Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Kevin marah


__ADS_3

Kevin masuk ke kamar Malvin tanpa izin dengan beberapa jajanan Indomaret ditangannya, ia menghamburkan jajanan itu diatas kasur Malvin membuat sang pemilik kesal.


"Mau ngapain lo? jangan bikin kasur gue kotor!" ucap Malvin jutek.


Kevin tertawa renyah dengan mengunyah jajanan tersebut, Kevin pun langsung duduk santai disamping Malvin yang tengah asik bermain ponsel.


"Cieee chatingan sama siapa tuh? serius amat.." celetuk Kevin mengintip ponsel Malvin.


"Kepo amat lu" kesal Malvin menutupi ponselnya.


"Sama Rachel ya?" terka Kevin.


Malvin menggeleng kecil, "ngapain gue chatingan sama dia, buang buang waktu!" balasnya.


Kevin terkejut dengan balasan Malvin, ia mengerutkan keningnya, "kalian berdua kenapa sih? kayaknya dulu kalian deket. selama 1 tahun ini ada masalah apa? cerita dong" ujar Kevin yang penasaran.


"Itu dulu! sekarang udah ga deket lagi. Rachel suka sama gue tapi gue ga suka sama dia, ga tau malu banget masih kejar kejar gue"


Kevin tercengang sejenak, "lo serius? bukannya dia suka sama Rafa ya?" tanya Kevin kebingungan.


"Entah" Malvin mengendikkan bahunya, "mungkin aja dia suka gue sama Rafa, cih murahan"


Kevin memukul kepala Malvin cukup keras menggunakan jajan, "ngaco lo!! ga mungkin Rachel kayak gitu! dia pasti beneran suka sama elo, trus kenapa kalian ga akur cuma karena masalah itu?"


"Ya karena gue ga suka sama dia!! Apa kurang jelas gue ngomongnya?!!!" bentak Malvin.


"Emang dia punya salah lain sama elo hah?!! atau karena elo udah punya cewek?"


"Iya! dan cewek gue lebih baik segalanya daripada Rachel"

__ADS_1


Kevin terdiam sejenak, ia mencoba untuk membaca pikiran Malvin, namun Malvin berusaha tidak memikirkan masalah tentangnya dan Rachel.


'kenapa sih gue ga bisa baca pikiran Malvin' batin Kevin kesal.


"Sejak kapan dia suka sama elo?" tanyanya mencoba memancing.


"Semenjak elo ke Canada"


"What! udah lama dong, trus elo masih tetep aja cuekin dia gitu?"


Malvin menjawabnya dengan anggukan.


"Salah Rachel apa sih vin sama elo? dia itu sempurna. Udah baik, pintar, lembut, gemesin, perhatian lagi. Apa kurangnya dia coba? kenapa elo ga balas perasaan dia?, bukannya elo dulu suka sama dia" ucap Kevin mulai emosi.


"Itu dulu! kalo gue ga suka, yaudah ga suka, ga usah maksa, lagian juga gue udah punya cewek yang lebih perfect"


Malvin memutar bola matanya malas, "ngaco! ya kali gue balikan sama dia. Pacar gue namanya Rini, nih fotonya!" Malvin menyodorkan ponselnya menunjukkan foto Rini ke saudara kembarnya.


"Emang cantik sih, tapi lebih jauh cantikan Rachel. Lo ga bisa milih cewek ya? payah banget, lagian apa yang lo suka dari cewek itu?" ucap Kevin meremehkan.


"Suka itu ga butuh alasan! gue cinta dan sayang sama dia! mau apa?" jawabnya jutek.


"Rachel tau kalo lo udah punya pacar?"


Malvin mengangguk santai. "Bego! tega banget lo vin, gue kan udah bilang setahun yang lalu kalo lo jangan sampai sakitin Rachel! awas aja lo sampek Rachel merasa yang lebih sakit dari ini!" ancam Kevin kesal.


"Ya udah elo aja yang deketin Rachel, ga usah ikut campur urusan gue!"


"Dia sukanya sama elo bukan gue!"

__ADS_1


"Kita kembar bro! apa yang membedakan hah!! lama lama dia bakal suka kok sama elo"


"Lo jahat banget vin! ga mikir lo ya! awas aja suatu saat lo bakal nyesel udah sia siain Rachel!"


"Ga bakalan! udah deh lo pergi sono!" usir Malvin.


Kevin menatap tajam kakak kembarnya, "harus lo ingat! cintanya Rachel itu tulus, bukan murahan! Rachel cuma suka sama elo selama ini, artinya dia tulus. Kalo murahan, dia pasti kejar kejar semua cowok! gue kecewa sama elo.."


Malvin tertawa renyah tak menggubris ucapan Kevin lalu kembali fokus pada ponselnya, sedangkan Kevin keluar dari kamar saudaranya dengan membanting pintu sangat keras.


Duak!!


****


Ini hari kedua Kevin menjadi mahasiswa dikampus tersebut, namun ia memutuskan untuk absen hari ini saat mendengar kabar dari Alya kalau Rachel juga tidak berangkat ke kampus hari ini.


Tok! Tok! Tok!


Kevin mengetuk pintu rumah Rachel, namun beberapa kali mengetuk pintunya tapi tak ada sautan. Ia sedikit bingung saat menyadari rumah Rachel yang nampak berbeda dengan dulu, di dalam rumah tersebut terlihat kotor dan kumuh seperti tidak berpenghuni.


Lalu Kevin mengambil ponselnya yang berada disaku dan menelefon Rachel, ia sudah meminta nomor Rachel saat dikampus kemarin, tak lama panggilan terhubung yang tandanya diangkat oleh Rachel.


πŸ“ž Halo assalamualaikum, hel elo ga ada dirumah ya?


πŸ“ž Waalaikumsalam, Kevin. Ini gue Alya. Rachel udah pindah 6 bulan yang lalu, ntar gue kirim alamat lokasi rumah Rachel yang baru, byee!!


Alya mematikan sambungan telefon, Kevin pun bergegas pergi menuju rumah baru Rachel saat telah dikirim alamat lokasinya oleh Alya lewat nomor Rachel.


~β€’~

__ADS_1


__ADS_2