Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Babak Belur


__ADS_3

"elo kenapa chat Rachel pake nomer gue?" tanya Kevin menaikkan satu alisnya.


"Nomer gue di block sama dia" jawab Malvin.


Kevin mengernyit, "di block? serius? kenapa kok bisa di block sama dia? ternyata Rachel se marah itu ke elo. Tapi kayaknya Rachel marah bukan karena lo pacaran sama Rini tapi mestinya ada alasan lainnya juga, apa elo pernah sakiti dia?" tanya Kevin, Malvin hanya diam mengingat.


"Lo pernah hina dia?" terka Kevin lagi.


Malvin mengangguk kecil karena memang ia pernah melakukannya, setiap dirinya kesal pada Rachel, Malvin selalu mencacinya dengan berbagai kalimat cacian yang menyakitkan biar Rachel tak lagi mengganggunya terus.


"Keterlaluan!!" ucap Kevin marah dan langsung memukul pipi Malvin dengan sekuat tenaganya.


"Bilang sama gue!! apa aja yang lo lakuin ke Rachel?!! apa lo sampe pernah buat Rachel sakit?!!" bentak Kevin yang sudah diselimuti amarah jika berhubungan dengan Rachel.


Malvin mengangguk dan teringat saat ia mengunci Rachel digudang belakang kampus, dan pernah membuat Rachel terbentur pilar hingga pingsan, entah mengingat itu semua Malvin sangat menyesal pernah melakukannya.


Kevin yang tau tentang cerita itu dalam pikiran Malvin, ia bertambah marah dan memukuli Malvin habis habisan namun Malvin tak membalasnya karena ia sadar akan perbuatannya dan pantas untuk dipukuli oleh Kevin.


"Gue udah bilang sama elo! jangan sekali sekali sakitin Rachel! tapi elo tega teganya lakuin itu ke Rachel!!" bentaknya.


Bugh!!


Bugh!!!


"Hah.....hah" Kevin mengatur nafasnya, ia takkan menghabisi Malvin karena mau bagaimanapun Malvin adalah saudara kembarnya sendiri.

__ADS_1


Muka Malvin besam semua, sudut matanya bengkak dan pojok bibirnya berdarah.


"Maafin gue kev" gumam Malvin.


Kevin mengusap wajahnya frustasi, mengatur nafasnya dan melihat saudaranya yang babak belur tergeletak di lantai.


"Sekarang lo ikut gue!" ucap Kevin yang hanya diangguki oleh Malvin.


Malvin pun mengekori Kevin pergi, mereka masuk kedalam mobil dan pergi ke tempat yang sudah direncanakan.


****


"Lo ngapain ngajak gue kesini?" ketus Malvin melihat sekitar. Mereka duduk ditrotoar yang menghadap pas kearah tempat hiburan malam itu.


"Ga ada kerjaan aja, nunggu apa sih!" kesal Malvin setelah 15 menit mereka duduk disana tanpa mengobrol.


"Kalian ga mau jawab gue, ya udah gue balik aja" ucap Malvin segera melangkah pergi namun Kevin menahan tangan kiri Malvin, mencegahnya untuk pergi.


"Gue cuma pingin nongkrong gini sama kalian, dan sekalian mengakrabkan diri. Gue bosen dirumah terus sendirian, makanya ajak kalian kesini" ucap Rafa beralasan.


"Udah jam setengah sepuluh bego! kemalaman ini kita belum pulang, ntar mama marah gimana?!" kesal Malvin pada Kevin.


"Udah santai aja kali, lagian cuma sekali kita nongkrong gini ga setiap hari. Kasihan Rafa tuh sendirian dirumah, mama sama papanya ada tugas diluar negeri" ucap Kevin menunjuk Rafa menggunakan dagunya.


"Man-"

__ADS_1


"Stttt!!"


Kevin membelalak melihat sebuah mobil yang beberapa malam ini Kevin dan Rafa amati, Kevin pun langsung mengkode Rafa dengan smirk.


"Wihh gila, Lamborghini vin!! kece pasti yang punya orang kaya tuh" heboh Rafa sengaja memancing Malvin untuk melihatnya.


Malvin memutar bola matanya, ia sama sekali tak tertarik melihat mobil yang dimaksud Rafa karena mobil papanya saja lebih mahal dari Lamborghini yang dimaksud Rafa.


"Wih wih ada cewek cantik bro turun sama om om dari mobil itu!!!" heboh Kevin.


"Cantik banget gila! wihhh gandengan tangan, ehh tapi itu lontong sate bukan sih" timpal Rafa.


"Fa fa liat tuh anjir gila rambutnya di elus, mesra banget" saut Kevin.


Malvin yang awalnya tidak tertarik, lama kelamaan ia penasaran lantas menoleh ke arah yang tadi ditunjuk Kevin dan Rafa, memincingkan matanya melihat siapa cewek yang dimaksud mereka berdua.


"Di cium guys! lo pernah di cium ga vin sama dia?" sindir Kevin.


Malvin membelalakkan matanya dan tangannya mengepal erat saat melihat pacarnya sendiri yang bermesraan dengan seorang om om didepan gedung tempat wanita malam itu.


"Eh eh dikasih apa tuh?" ucap Rafa mempertajam penglihatannya.


"Duit kayaknya bro, banyak banget!! lo pernah dicium Rini ga vin? elo kan udah keluar duit banyak masa ga dikasih kiss sih?!" sindir Kevin menaik turunkan alisnya.


Setelah itu, om om tadi pun kembali masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Rini dengan amplop coklat ditangannya, Rini tersenyum puas menatap amplop tersebut yang isinya penuh dengan uang merah.

__ADS_1


"Bukti aman bro?" tanya Kevin pada Rafa yang hanya diancungkan jempol, ternyata sedari tadi Rafa merekam kejadian itu.


~•~


__ADS_2