
Selama pengobatan, Rachel selalu menemani tantenya didalam ruangan yang hanya memakan waktu 2 jam saja untuk pengobatan Nindi.
Terkadang sepulang dari rumah sakit, Rachel dan yang lain menikmati liburan di Amerika, karena ini kali pertamanya Rachel pergi ke luar negeri.
Laura sebagai calon saudara ipar, ia berusaha membahagiakan Rachel selama di Amerika, mengajaknya berkeliling agar tak terlalu memikirkan pengobatan tantenya.
Hingga 1 bulan berlalu, kabar baiknya Nindi dapat pulih kembali, meskipun kalau diajak mengobrol responnya lambat dan terkadang tidak nyambung, namun Rachel sangat bersyukur bisa kembali tinggal bersama tantenya.
****
Rachel telah kembali ke Indonesia, dirumahnya ada perawat dan 2 satpam suruhan keluarga Valerie untuk menjaga ketat Nindi agar tidak pergi keluyuran, yang ditakutkan akan hilang, karena masih tahap pemulihan.
"Tante, Rachel ke toko dulu ya" ucap Rachel sembari mengelus lembut, kedua tangan tantenya. Nindi hanya mengangguk.
"Sus titip tante ya"
"Iya mbak" jawab sang suster.
Rachel pun keluar dari rumahnya setelah mencium punggung tangan tantenya. Sampai didepan rumah, motornya sudah siap.
"Makasih pak Simon" ucap Rachel sembari tersenyum saat melihat pak Simon memarikirkam motor Rachel didepan rumah.
"Iya neng sama sama, hati hati dijalan" jawab pak Simon.
Rachel mengangguk, masih dengan senyum cerianya, gadis itu mulai mengendarai motornya keluar dari gerbang dan menuju toko kue. Kebetulan sekali, saat Rachel melewati rumah si kembar, Malvin keluar dari gerbang dan mengklakson Rachel.
"I love you!!!" teriak Malvin lalu melajukan motornya.
"Love you too" jawab Rachel sembari tertawa.
****
Sesampainya di toko kue, Savira dan Adinda sudah menunggu didepan toko, toko pun kemudian dibuka dan mereka mulai menata semua kue kue yang Rachel bawa.
Alya dan Rafa datang ke toko Rachel sebelum pergi ke kampus, seperti biasa mereka selalu menyempatkan waktu mengunjungi Rachel ditokonya.
"Rachel!!!" seru Alya sembari memeluk Rachel.
"Makasih banyak ya temen temen udah bantu ngurus toko selama gue di Amerika" ucap Rachel.
__ADS_1
"Iya sama sama hel, oh iya.... penghasilan toko kue lo udah gue transfer ya" timpal Rafa.
"Iya iya, kalian ga ngampus?"
"Bentar lagi, masuknya jam 10 masih lama kok, kita bisa bantu bantu lo dulu disini" jawab Alya.
"Ehh jangan, gue udah banyak ngerepotin kalian. Kalian cukup duduk manis aja, kalo mau makan kue tinggal ambil aja tuh banyak pilihan" Rachel menunjuk kue kue nya yang baru ditata.
"Gue maunya bantu elo" saut Rafa, lalu mengambil kue kue yang lain dan ditata di lemari kaca, Alya pun mengikuti Rafa menata kue kue.
"Ya udah deh terserah, makasih banyak ya"
"Udahlah jangan makasih terus hel, anggap kita saudara lo sendiri, jangan sungkan sungkan" saut Alya.
Tak lama pelanggan pun berdatangan, memesan berbagai jenis kue, Adinda dan Rafa yang melayani, Rachel duduk di kursi kasir, sedangkan Savira dengan Alya berada didapur, membuat jenis kue kue yang berkurang.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, waktunya Rafa dan Alya berangkat ke kampus.
"Hel kita ke berangkat ke kampus ya" ucap Rafa.
"Iya hel, ntar kalo ada waktu, gue balik ke sini lagi" saut Alya sembari melepas celemek yang ia pakai.
****
Selang 15 menit, karena toko sudah mulai sepi kembali, Rachel memutuskan untuk menuju ke kampus sahabatnya berada, untuk memberikan kue pada mereka dan juga bekel untuk Malvin.
"Savira, Dinda.... aku pergi dulu ya, titip toko" ucap Rachel.
"Iya kak!!" jawab keduanya bersamaan.
Rachel pun melajukan motornya menuju kampus. Sesampainya di kampus, Rachel menunggu Kevin keluar dari kelasnya, karena sesuai jadwal, sebentar lagi cowok itu kelar kelas. Benar saja, 5 menit kemudian Kevin keluar dari kelasnya dan disambut hangat oleh Rachel.
"Kevin!!" seru Rachel.
"Rachel, ada apa kok lo ke kampus? elo balik kuliah lagi?" tanya Kevin.
"Enggak, gue cuma mau kasih ini ke elo, kue kesukaan elo" ucap Rachel memberikan sekotak kue kesukaan Kevin, apapun yang berhubungan dengan matcha adalah kesukaan Kevin.
"Wihh, makasih.... padahal gue berharap banget elo balik kuliah lagi" balas Kevin sembari mengambil kotak pemberian Rachel.
__ADS_1
"Nunggu uangnya kumpul dulu" jawab Rachel sembari tersenyum, walaupun sebenarnya dia ingin sekali cepat cepat kembali kuliah dan memiliki gelar sarjana, ia sedikit iri dengan teman temannya yang mampu meneruskan kuliah.
"Semangat!" Kevin tersenyum menampakkan giginya, menyemangati gadis tangguh didepannya itu, Kevin benar benar kagum dengan sosok Rachel.
Rachel tertawa kecil menanggapinya, "yaudah gue ke kelas Malvin dulu ya"
"Oke, gue juga mau ke toilet dulu byee"
Rachel dan Kevin pun berpisah, Rachel menuju ke kelas Malvin, dengan riangnya gadis itu berjalan menuju kelas kekasihnya, meski sedikit terbesit dipikirannya tentang kejadian masa lalu dimana saat Malvin dan Rini bergandengan tangan dari kelas Malvin menuju ke kantin.
Dan lagi lagi, Rachel mengingat saat Malvin mendorongnya hingga kepalanya terbentur ke pilar, dan juga saat dirinya dikunci digudang belakang kampus yang gelap, kumuh dan menakutkan, membuat dirinya sakit berhari hari karena phobianya pada tikus.
Hatinya kembali sakit saya mengingat kejadian itu, namun Rachel mencoba melupakannya, ia mencoba membuka lembaran baru dan melepas semua kejadian buruk dimasa lalu. Gadis itu menghela nafas lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kelas Malvin.
Dari kejauhan Malvin sudah terlihat berdiri didepan kelasnya sembari memainkan ponselnya, namun di arah lain ada seorang gadis yang bercanda dengan temannya hingga tak sengaja menabrak Malvin.
Gadis itu hampir terjatuh, sehingga sontak membuat Malvin menangkap gadis itu agar tak terjatuh ke lantai, keduanya sempat saling tatap beberapa detik sebelum Rachel datang membuyarkan semuanya.
"Ehhem" dehem Rachel, Malvin menoleh ke arah sumber suara dan terkejut saat melihat Rachel datang, cowok itu pun langsung melepas gadis didepannya.
"Maaf" gumam gadis itu.
"Udah puas tatap tatapannya?" sinis Rachel sembari berkacak pinggang.
Malvin hanya diam menunduk, "maaf hel, tadi ga sengaja, dia mau jatuh yaudah gue tangkap kasian kalo jatuh kan" jelas Malvin agar tak terjadi kesalah pahaman.
"Sejak kapan lo punya hati, punya rasa kasihan sama orang lain?"
"Ehh iya iya, mungkin sejak kenal lo. Karena lo udah banyak rubah gue, gue beruntung udah kenal lo bahkan jadi milik lo sekarang" jawab Malvin sembari menggenggam tangan kanan Rachel.
Rachel memutar bola matanya, "nih gue bawain kue kesukaan elo, juga ini ada bekel buat elo"
"Yaudah yuk, kita ke taman. Makan disana, elo suapin gue" Malvin menarik tangan Rachel, membawanya ke taman belakang kampus.
"Bentar! gue mau kasih ini dulu ke Alya sama Rafa"
"Oke, yuk gue antar"
Keduanya pun menuju ke ke kelas Alya dan Rafa untuk memberikan kue kue itu pada mereka. Rachel sangat hafal dengan jenis makanan kesukaan sahabat sahabatnya, terutama Malvin, apa yang dia tidak tau tentang Malvin, semuanya Rachel tau.
__ADS_1
~•~