
Seperti hari kemarin, Rachel dengan penuh semangat kembali membuka toko kue dan berharap akan ada banyak pembeli yang datang.
Untuk hari ini. Rafa, Alya dan Kevin tidak bisa membantu Rachel karena ada kelas yang bersamaan, sehingga Rachel harus sendiri membuka tokonya.
'kalo toko ramai, pasti gue kewalahan. gue harus cari karyawan' batin Rachel.
Sebelum pembeli mulai berdatangan, Rachel membuat tulisan terlebih dulu yang bertuliskan 'DIBUTUHKAN KARYAWATI' yang dipasang dijendela kaca depan.
Pembeli pun mulai berdatangan setelah 10 menit toko dibuka, Rachel telah menyiapkan banyak kue agar dirinya tidak kewalahan melayani para pembeli.
Tepat diwaktu sibuk sibuknya Rachel melayani banyak pembeli, tiba tiba Malvin datang ke toko untuk membantu Rachel.
"Gue yang disini, elo didapur aja" titah Malvin yang hanya diangguki oleh Rachel.
'untung aja Malvin datang diwaktu yang tepat' batin Rachel, ia mulai kembali membuat kue yang stoknya kosong.
"Abangnya ganteng banget, udah punya pacar belum?" goda seorang cewek dengan perawakan seperti bule.
Rachel yang tengah membawa nampan berisi kue, hatinya mulai panas melihat seorang cewek sedang menggoda Malvin. Rachel hanya terdiam seolah tidak mendengar ucapan cewek tersebut, ia tetap melanjutkan menata kue kue dirak.
"Maaf mbak, udah nikah. Itu istri saya..." jawab Malvin dengan nada datar sembari menunjuk Rachel yang sibuk menata kue.
Rachel yang mendengar ucapan Malvin sontak membuatnya menoleh ke arah cowok itu dengan tatapan tajam mengarah pada Malvin.
"Ohh kirain masih jomblo, yaudah permisi..." balas cewek tersebut langsung berjalan keluar toko, terlihat kecewa.
"Lo apa apaan sih! lagian gue ga mau jadi istri lo!" bantah Rachel.
"Halah! aslinya elo ngarep kan? aslinya elo cemburu kan pas cewek tadi deketin gue??" goda Malvin.
"Ya enggak lah! kita bukan siapa siapa"
"Kita emang bukan siapa siapa sekarang, tapi suatu hari nanti kita akan jadi sepasang suami istri" bisik Malvin.
__ADS_1
Rachel bergidik geli. "Ngarep!" balasnya kemudian berjalan ke dapur.
Malvin tersenyum melihat Rachel yang salah tingkah, "ga akan ada yang bisa pisahin kita hel" gumamnya.
Toko kembali sepi, Malvin pun menghampiri Rachel di dapur.
"Elo capek?" tanya Malvin saat melihat Rachel memegangi lehernya.
"Enggak, tapi kayaknya gue salah bantal deh, leher gue sakit dari tadi pagi" jawab Rachel.
"Sini gue pijitin" tawar Malvin.
"Ga usah" tolak Rachel. Namun Malvin tetap memaksa, ia langsung memijit leher Rachel, sungguh perhatian sekali.
'enak juga pijatannya' batin Rachel.
"Iya dong" saut Malvin yang mendengar batin Rachel.
****
Namun ternyata yang datang adalah Silvia bersama seorang gadis cantik berpawakan bule, yang sangat familiar bagi Rachel dan Malvin. Keduanya saling tatap setelah melihat cewek itu, lalu mereka kembali mengingatnya dan ternyata cewek itu adalah pelanggan pertama tadi yang mencoba mendekati Malvin.
"Ehh mbaknya datang lagi.." ucap Rachel sembari tersenyum ramah.
"Udah kenal ya?" tanya Silvia.
Rachel menggeleng. "Enggak Tante, tadi mbak ini udah kesini beli kue, ehh kesini lagi"
"Emang mama kenal sama dia?" tanya Malvin.
"Iya sayang, ini anaknya sahabat papa kamu, namanya Laura. Dia blasteran Indonesia - Rusia, kita udah ada rencana mau jodohin kalian berdua" terang Silvia, membuat Malvin dan Rachel membelalak.
Badan Rachel serasa lemas dan hatinya sangat sakit seolah berhenti berdetak, air matanya seakan memberontak ingin turun namun Rachel berusaha menahannya, sebisa mungkin ia harus bersikap biasa.
__ADS_1
Disisi lain, Malvin merasa sangat marah ketika tau dirinya akan dijodohkan dengan wanita yang tak pernah ia kenal apalagi dihatinya ada nama Rachel tersematkan, ia tak ingin sekalipun berpisah dari Rachel.
"Enggak! Malvin ga mau!" bentak Malvin kemudian berlari keluar dari toko kemudian menaiki motornya entah pergi kemana.
"Malvin! dengerin mama!" teriak sang mama berusaha mengejar putranya, namun sayangnya Malvin sudah terlanjur pergi.
Silvia pun kembali masuk kedalam toko, "Sayang... ini sahabatnya Malvin, namanya Rachel, dia baik banget tau, pintar masak lagi!" seru Silvia memperkenalkan Rachel pada Laura.
"Hai! salam kenal ya, nama gue Laura" ucapnya sembari mengulurkan tangannya dan tersenyum.
Dengan terpaksa, Rachel menerima jabatan tangan Laura, "salam kenal" balasnya canggung.
"Oh iya sayang, tante beli kue nya, kue seperti biasanya.."
"Iya tante"
"Gimana keadaan tante kamu?" tanya Silvia menatap iba gadis didepannya.
"Tetap aja tante, tapi Rachel akan bawa tante Nindi ke dokter spesialis gangguan jiwa, Rachel akan berusaha buat tante Nindi sembuh..." jawab Rachel kembali sedih mengingat tantenya.
"Iya sayang, tante doain semoga tante kamu bisa sembuh, kamu jangan patah semangat ya! kalo kamu butuh biaya atau butuh bantuan tante, tante bisa bantu, tante juga akan berusaha cari dokter terbaik buat tante kamu"
Rachel mengangguk. "makasih tante"
"Yaudah sayang, tante sama Laura pergi dulu ya"
"Iya tante..."
Silvia dan Laura pun keluar dari toko kue Rachel, Rachel hanya terdiam melamun, air matanya pun lolos turun, pikirannya sungguh kacau, disisi lain Rachel memikirkan tantenya dan disisi lainnya lagi, ia memikirkan perjodohan Malvin dengan Laura.
'udahlah Rachel, lagian elo bukan siapa siapanya Malvin, Malvin yang ngejalanin... mungkin elo bukan yang terbaik buat dia, tapi Laura yang terbaik buat Malvin' batinnya sembari mengusap air matanya.
Mood nya berubah sangat buruk, sehingga gadis itu memutuskan untuk menutup tokonya dan pergi ke rumah sakit jiwa untuk menjenguk tantenya.
__ADS_1
~•~