Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Malvin egois


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit, ia melangkah masuk kedalam, Rachel sempat tak dibolehkan masuk karena tak mempunyai kartu penunggu pasien namun berkat Aiden, Rachel pun bisa masuk kedalam.


"Malvin yang suruh kamu kesini?" tanya Aiden.


"Iya om" jawab Rachel mengangguk.


Keduanya oergi bersamaan menuju ke ruang rawat Malvin. Hingga akhirnya, keduanya telah sampai didepan ruang rawat Malvin.


"Kamu duluan aja yang jenguk Malvin, saya mau jenguk temen dulu disini" ujar Aiden.


"Iya om" angguk Rachel.


Seperti biasa, sebelum masuk kedalam ruangan Rachel selalu mengetuk pintu lalu mengucap salam biar sopan.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk aja Rachel" saut seseorang dari dalam ruangan.


Rachel pun membuka pintu dan terlihat Malvin yang duduk dengan bersandar diranjang pasien sembari memainkan ponselnya.


"Wihh hp baru tuh" ledek Rachel sembari munutup pintu.


Malvin menautkan satu alisnya. "Kenapa? mau juga?" balas Malvin.


"Engga kok, hp gue juga masih bagus dari Rafa" jawab Rachel.


Malvin memutar bola matanya, moodnya berubah buruk seketika saat mendengar nama Rafa, lalu ia pun meletakkan hp nya diatas nakas.


"Kenapa lo telat? tadi gue chat lo kan harus datang jam 4 pas, sekarang jam 4 lebih 3 menit.." ucap Malvin.


Rachel menghela nafas "ya ampun vin, cuma telat 3 menit doang" kesal Rachel dengan melemparkan tas nya ke sofa.

__ADS_1


"Trus kalo gue telat, mau lo apain hah?, udah deh stop jangan mempersulit hidup gue vin, gue udah hidup susah" oceh Rachel.


"Makanya belajar biar pinter, biar masa depan lo cerah. Mau hidup pake apa lo kalo lo bodoh dan ga ada masa depan?, beda lagi kalo jodoh lo itu gue pasti masa depan lo terjamin" balas Malvin.


Sontak Rachel membelalakkan matanya terkejut, entah kenapa kata kata Malvin bisa membuatnya deg deg an, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Ga jelas lu, kalo ngomong suka ngasal, diatur dulu kalo ngomong ya.." saut Rachel.


"Bodoamat, mulut mulut gue kenapa lo yang sewot" balas Malvin membuat Rachel hanya dapat mengelus dada, sabar menghadapi lelaki egois didepannya.


"Udah deh, jadi tujuan lo panggil gue kesini buat apa?" tanya Rachel.


"Temenin gue, gue butuh temen ngobrol"


"Tumben mau ngobrol, biasanya cuma diem"


"Serah gue"


"Malvin!" panggilnya, sontak membuat Rachel dan Malvin menoleh secara bersamaan menatap Kevin.


"Ini buat lo, ini pake uang gue sendiri jadi ini khusus buat lo dari gue!" Kevin memberikan buah buahan tersebut pada saudara kembarnya.


"Makasih" jutek Malvin yang hanya dibalas anggukan oleh Kevin.


Begitulah. selama Malvin dirumah sakit, Rachel selalu datang untuk menemani Malvin, dengan begitu bisa mengurangi rasa bersalah Rachel.


"Lo udah enakan? buruan sembuh biar cepet pulang" ucap Kevin sembari mengupaskan buah jeruk untuk saudara kembarnya.


"Udah mendingan sih, cuma ya masih susah buat jalan" jawab Malvin.


"Seneng deh liat kalian akur" sela Rachel sembari tersenyum simpul.

__ADS_1


"Hel, lo udah lama belum disini?" tanya Kevin.


"Barusan, ga lama lo dateng" jawab Rachel.


"Ohh.... sebenarnya gue mau temenin Malvin, berhubung ada lo disini yaudah gue pulang ya, mau ngegame hehe"


"Iya, pulang aja gapapa kok.... gue temenin Malvin.."


"Jaga kakak gue baik baik ya, makasih banyak hel" Kevin tersenyum pada Rachel, Rachel hanya mengangguk. "Nih makan jeruknya" Kevin memberikan jeruk yang sudah dikupas pada Malvin.


"Gue pulang byee" Kevin melambaikan tangannya pada Rachel dan Malvin.


"Hati hati dijalan" saut Rachel yang hanya diancungi jempol oleh Kevin.


****


3 hari kemudian, Malvin telah dibolehkan pulang kerumah, Rachel mengantarkan Malvin kerumahnya bersama dengan Kevin dan tante Silvia, tidak dengan Aiden yang sibuk dikantor. setelah mengantarkan Malvin pulang, Rachel pun kembali pulang kerumahnya.


Saat tepat didepan rumahnya, Rachel terkejut melihat kedatangan Rafa yang tiba tiba, dia berada duduk diatas motornya sembari memainkan kunci motornya.


"Rafa, ngapain lo kesini?" tanya Rachel.


Rafa pun mendongak "eh Rachel, elo darimana? gue telfon sama gue chat wa ga dibales bales.." tanya balik Rafa.


"Ya ampun maaf. Gue habis nemenin Malvin dirumah sakit seperti biasa, dan sekarang Malvin udah boleh pulang, gue baru aja pulang dari rumahnya. Ga sempet buka hp" jelas Rachel.


Rafa tersenyum, "yaudah gapapa kok".


"Jalan jalan yuk? lama ga jalan jalan berdua.." ajak Rafa.


Rachel tertawa kecil lalu ia mengangguk dan naik keatas motor Rafa. Memang beberapa hari ini Rachel sibuk menemani Malvin dirumahsakit sehingga ia kehilangan banyak waktu untuk berduaan dengan Rafa, Rachel memang merindukan Rafa akhir akhir ini, merindukan momen kebersamaan mereka juga.

__ADS_1


~•~


__ADS_2