Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Tas


__ADS_3

Keesokan harinya, istirahat tengah berlangsung, Malvin duduk santai dibangku taman sembari memainkan ponselnya.


"Malvin, kamu pernah pacaran?"


"Malvin, yang dibilang Alya itu bener?"


"Jelasin dong, kok diem?!"


Merasa muak, Malvin pun berlari menjauh dari kerumunan para cewek fansnya yang sedari tadi heboh menanyakan kebenaran tentang ucapan Alya.


"Malvin! kok pergi sih"


Begitulah teriakan para fans Malvin yang tergila gila, mencari kebenaran tentang ucapan Alya.


Sementara di UKS terdapat 2 manusia yang berbeda gender berada dalam 1 ruangan kecil tersebut.


Rachel dan Rafa, mereka berada dalam UKS untuk menyembuhkan luka Rafa yang diakibatkan oleh Rachel kemarin.


"Masih sakit ya? maaf"


Rafa tertawa renyah, "udahlah, ngapain lo minta maaf lagian itu juga ga sengaja, pukulan lo ga sakit"


"Ga mungkin, kalo ga sakit mana mungkin sampe sekarang masih keluar darah"


"Hehe, iya iya...... tapi beneran sekarang udah ga sakit kok, karena elo yang udah nyembuhin luka ini" jawab Rafa menatap dalam mata Rachel dengan tersenyum


Sontak gadis imut tersebut pun salah tingkah ditatap seperti itu oleh Rafa, Rachel pun segera menutup peralatan obat obatan tersebut dan menaruhnya kembali ditempatnya seperti semula.


Mereka berdua pun keluar dari UKS dan mengernyit aneh melihat Malvin yang berlari buru buru menaiki motornya keluar dari area sekolah.


"Loh, kok Malvin pulang duluan, lo pulang naik apa ntar hel?"


"Sepeda, kayak biasanya"


"Yaudah bareng ya, soalnya gue juga naik sepeda ke sekolah" ucap Rafa antusias.


"Oh oke" Rachel mengangguk cepat.


*****


Bel pulang telah berbunyi, Rachel yang baru saja kembali dari toilet dan bertemu Rafa dijalan, mereka pun berjalan bersama menuju ke kelas Rachel untuk mengambil tas milik Rachel.


Saat baru saja melangkah memasuki kelas, Rachel dan Rafa dibuat terkejut dengan melihat tas Rachel yang sudah tergeletak dilantai, dengan penuh guntingan dan juga lumpur, membuat tas tersebut terkoyak tak bisa digunakan lagi.

__ADS_1


Rachel pun buru buru berlari mengambil tasnya dengan raut wajah sendu, Rafa pun ikut berlari menghampiri Rachel, Rafa terlihat geram dan kesal.


"Pasti ulah Alya!" Rafa menggebrak meja.


"Udahlah gapapa, yuk pulang.... gue bisa beli lagi kok" Rachel tersenyum tipis.


"Yakin? elo bisa beli tas lagi kan?"


Rachel mengangguk "iya, gue punya tabungan kok buat beli tas baru" ia tersenyum manis.


Rafa tersenyum tipis menatap iba Rachel, ia juga kagum dengan pola pikir Rachel yang jauh lebih dewasa daripada kawan sebayanya.


"Ayo" Rachel menggenggam tangan Rafa dan keluar dari kelas.


Mereka berdua berjalan berdampingan menuju parkiran, hingga keduanya telah berada di parkiran sekolah dan mulai mengayuh sepeda masing masing.


"Bentar, temenin gue makan ya, gue laper" Rafa memegang tangan kiri Rachel sembari memanyunkan bibirnya.


"Aaaaaa......"


"Kelamaan mikir, mau ya"


Rachel pun mengangguk sebagai jawabannya.


*****


"Makan gih, udah gue beliin" titah Rafa.


Rachel menautkan alisnya dan Rafa mengangguk, akhirnya Rachel pun melahap makanan yang dibelikan oleh Rafa.


Dalam hatinya, ia terus memuji Rafa lelaki yang selama ini ia kagumi, seseorang yang baik, tampan, sempurna, pintar, dan ramah sangat masuk dalam tipe ideal Rachel.


Selesai makan, mereka berdua tak langsung pulang, masih berbincang bincang sebentar agar lebih akrab.


"Malvin sama Alya beneran pernah pacaran ya?" tanya Rachel yang benar benar penasaran.


"Kayaknya iya sih, tapi gue ga tau kebenarannya juga, rumor itu pernah kesebar dulu pas masih awal masuk SMA" jawab Rafa.


Rachel pun mengangguk paham "berarti Malvin itu masih punya perasaan ya?"


Sontak Rafa pun tertawa terbahak bahak "Rachel Rachel...... semua orang itu punya perasaan, kalo soal Malvin kayaknya dia ga beneran suka sama Alya, lo tau sendiri Malvin kayak gimana kan, lo juga denger sendiri Malvin mau pacaran sama Alya buat balas budi" Jelas Rafa.


"Iya juga, biarinlah hidup mereka" balas Rachel.

__ADS_1


"Hel, hp nya masih bisa dipake kan? tapi kok lo ga pernah aktif WA?" tanya Rafa.


Rachel pun menunjukkan cengir kudanya "gue ga bisa cara pake nya, eheh"


Rafa pun menepuk dahinya sembari tertawa kecil "coba sini hp nya?" ia menyodorkan tangannya.


Rachel pun membuka tasnya dan mengambil Handphone yang masih berada dalam kotaknya, Handphone yang masih belum diapa apakan oleh Rachel.


Rafa pun menyalakan handphone nya dan mulai mengajari Rachel tentang semua isi dalam handphone tersebut beserta fungsinya, mereka juga tertawa sesekali karena kepolosan Rachel.


"Kalo udah lama pakai, pasti bisa" Rafa tersenyum simpul.


"Makasih banyak ya Rafa, belum pernah ada temen yang sebaik elo, atau emang gue aja yang ga pernah punya temen"


Rafa terdiam menatap iba pada gadis polos didepannya "iya sama sama, lo nyari temen harusnya"


"Nyari gimana? mereka aja ga mau deket deket sama gue, waktu gue kenalan aja mereka jijik sama gue, padahal gue ga salah apa apa, yang ada bikin gue sakit hati aja" terang Rachel, meski dalam hatinya merasa sangat sakit.


"Yaudah gapapa, ada gue..... kapanpun kita temen" Rafa mengelus kepala Rachel.


"Ehmmm...... iya temen" Rachel tersenyum getir.


'temen doang ya? ga lebih gitu? gue suka sama elo' batin Rachel.


*****


"Assalamualaikum tante, Rachel pulang!!" teriak Rachel memasuki rumah.


Ia pun membuka sepatunya dan tante Nindi berlari menghampiri Rachel.


"Rachel, tas kamu kenapa nak? oh ya luka kamu masih sakit? temen temen kamu jahatin kamu lagi ya?" tante Nindi terlihat sangat cemas.


Rachel mengangguk dan menceritakan kejadian tentang tasnya dan Rachel menceritakan kejadian yang kemarin terjadi, karena saat kemarin pulang sekolah Rachel masih tak berani bercerita pada tante Nindi dan tante Nindi pun tak berani memaksa Rachel untuk bercerita.


Mendengar cerita Rachel yang tanpa dibuat buat, tante Nindi merasa bangga dan kagum, ia memeluk keponakannya tersebut "kamu ga salah sayang, meski mama mu udah ga ada tetapi kamu harus mengharumkan namanya" terang tante Nindi.


Rachel pun mengangguk, "makasih ya tante karena selama ini tante mau ngerawat Rachel"


"Tante malah seneng ada kamu, tante ga sendirian, karena kalo ga ada kamu tante pasti kesepian" tante Nindi mencium pucuk rambut Rachel.


"Mandi dulu gih, pake baju yang bagus, ntar malam kita makan diluar soalnya toko kue tante lagi naik omzet, Alhamdulillah banget"


"Alhamdulillah, yaudah Rachel ke kamar dulu ya tante"

__ADS_1


"iya"


~•~


__ADS_2