Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Matematika.


__ADS_3

Sepulang sekolah, Rachel telah berada dirumah mewah keluarga Valerie, seperti biasa, ia berada duduk ditaman depan rumah menikmati sejuknya angin sore ia duduk sendiri sambil membaca buku yang ia bawa, menunggu kedatangan Malvin yang masih mengganti baju.


"Lama?" tanya Malvin yang tiba tiba datang.


Rachel menoleh lalu menggeleng "Ngga terlalu sih" jawabnya.


"Mana bukunya?" tanya Malvin, Rachel pun memberikan buku catatan dan modulnya.


"Mana yang lo ga paham? jangan bilang Lo ga paham semua, ogah gue ngajarin"


Rachel hanya menyengir dan ia menunjukkan bagian materi yang tak ia pahami.


Mengetahui materi yang Rachel tak kuasai, Malvin memutar kedua bola matanya dengan malas "Itu semua gampang hel, elo nya aja yang bego"


Rachel mendengus kesal, "makanya dari yang bego biar pinter gue belajar ke elo" jawab Rachel.


"Udah sttt...."


Malvin pun mulai mengajari Rachel dengan penuh kesabaran, ia mengajarkan setiap rumus beserta cara mengerjakannya.


Rachel mengamatinya mendengarkan setiap pembelajaran yang Malvin ucapkan atau sampaikan dan merangkumnya dalam buku catatan kecil khusus matematika saja.


"Sampe sini paham?" tanya Malvin dengan lembut.


"Bentar, ini kok bisa dapet 265 darimana?"


Malvin sungguh kesal, ia mengacak rambutnya frustasi, menghela nafas dan mulai menjelaskannya kembali.


1 jam berlalu, kini keduanya tampak frustasi dengan 1 mata pelajaran ini, Rachel yang sedari tadi tak paham dan Malvin yang lelah berkali kali mengajari Rachel.

__ADS_1


"Hel, masa lo 1 jam baru paham 1 bagian ini aja" kesal Malvin.


"Makanya lo kalo ngajarin yang ikhlas dan yang bener, masa ngomong cuma seperlunya aja ya mana gue paham, jangan pelit bicara lah" Rachel juga nampak kesal.


"Oke gue ulang lagi, pokoknya elo harus paham titik!"


"Iya"


"Lo kan udah tau rumusnya, jadi tinggal masukin aja kesini, trus tinggal isi aja variabel dan koefisiennya sesuai rumus baru dikali trus dipangkat deh..."


Rachel menyimaknya dengan mencoba latihan latihan soal yang berada dimodul tersebut, penuh ketelitian dan niat.


Hingga 2 jam telah berlalu, Rachel tampak sumringah sepertinya ia sudah mulai paham dengan pelajaran yang terkenal susah ini.


"Malvin makasih banyak ya, elo sabar banget ngajarin gue" ucap Rachel dengan tersenyum simpul.


"Ya" jawabnya singkat.


Malvin hanya membalasnya dengan berdehem malas lalu berjalan pergi meninggalkan Rachel sendiri.


"Ehh gue suruh bayar ga ini?!" teriak Rachel.


Malvin menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.


"Ga usah, tapi kontrak babu lo gue tambah 1 bulan" jawab Malvin dengan smirk nya lalu kembali melanjutkan berjalan.


Rachel mendengus kesal "yah" gumamnya sebal, lalu Rachel pun membereskan semua peralatan alat tulisnya beserta buku bukunya dan ia pun beranjak pergi dari rumah mewah tersebut.


saat akan mengayuh sepedanya, tiba tiba seseorang membuka pintu dan terlihat tante Silvia membuka pintu dengan senyum yang memperlihatkan gigi putihnya.

__ADS_1


Rachel pun turun dari sepedanya dan berjalan menghampiri tante Silvia.


"ehh tante" Rachel mencium punggung tangan tante Silvia.


"apa kabar sayang, tante lama ga liat kamu loh, tadi tante habis dari dapur trus liat Malvin dari luar ehh ternyata ada kamu diluar, kok ga disuruh masuk sih sama Malvin"


"ehe, Alhamdulillah kabar Rachel baik tante, lebih enak diluar sih tante menikmati angin sore, segar.... oh ya kabar tante se keluarga gimana?"


"ya seperti yang kamu lihat, sehat sehat saja" jawab tante Silvia dengan tersenyum simpul.


"nenek gimana kabarnya?"


"sehat, beberapa hari yang lalu dia cari cari kamu, biasanya kamu sering diajak Malvin kerumah nenek ya?"


"iya tante" jawab Rachel dengan senyum canggung.


"hmmm bagus, oh ya ayo masuk dulu nak" ajak tante Silvia.


"maaf tante ngga usah, Rachel langsung pulang aja, soalnya Rachel mau bantu tante Nindi dirumah, toko kue tante Nindi lagi naik omzet"


"Alhamdulillah syukur, ehmm yaudah hati hati ya dijalan, sering sering main kerumah loh, tante juga mau minta ajarin kamu buat kue, nunggu kalo kamu ada waktu luang aja ya" pinta tante Silvia.


"ehh iya tante" Rachel mengangguk cepat.


"Rachel pamit, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Rachel pun mulai mengayuh sepedanya keluar dari area rumah keluarga Valerie.

__ADS_1


"udah sopan, cantik, dari keluarga yang baik baik lagi, suka banget liat Rachel..... tapi anehnya kok bisa Malvin sedekat itu sama Rachel sedangkan sama mama papanya aja ga sedekat itu dan juga sulit diajak ngobrol" gumam tante Silvia.


~•~


__ADS_2