
Hari ini tepatnya dihari Selasa adalah hari pertama ospek mahasiswa mahasiswi baru. Rachel sudah siap berangkat ke kampus menggunakan sepeda motor matic sqoopy berwana biru muda yang ia beli dengan uang tabungannya sendiri, menabung sejak pertama kali masuk SMP dari uang sakunya yang diberikan oleh tantenya selama sekolah. Rachel mengambil jurusan ekonomi.
Rachel memarkirkan motornya diparkiran kampus, lalu mencari ruang kelasnya. Setelah menemukan ruang kelasnya, ia meletakkan tas disamping seorang cewek berambut panjang yang berwarna hitam pekat dengan bentuk wajah yang sangat cantik bak artis Korea.
"Hai" sapanya. "Kenalin nama gue Rini, siapa nama elo?" tanyanya sembari mengulurkan tangannya mendekat kearah Rachel.
Rachel tersenyum membalasnya sembari membalas uluran Rini, "Rachel, semoga kita bisa temenan.." jawab Rachel sangat ramah.
Rini mengangguk, cewek tersebut nampak sangat senang telah mendapatkan teman baru, begitu juga dengan Rachel.
Ia pun memilih untuk keluar kelas dan mencari keberadaan Malvin.
"Malvin jurusan apa ya?" gumamnya.
Ia pun mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya dan mengirimkan pesan untuk Malvin meskipun selama ini Malvin hanya membaca pesannya dan tak pernah membalasnya, namun ia takkan menyerah begitu saja, ia tetap berusaha meluluhkan hati Malvin.
"Ohh, tanya Alya aja deh mungkin dia tau.."
Rachel pun beralih menelefon Alya, hanya butuh 1 detik saja Alya menjawab telfon Rachel.
π Halo Hel? ada apa? gue lagi ada dimobil perjalanan ke kampus, bentar lagi sampai kok
π Oh Alya, lo tau ngga Malvin jurusan apa?
π kedokteran, udah dulu ya ntar dilanjut lagi pas gue udah sampai, byee...
Tut.... panggilan telefon telah diputuskan oleh Alya.
Rachel kembali menghampiri Rini yang berada didalam kelas, duduk bermain handphone.
"Rini lo tau ga anak Kedokteran kumpulnya dimana?" tanya Rachel.
__ADS_1
Rini menggeleng, "kita sama sama mahasiswi baru disini, gue juga ga tau dimana. 5 menit lagi ospeknya mulai nih.... yuk ke aula aja!" ajak Rini yang hanya diangguki oleh Rachel.
Selama perjalanan menuju aula, Rachel menoleh kesana kemari mencari keberadaan seseorang.
"Alya belum sampai ya?" gumamnya mencari keberadaan sahabatnya.
Sesampai di aula, ia melihat hanya ada anak ekonomi saja disana. Rachel terlihat sendu saat tak bertemu Malvin hari ini dikampus.
Rini menggandeng tangan Rachel dan mengajaknya duduk dibangku depan. Rachel melihat Rafa yang duduk diantara teman teman barunya yang lain, Rafa memilih jurusan yang sama dengan Rachel yaitu ekonomi, sejenak ia menampilkan senyuman pada Rafa lalu beralih menatap ke depan.
****
Setelah beberapa jam, akhirnya selesai juga. Tak ada pelajaran untuk hari ini karena hari ini hanya untuk masa pengenalan lingkungan kampus dan juga berkenalan mengakrabkan diri dengan teman teman satu jurusan. Setelah semua selesai, Rachel pun menggendong tasnya dan keluar dari kelas.
Lalu Rachel menghampiri Rafa yang sedang berjalan bersama teman teman barunya, "Rafa!!!" panggilnya sehinggnya membuat Rafa dan teman temannya menoleh ke sumber suara.
"Guys, duluan aja. Gue mau ngobrol sama temen gue dulu" ucap Rafa meminta teman temannya pulang lebih dulu.
Rafa mengernyit, "kenapa ga dari SMA aja belajar basketnya hel? elo kesambet apa hel minta ajarin basket?" tanya Rafa heran.
"Jadi gini... Malvin kan suka sama cewek yang pinter basket, jadi gue mau belajar basket. Bantuin ya please.." pintanya sembari membuat wajah imut membuat Rafa tak tahan, dan langsung menyetujui permintaan Rachel.
"Tapi hel, orang yang bener bener tulus dan cinta itu bakal nerima elo apa adanya, nerima kekurangan lo. Ga harus sesuai dengan kriterianya, dan elo ga harus jadi apa yang dia sukai. Jadi orang lain itu susah loh hel, suatu saat elo pasti lelah dan memilih untuk berhenti kejar Malvin" terang Rafa.
"Iya fa gue tau memang susah, tapi gue harus berjuang buktiin cinta gue ke dia" jawab Rachel.
Rafa menghela nafas, "Hmmm... yaudah terserah elo aja, jadi mau kapan dan dimana belajar basketnya?"
"Sekarang aja gapapa kan?"
"Iya, mau dimana?"
__ADS_1
Rachel mengernyit, "ya mana gue tau dimana ada tempat buat main basket.."
Rafa tertawa kecil sembari menepuk dahinya, "oh iya lupa, oke gimana kalo kita ke belakang kampus aja, tadi gue liat disana ada lapangan basket, ada beberap anak juga yang main basket disana" ujar Rafa.
Rachel megangguk cepat dengan antusias, lalu keduanya pun berjalan menuju ke belakang kampus. Hingga akhirnya mereka telah sampai dibelakang kampus yang ternyata memiliki lapangan basket yang luas, 15 menit mereka berdua berjalan kesana karena saking luasnya kampus.
"Bro boleh pinjam bola nya?" pinta Rafa dengan ramah.
Salah satu dari 5 anak yang sedang bermain basket itu menoleh kearah Rafa dan Rachel. "Siapa lo?" tanyanya menyelidik.
"Nama gue Rafa dan ini temen gue Rachel, kita mahasiswa dan mahasiswi baru kampus ini" jawab Rafa berjabat tangan dan dibalas oleh mereka.
Rafa memang seseorang yang mudah akrab dengan siapapun. "Nih bolanya, gue bawa 2 kok. Mau buat apa emangnya?" tanya salah satu dari mereka.
"Makasih, ini mau ngajarin sahabat gue"
Lalu Rachel dan Rafa menuju ke ring lainnya untuk berlatih sendiri.
"Ini diapain?" tanya Rachel kebingungan.
"Coba lo lempar bola itu ke ring!" titah Rafa menunjuk ring diatasnya.
Rachel mendongak lalu mengangguk dan sekuat tenaganya melempar bola basket itu ke ring. Namun bukanya masuk ring, saking kuatnya Rachel melempar hingga bola tersebut melewati pagar dan keluar dari area kampus.
"Loh, ehh maap" ucap Rachel tercengang.
Rafa tersenyum getir, "elo tunggu sini, gue ambil bolanya dulu. Jangan kemana mana loh!" ujar Rafa.
"Oke"
Lalu Rafa pun berlari mencari bola basket yang keluar dari area kampus tersebut.
__ADS_1
~β’~