
Rachel akan kembali membuka toko kue milik tante Nindi, ini kali pertamanya dia bekerja sendirian. Toko yang lama tak terurus, kini sudah diperbaiki dan dirias kembali seperti semula.
Kevin, Alya, dan Rafa ikut membantu Rachel membersihkan toko, kemudian ikut merayakan dalam pembukaan toko milik Rachel, sayangnya Malvin tidak bisa datang karena ada kelas pagi.
Pembukaan telah dilaksanakan, banyak orang yang sudah menunggu pembukaan tersebut apalagi para pelanggan setia, setelah sekian lama toko kue ditutup, Rachel sangat merindukan vibes dimana saat dirinya membantu tante Nindi menjual kue kue.
'tante pasti suka liat tokonya ramai' batin Rachel dengan tatapan sendu.
"Rachel!! semangat!" seru ketiga sahabatnya seolah tau kalau Rachel bersedih. Rachel tersenyum, lalu mengangguk dan kembali fokus berjualan.
"Yang jualan cantik!!" ucap salah pelanggan laki laki yang tak dikenal. "Udah punya pacar belum neng?" tanyanya dengan genit.
"Sayang!! ini kue nya" saut Kevin membawa nampan berisi kue, sengaja agar lelaki itu tak menggoda Rachel.
Rachel menoleh menatap Kevin, "oh iya, makasih ya sayang!!" Rachel tersenyum kemudian mengambil nampan berisi kue yang dipegang Kevin.
Lelaki tersebut pun terdiam, mengambil pesanannya dengan kasar, lalu cepat cepat keluar dari toko.
Rachel dan Kevin tertawa kecil, "makasih ya" bisik Rachel, Kevin hanya mengangguk dan kembali dalam pekerjaan masing masing.
****
Tepat pukul 12 siang. Malvin telah selesai kelas, ia langsung menuju ke toko kue milik Rachel. Bersamaan, tepat disaat Malvin baru datang, Kevin hendak pergi menuju kampus.
"Maaf gue telat ya..." gumam Malvin menghampiri Rachel yang sibuk di kasir.
Rachel mendongak lalu mengangguk, "iya gapapa", kemudian gadis itu berjalan ke arah dapur, rupanya sekarang waktunya bergantian, Alya yang menjaga kasir dan Rachel yang membuat kue didapur bersama Rafa.
Malvin yang tau kalau Rachel akan bersama Rafa berdua didapur, ia takkan membiarkannya, Malvin pun ikut ke dapur, ia rela bajunya kotor terkena tepung asal Rachel tidak berduaan bersama Rafa.
__ADS_1
"Elo yang bagian antar kue ke depan ya, sekalian ditata.." titah Rachel pada Malvin.
"Ga mau! dia aja yang antar kue ke depan, gue disini aja!" tolak Malvin, egois.
"Elo itu niat bantuin gue apa enggak sih?!" Rachel berkacak pinggang, rasanya melelahkan berurusan dengan Malvin.
"Niat lah"
"Ya udah elo yang bagian antar kue ke depan, Rafa disini sama gue, buat kue.."
"Gue aja yang buat kue sama elo, biar dia yang antar ke depan hel.."
"Emang elo bisa buat kue?" tanya Rachel tak yakin dengan ucapan Malvin.
"Ehmmm... bisa dong!" jawab Malvin dengan percaya diri.
Rachel menatap menyelidik, sebenarnya dia tidak yakin dengan ucapan Malvin, yang ada nantinya kue nya jadi tidak laku kalau Malvin yang buat. Namun mau bagaimana lagi, jika mereka didapur semua, maka tak ada yang mengantarkan kue kue ke depan.
"Siap bu bos" Rafa pun berjalan ke depan sembari membawa nampan berisi kue.
Didapur hanya ada Malvin dan Rachel, Malvin sungguh merepotkan, karena dia memang tidak bisa membuat kue.
"Hel, ini yang namanya mixer mana?" tanya Malvin kebingungan.
"Itu disebelah lo pas!" balas Rachel.
Malvin pun kembali mencari dan mulai membuat adonan kue sesuai di resep, namun adonan tersebut berantakan kemana mana, membuat Rachel naik darah melihat Malvin yang seperti bocah.
"Malvin!! itu berantakan semua!!" kesal Rachel.
__ADS_1
Malvin terdiam menatap Rachel, tangan dan wajahnya belepotan adonan kue.
"Vin... hidung lo" ucap Rachel menahan tawa.
"Apa?" tanyanya sembari menautkan alisnya. Malvin pun meraba hidungnya, bukannya bersih, yang ada hidungnya makin dipenuhi dengan adonan kue yang ada ditangannya.
"Hahahah" Rachel terkekeh geli, gadis itu pun langsung mengambil tisu kemudian mengusap hidung dan pipi Malvin yang belepotan adonan kue.
"Turunan dikit" ucap Rachel berjinjit, badannya dengan badan Malvin sungguh jauh berbeda, Malvin sangat tinggi sehingga susah untuk Rachel mengusap wajah Malvin.
Malvin pun menurunkan badannya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Rachel, lalu Rachel pun mengusap area wajah yang terdapat adonan kuenya.
Tiba tiba, kedua manik mata mereka saling bertemu, mereka saling tatap, tak hentinya mereka bertatapan.
Tring!
"Gosong!!!" teriak Rafa membubarkan segalanya.
Rupanya, kue kue didalam oven sudah gosong, tak terasa 10 menit lamanya Rachel dan Malvin saling bertatapan, sehingga membuat mereka tak menyadari kalau kue kue sudah waktunya diangkat.
Rachel dan Malvin pun berlari mendekat ke arah Rafa, "Yahh, gosong..." gumam Rachel mengeluarkan kue kue gosong itu dari oven.
"Kalian pacaran mulu sih! yang fokus dong, kalo gini kan rugi terus sayang banget tuh kue kue nya" oceh Rafa.
"Ya maaf... lagian kita ga pacaran!" jawab Rachel.
"Yaudah sekarang fokus, semangat kita buat kue lagi! heh vin! elo yang antar kue ke depan aja, gue yang disini.... ntar dibiarin, kue gosong gosong terus" tegas Rafa.
Mau tak mau Malvin pun menuruti perintah Rafa, karena ia juga tak ingin fokus Rachel teralihkan padanya dan membuat dagangannya rugi.
__ADS_1
~•~