke arah Silvia dan si kembar.


Mereka pun mencium punggung tangan Silvia dan berdiri disebelah si kembar sambil menunggu kedatangan Laura.


"Cantiknya anak gadis tante" ucap Silvia sembari mengelus rambut Rachel.


Rachel tersenyum tipis sembari melirik ke arah Malvin yang ternyata juga melirik kearah nya.


'Maafin gue hel' batinnya.


"Laura itu yang mana ya tante?" celetuk Rafa.


"Belum datang, masih diperjalanan, sebentar lagi sampai kok..." jawab Silvia.


5 menit kemudian, para tamu undangan dihebohkan dengan kedatangan Laura bersama sang ayah yang duduk dikursi rodanya.


"Itu Laura?" bisik Rafa sembari menyenggol siku Alya.


"Ga tau" Alya mengendikkan bahunya.


"Nahh itu lauranya sudah datang" ucap Silvia, membuat Rafa dan Alya terdiam, tertegun.


Laura memanglah cantik apalagi dia blasteran Rusia - Indonesia, ibunya adalah asli orang Rusia yang telah meninggal disaat melahirkan Laura, dan selama itu juga Adnan tidak menikah lagi karena Laura tak memperbolehkannya.


Laura dan Adnan mendekat ke arah Silvia dan yang lain. Gadis itu dengan ramah menyapa Rachel dan teman temannya, tak lupa ia juga mencium punggung tangan Silvia. Adnan juga iku berjabat tangan dengan calon besannya.


"Aiden mana?" tanya Adnan menilik ke sekitar.


"Maaf, mas Aiden lagi dikamar mandi" jawab Silvia dengan senyum yang menampakkan giginya.


"ohh iya gapapa" jawab Adnan.


Laura tersenyum pada Rachel, ia juga sempat menatap Malvin sekilas, cowok itu tetap dengan wajah datarnya sama sekali tanpa senyum dan melirik Laura pun tidak, Laura juga menatap Kevin seolah memberi kode melalui tatapan matanya. Kevin yang tau akan maksud Laura, ia hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Rachel apa kabar?" seru Laura dengan wajah cerianya.


"Baik, selamat ya atas pertunangan kamu" ucap Rachel dengan senyum pahit.


"Kan belum tunangan gimana sih hehehe, ngucapinnya nanti aja ya, takutnya ga jadi tunangan..." bisik Laura dengan tawa kecil.


"Haii, gue Alya. Mantannya Malvin, salam kenal" ucap Alya menekankan kata mantan sembari menjabat tangan Laura.


Laura hanya tersenyum, "salam kenal, Laura"


"Salam kenal gue Rafa, sahabatnya Malvin sama Kevin, mereka berdua ini juga sahabat gue" ucap Rafa sembari merangkul Alya.


"Ihh apaan sih" Alya melepas tangan Rafa yang menggantung di pundaknya.


"Iya" jawab Laura.


"Maaf telat nih besan, soalnya aku kebelet banget, sakit perut habis makan ketroprak pedes tadi sore" timpal Aiden yang tiba tiba datang.


"Yaudah semuanya, Kevin mulai opening ya?"


Semuanya mengangguk. Rafa dan Alya terus menatap Rachel yang terlihat menahan tangisnya, badannya benar benar dingin dan bergetar, juga terdengar berulang kali hembusan nafas Rachel yang memburu.


"Sabar hel... masih banyak diluar sana cowok yang lebih baik dari Malvin" ucap Alya sembari menggenggam tangan sahabatnya, namun Rachel tetap diam tak menggubris ucapan Alya.


'kenapa disaat hari itu tiba, Malvin sama sekali ga minta maaf sama gue? apa memang dia ga ada rasa sama gue? apa memang dia cuma pura pura cinta sama gue selama ini?' batin Rachel, dadanya begitu sesak hingga tak sanggup lagi untuk berbicara.


"Selamat malam semuanya, minta perhatiannya. Terimakasih untuk para tamu undangan yang bersedia hadir di acara penting ini, karena jam telah menunjukkan genap pukul 9 malam, maka acara ini akan dimulai" ujar Kevin sebagai pembawa acara.


"Oh iya, pertama tama saya akan memperkenalkan diri, saya adalah putra bungsu dari pasangan Aiden Valerie dengan Silvia Ratnasari, nama saya Kevin Alana Valerie dan ini suadara kembar saya yang bernama Malvin Avana Valerie, untuk yang bersangkutan dimohon berada disamping saya"


"Dimalam ini, saya akan memberitahukan kepada para tamu undangan, acara ini adalah pertunangan saya, Kevin Alana Valerie dengan putri dari yang terhormat bapak Adnan Lorenzo yang bernama Laura Evelyna Lorenzo, mari kita meriahkan!!!" seru Kevin membuat para tamu undangan bertepuk tangan.


Ucapan Kevin sontak membuat Adnan, Aiden, Silvia, Malvin, Rachel dan kawan kawan terkejut, mereka membelalak bingung.


"Maaf semuanya, ada kesalahan. Sebenarnya bukan pertunangan antara Kevin dengan Laura melainkan Malvin dengan Laura" saut Adnan, menarik mic yang dipegang Kevin.


Para tamu undangan saling tatap dengan terus bertanya tanya.


"Bukan Kevin yang salah. Laura yang minta, Laura sama Kevin saling cinta pa, tante, om, jadi.... pertunangan ini memang pertunangan aku sama Kevin. Maafin kita selama ini karena sudah menyembunyikannya dari kalian.." bantah Laura.


"Iya pa, ma, om. Sebenarnya kita udah saling kenal, tapi kita ga berani bilang sama kalian" timpal Kevin.


Malvin masih tidak mengerti, cowok itu menatap Kevin dan Laura bergantian, seperti ada yang aneh, kenapa Kevin tidak bercerita padanya kalau Laura dan dirinya saling cinta.


"Ja-jadi gue ga jadi tunangan?" tanya Malvin.


"Kita berdua dulu" saut Kevin, menarik tangan Laura lalu segera memasangkan cincin ke jari manis Laura.


Membuat para tamu undangan bertepuk tangan dan bersorak senang, merayakan pertunangan mereka. Entah mengapa, meskipun Kevin dan Laura tidak saling cinta, tetapi saat keduanya saling memasangkan cincin pertunangan tersebut, rasanya bahagia sekali, tak henti hentinya mereka tersenyum dan tertawa saat melihat wajah pasangannya.


Melihat Kevin dan Laura yang terlihat sangat bahagia, Adnan dan orangtua si kembar ikut bahagia, mereka tersenyum, merestui Laura dan Kevin.

__ADS_1


"Sebentar, bukan cuma aku sama Laura yang tunangan kok, masih ada lagi" ucap Kevin membuat semua orang kembali bertanya tanya.


"Silahkan.... Malvin Avana Valerie dengan Larissa Diamanda Rachel" seru Laura, sembari menarik tangan Malvin dan Rachel ke tengah.


Rachel menatap ke sekitar begitu juga dengan Malvin, keduanya masih kebingungan. Namun tak mau lama lama lagi, Malvin langsung memasangkan cincin ke jari manis Rachel, membuat Rachel membelalak kemudian menangis bahagia.


Rachel membalasnya, gadis itu memasangkan cincin ke jari manis Malvin, sungguh hari yang bahagia bagi mereka berempat, Rachel dan Malvin tidak menyangka kalau Kevin dan Laura merencanakan ini semua.


"Wohoo!!!! bestie gue udah tunangan semua!!!" teriak Rafa sembari melompat kegirangan, seperti hilang sudah urat malunya, dilihat oleh banyak orang.


Semuanya tertawa melihat Rafa yang bertingkah lucu.


"Selamat, selamat" ucap Rafa menjabat tangan kedua pasangan tersebut.


Duar!!!!


Truttt!!!!!


Suara petasan dan terompet terdengar meriah dari luar rumah, ternyata Kevin yang meminta teman teman geng motornya datang menyalakan kembang api, mereka juga berdandan layaknya seorang badut dan ondel ondel, merayakan hari bahagia malam ini.


Semua para tamu undangan keluar dari rumah megah tersebut dan melihat para badut dan juga ondel ondel yang beraksi, menjadi tontonan.


"Gue ga nyangka banget!!! kita bakalan tunangan secepat ini, wohooo!!!!" teriak Malvin sembari menggendong Rachel, berputar putar dan tertawa bahagia disaat semua orang keluar rumah.


"Ehhem" Alya berdehem melihat kemesraan Rachel dan Malvin.


"Selamat ya buat kalian berdua, bahagia selalu. Gue titip sahabat gue, jaga dia baik baik, karena kalo udah tunangan pasti ga lama lagi nikah" ucapnya sembari tertawa kecil.


"Elo kapan nyusul?" tanya Malvin sembari menautkan alisnya.


"Kapan kapan, Alya sama gue" saut Rafa sembari tersenyum smirk.


"Apaan sih, gue ga mau sama elo" sinis Alya.


"Hisss lagian siapa juga yang mau sama elo!! gue cuma bercanda" Rafa bergidik geli.


"Bercanda apa beneran? jujur aja lah Rafa.." goda Rachel.


"Gue sama dia? cihh kek ga ada cewek lain aja" Rafa memutar bola matanya.


"Awas sampe lo jatuh cinta sama gue!!" Alya mencubit perut Rafa.


"Aw! Aw!" pekik Rafa, mengelus perutnya berulang kali.


Rachel dan Malvin tertawa terbahak bahak melihat kelucuan Alya dan Rafa, mereka yakin kalau Alya dan Rafa berjodoh.


"Sayangnya.... disaat hari bahagia gue ini, tante Nindi ga bisa liat keponakannya bahagia, dia juga ga bisa ikut merasakan kebahagiaan itu.." ucap Rachel, meneteskan air mata.


"Sabar ya sayang" gumam Malvin sembari mendekap Rachel dalam pelukannya, membiarkan Rachel mencurahkan kesedihannya.


****


Visual.


Larissa Diamanda Rachel



Malvin Avana Valerie



Kevin Alana Valerie



Laura Evelyna Lorenzo



Cleo Julio Rafael



Adrianna Diandra Alya



Aiden Valerie



Silvia Ratnasari



Adnan Lorenzo


__ADS_1


~β€’~


__ADS_2