Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
air mancur


__ADS_3

~Happy Reading πŸ€—~


Dimalam ini, Rachel dan tante Nindi berada dirumah makan yang tak terlalu mewah juga tak terlalu sederhana, mereka memesan beberapa makanan.


Mereka memakannya dengan lahap, dengan sesekali diiringi dengan obrolan.


Saat mereka telah selesai makan, tante Nindi pun membayarnya, keduanya tak langsung pulang melainkan memilih untuk pergi ke toko tas lebih dulu, membelikan tas baru untuk Rachel.


selesai membeli tas, mereka menuju ke alun alun kota untuk melihat air mancur yang indah.


"Tante, dulu Rachel liat air mancur ini bareng mama sama ayah tapi...... sekarang Rachel liat air mancur ini sama tante, dan air mancur ini udah banyak perubahan bahkan alun alun kota juga" ucap Rachel dengan mata yang berkaca kaca.


"Iya sayang, meskipun orangtua kamu ga ada disisi kamu, kan masih ada tante yang akan slalu menyayangi Rachel" tante nindi memeluk keponakannya.


Rachel mengangguk dan mengusap air matanya yang sudah terjatuh.


"Tante, Rachel masih belum bisa bahagiain mama sama ayah apakah Rachel anak yang ga berbakti?"


Tante Nindi menggeleng "engga sayang, kamu jadi anak yang baik, suka menolong, rajin sholat, ngaji, dan juga doakan orangtua mu selalu itu udah bisa bahagiain orangtua kamu kok"


Rachel mengangguk "makasih tante"


"Yaudah pulang yuk udah jam 10 malam besok kamu sekolah, juga angin malam ga baik bagi kesehatan" ajak yante Nindi.


*****


Pagi ini semua kembali normal, memikirkan pembelajaran yang membuat otak panas, Rachel dibuat frustasi dengan pembelajaran yang semakin membuatnya bingung.


Di jam istirahat, Rachel menghampiri Malvin yang duduk sendiri dibangku taman.


"Malvin" panggilnya.


Merasa namanya dipanggil, Malvin pun menoleh ke arah sumber suara. Rachel pun duduk disebelah Malvin.


"Boleh ga gue minta tolong ke elo?" tanya Rachel.


"Ga mau, yang bosnya siapa?" jawab Malvin dengan wajah datar.


Rachel pun terdiam "Vin ayolah, ini bukan masalah bos dan babunya! gue minta tolong ke elo sebagai teman" Rachel terlihat kesal.


"Teman?" Malvin menoleh kearah kanan menatap Rachel.


Rachel mengangguk cepat "iya, kan lo yang bilang sendiri kalo kita teman" jawab Rachel.

__ADS_1


Malvin menghembuskan nafas kasar "mau minta tolong apa?"


"Emmmm..... boleh ga elo ajarin gue matematika, jujur ini susah banget bagi gue, gue sampek pusing bingung banget, mana bentar lagi ujian kenaikan kelas lagi" pinta Rachel.


"Kenapa ga minta ajarin Rafa aja?" ucap Malvin dengan nada tak bersahabat.


"Gue udah banyak ngerepotin dia, lagian kalo dia sama lo masih jagoan lo dalam bidang pengetahuan..."


"Kalo gue sama Rafa gantengan siapa?"


Rachel dibuat terkesiap dengan pertanyaan Malvin.


'ehh sejak kapan beruang kutub jadi genit gini' batin Rachel menatap aneh.


"Gue genit?"


"Ehh..... enggak, lo salah denger kali"


"Trus gimana jawabannya?"


"Emang harus gitu buat dijawab?"


Malvin pun mengangguk dan menatap dalam mata Rachel membuat Rachel salah tingkah dan mundur berjaga jarak.


Malvin pun tersenyum tipis.


"Tapi, gue sukanya ke Rafa" lanjut Rachel membuat Malvin badmood.


"Yaudah, minta tolong ke Rafa aja sono" ucap Malvin yang berdiri dan meninggalkan Rachel sendiri.


"Emang gue salah ngomong ya? masa dia ngambek? kayaknya dia udah tau deh kalo gue suka ke Rafa tapi kenapa dia harus marah? aneh" Rachel terlihat kebingungan dan berlari menyusul Malvin yang mulai menjauh.


"Malvin, tunggu!!" teriak Rachel berlari menyusul Malvin.


Bugh!


Rachel terjatuh tersungkur ditanah "akhhh" rintih Rachel dan mendongak melihat ketiga gadis pembawa onar yang sedang tertawa terbahak bahak.


"Alya, kenapa sih lo selalu jahatin gue, salah gue apa!?"


Alya berkacak pinggang "ternyata lo masih deketin Malvin?"


Rachel pun berdiri dan mengusap rok dan baju nya yang kotor, lalu ia pun menatap Alya kesal.

__ADS_1


"Gue ga deketin Malvin, gue cuma mau minta tolong ajarin matematika aja!" jawab Rachel.


"Halah! modus lu" ucap Nina mendorong tubuh Rachel.


"Alya!"


Sontak Alya beserta kedua temannya dan juga Rachel mereka berempat menoleh kearah sumber suara.


Tampak Malvin yang berlari ke arah mereka membantu Rachel berdiri.


"Ihh, lo kok malah nolongin si Rachel sih" Alya tampak kesal, ia menghentak hentakkan kakinya ke tanah.


"Jangan kasar! gue bisa aja lakuin perlakuan lo ke Rachel" ancam Malvin.


Alya berdecak kesal. "Soal balas budi lo nolongin nenek gue, itu semua udah kelar! lo paham? kejadian itu udah lama!" tegas Malvin dan menggandeng tangan Rachel pergi menjauh.


"Dasar ******!" teriak Alya.


****


"Sakit?" tanya Malvin melihat Rachel yang sedari tadi memegangi kaki nya, susah berjalan.


"Ga terlalu sih, gue ke UKS ya" pamit Rachel.


Rachel pun berjalan menuju UKS. "Tunggu!" ucap Malvin.


Rachel pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Ntar sore jangan pulang dulu, gue ajarin lo MTK di rumah" ucap Malvin.


Wajah Rachel terlihat sumringah, ia pun mengangguk cepat "makasih banyak Malvin"


Malvin mengangguk dan berjalan pergi, Rachel pun melanjutkan perjalanannya menuju ke UKS untuk mengobati lukanya.


Budayakan like, komen dan vote.


Favoritkan cerita ini supaya ga ketinggalan up terbaru, dan juga kasih hadiah, apapun hadiahnya author sangat berterimakasih.


dengan kalian memberikan like, author sangat berterimakasih karena kalian menghargai usaha author membuat cerita ini.


sehat slalu βœ¨πŸ’•πŸ₯°


~β€’~

__ADS_1


__ADS_2