Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Mandiri


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Rachel langsung memberikan uang dari kue yang dibeli tante Silvia tadi pada tante Nindi, lalu dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Sekarang jam telah menunjukkan pukul 16.00 Rachel bergegas cepat cepat melaksanakan sholat ashar sebelum waktu ashar telah habis.


Selesai sholat ashar, dia membantu tante nya didapur memasak untuk mereka makan malam sesudah sholat Maghrib.


Rachel tak hanya membantu didapur, dia juga membantu menyapu rumah, menyiram tanaman dan juga menyapu halaman depan rumah.


Setelah selesai melakukan tugas rumah, Rachel memilih untuk membersihkan badannya, mandi.


Selepas mandi, Rachel menonton televisi sembari menunggu adzan Maghrib tiba, Rachel tak memiliki handphone yang bisa ia mainkan, jangankan membeli handphone, untuk makan saja sangat susah.


Kegiatan Rachel memang seperti itu setiap hari, slalu membantu tante nya, menyelesaikan tugas sekolah, belajar, dan terkadang jika ada waktu luang, ia menonton televisi sebagai hiburannya.


"Tante jangan kecapekan, istirahat dulu jangan terlalu dipaksain buat kue nya" Rachel merasa kasihan melihat tante nya yang masih bekerja keras membuat kue untuk ia jual besok di toko nya.


Tante Nindi sangat berjuang keras, ia bekerja keras untuk menghidupi Rachel, banting tulang membiayai sekolah dan hidup Rachel, meskipun Rachel masuk kedalam sekolah yang ter favorit menggunakan beasiswa.


Tetapi masih ada saja yang harus dibayar untuk keperluan sekolahnya, dia juga harus memberi uang jajan untuk Rachel setiap harinya, meskipun itu tak terlalu banyak tetapi itu cukup untuk Rachel yang mengerti sulitnya mencari uang.


Tante Nindi membalas ucapan Rachel dengan anggukan kecil dan masih tetap melanjutkan membuat kue.


Rachel berniat membantu tante nya tetapi dia akan membantu tante nindi setelah ia selesai belajar.


...****...


Adzan Maghrib telah tiba, Rachel dan tante Nindi melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, mereka sholat Maghrib berjamaah.


Setelah selesai sholat maghrib, Rachel dan tante Nindi memulai makan malam mereka dengan makanan yang sederhana, yaitu tempe dengan sambal saja tetapi mereka sangat bersyukur dengan nikmat tersebut.

__ADS_1


20 menit kemudian, makan malam telah selesai, Rachel membantu mencuci piring piring kotor, setelahnya ia pun belajar untuk mata pelajaran besok.


Ia belajar dengan sangat serius dan fokus, karena cita citanya yang ingin menjadi orang yang sukses, dia harus menjadi anak yang cerdas dan pintar dalam berbicara, dia ingin menjadi desainer ternama seperti tante Silvia.


Hingga 1 setengah jam kemudian, Rachel telah selesai belajar, dia menghampiri tantenya yang masih sibuk dengan pekerjaannya didapur.


Tanpa pikir panjang, Rachel pun membantu membuat kue, dari kelas 5 SD Rachel sudah dibimbing membuat kue oleh tantenya, hingga kini Rachel kelas 11 SMA dia sudah mahir membuat kue sendiri tanpa bantuan tantenya.


Bahkan kue yang dia buat rasanya sama persis seperti kue buatan tante nya, rasanya sama sama enak membuat orang yang membelinya ketagihan.


Tante Nindi tak melarang Rachel membantunya, dia membiarkan Rachel membantunya sebisa yang dia bisa, jika dia lelah maka dia akan berhenti sendiri.


'Rachel janji tante, kalo suatu saat nanti Rachel jadi orang sukses, Rachel akan menuruti semua permintaan tante, Rachel akan membahagiakan tante dan ga akan ngebiarin tante capek capek kerja begini, cukup Rachel yang bekerja dan tante yang menikmati hasilnya' Rachel berjanji pada dirinya sendiri, ia ingin membalas budi semua kerja keras tantenya selama ini yang telah menghidupinya dengan penuh kasih sayang.


Selama Rachel membantu tantenya, tak ada rasa kesal sekalipun dihatinya, dia slalu riang gembira dan ikhlas membantu menyelesaikan semua pekerjaan rumah dengan perasaan tanpa beban dan paksaan.


Rachel memanglah anak yang didik mandiri sejak dia kecil bahkan sebelum kedua orang tuanya meninggal dia sudah mandiri.


Jam telah menunjukkan pukul 21.30 semua kue telah selesai dibuat, mereka segera melaksanakan sholat isya berjamaah lebih dulu.


Selesai sholat, tante Nindi yang sangat kelelahan, dia tidur lebih dulu di kamarnya, sedangkan Rachel yang masih belum mengantuk, banyak sekali beban pikiran yang ada di kepalanya saat ini, dia masih melamun sendiri diruang tamu seraya menatap keluar jendela.


Entah apa yang dia pikirkan saat ini, hingga membuatnya terhanyut ke dalam lamunan.


Sekarang sudah pukul 11.00 namun tiba tiba perut Rachel terasa sangat lapar, ia pergi ke dapur untuk melihat nasi dan lauk pauk namun ternyata semuanya kosong telah habis dimakan tadi.


Karena ia tak tahan menahan rasa lapar diperutnya, dia pun mengambil beberapa uang jajan yang ia sisihkan, lalu keluar dari rumah mencari warung yang masih buka.


"Semoga masih ada yang buka" gumamnya dengan riang berjalan sendiri di kegelapan malam tetapi masih ada beberapa cahaya dari sorot lampu lampu jalanan komplek.

__ADS_1


Ia menuju ke warung terdekat dari rumahnya, ada beberapa warung disana yang sudah tutup, entah kenapa hari ini warung tersebut tutup dengan cepat, biasanya warung warung tersebut tutup jam 12 lewat.


Rachel pasrah, ia pun berjalan kembali ke arah pulang rumahnya, namun tiba tiba suara bel motor mengagetkannya, membuatnya refleks menoleh ke belakang.


'Rafa' batin Rachel saat melihat seseorang yang menaiki motor tersebut.


Ia pun tersenyum simpul mendapati pangeran yang ia cintai berada didepannya. Rafa turun dari motor dan mengobrol sebentar dengan Rachel.


"Kenapa malem malem ada diluar? Angin malem ngga baik loh buat kesehatan" tanya Rafa yang begitu perhatian.


Rachel menggeleng terpatah patah.


"Lagi apa tumben keluar rumah malem malem?" tanyanya lagi.


"Ta-tadi habis nyari makanan, ternyata warung tutup semua yaudah gue balik lagi" jawab Rachel.


"Oh gitu, tadi gue juga habis cari makanan, warungnya juga udah tutup semua disekitar sini"


"Ehmm gimana kalo elo ikut gue aja cari warung yang gak terlalu jauh dari sini siapa tau ada yang buka" ajak Rafa.


Matanya berbinar binar, perasaannya sangat senang saat Rafa mengajaknya, tetapi dia bingung apakah harus ikut atau tidak.


Rachel masih belum meminta izin pada tante nya, keluar rumah tanpa izin membuatnya takut tantenya khawatir tentang dirinya.


Namun kesempatan tak datang 2 kali, Rachel pun menerima ajakan Rafa, tetapi ia memilih untuk kembali mengunci rumahnya lebih dulu.


Selesai mengunci rumahnya, dia pun naik keatas jok motor Rafa, dan mereka mulai menyusuri kota dimalam hari mencari warung yang masih buka dimalam hari.


Rumah Rafa dan Rachel memang dekat, tak heran jika mereka tiba tiba bertemu, hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk Rachel datang ke rumah Rafa begitu juga sebaliknya, rumah mereka hanya beda gang saja.

__ADS_1


~•~


__ADS_2