Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Wanita bertopeng


__ADS_3

Kevin dan teman teman lainnya, termasuk teman teman se fakultas cukup lama mencari keberadaan Rachel, 2 hari berturut turut mereka terus mencari seorang teman yang telah sangat baik kepada mereka, mereka juga telah menyebarkan kertas edaran Dicari orang hilang kemana kemana yang dipasang dibanyak tiang listrik dan pohon pohon pinggir jalanan.


Karena tak membuahkan hasil, maka mereka memutuskan untuk melapor kepada pihak kepolisian tentang kasus hilangnya Rachel.


Nindi yang merasa sangat kehilangan Rachel, ia begitu terpuruk, menangis tak henti henti selama hilangnya Rachel. Disisi lain, keluarga Valerie juga telah tau tentang hilangnya Rachel namun tidak untuk Malvin, karena Kevin meminta keluarganya untuk tutup mulut, dan tidak memberitahu Malvin, karena takut akan membahayakan kesehatan Malvin.


Jika Malvin mengetahui akan hilangnya Rachel, sontak dia dibuat berfikir keras dan juga dia pasti akan memaksa terus mencari keberadaan Rachel.


"Rachel kamu dimana sayang...." lirih Nindi dengan air mata yang terus mengalir menatap foto Rachel, sejak hilangnya Rachel, Nindi mogok makan dan bertingkah seperti orang gila, sehingga Alya yang harus menjaga wanita paruh baya itu.


"Tante.... tante tenang ya, kita udah lapor ke kepolisian, semoga polisi dengan cepat menemukan Rachel, semoga Rachel ga kenapa kenapa ya" ucap Alya terus mengusap punggung Nindi, mencoba menenangkannya.


"Sekarang, tante makan yuk... kalo Rachel udah diketemuin dan liat tante sakit, ntar dia sedih gimana?, sekarang tante makan ya..." lanjutnya, namun Nindi membalasnya dengan gelengan.


Harus bagaimana lagi Alya membujuk wanita didepannya itu agar mau makan, ia sangat khawatir dengan hilangnya Rachel juga sangat khawatir dengan keadaan tante Nindi yang berubah kurus drastis dalam 2 hari semenjak hilangnya Rachel.


'Rachel, elo kemana... kasian tante Nindi, dia sangat kehilangan elo' batin Alya menatap iba wanita didepannya, tiba tiba air matanya lolos turun begitu saja.


****


"Temen temen, terimakasih banyak atas bantuan kalian, kalo suatu saat kalian nemuin Rachel segera kasih tau kita berdua ya, dan untuk sekarang pencarian diselesaikan biar polisi dan tim SAR yang mencari Rachel, sekarang kita berdoa untuk keselamatan Rachel semoga dia cepat tertemukan..." ujar Kevin, memimpin jalannya doa.


Semuanya berdoa pada kepercayaan masing masing, banyak diantara mereka yang menangis merasa sangat kehilangan Rachel yang selama ini sangat baik terhadap mereka, sosok cewek yang baik, ramah, ceria, dan suka membantu.


Setelah semua pulang kerumah masing masing, tinggalah Rafa dan Kevin saja.

__ADS_1


"Rachel kemana ya, bisa bisanya dia ilang tanpa kabar gitu aja, bahkan handphone nya juga ga aktif" ujar Rafa, tatapannya sungguh sendu.


"Iya, gue ga bisa ngebayangin kalo Malvin tiba tiba tau tentang hilangnya Rachel, dia pasti sedih banget, kasihan tante Nindi juga" ucap Kevin, memikirkan saudara kembarnya yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit, diperkirakan Malvin akan pulang nanti sore.


****


Disisi lain, di pagi hari seorang wanita antagonis membawa segayung air dan disiramkannya pada gadis yang tergeletak dilantai, keadaannya masih tak sadarkan diri dikurung dalam tempat kumuh dengan penghalang jeruji besi.


Sontak gadis itu pun terbangun, ia melihat sekeliling, ada 2 lelaki dan 1 wanita seumurannya berdiri tepat didepannya, gadis itu sangat terkejut saat mengetahui bahwa dirinya dikurung. Wanita bertopeng itu berjongkok dan mencengkeram erat kedua pipi gadis didepannya, yaitu Rachel.


"Gue pastiin elo bakal membusuk disini! ga akan ada yang bisa temuin elo disini!" ucapnya terlihat penuh dendam.


"E-elo siapa?" jawab Rachel terbata bata sulit untuk bicara, karena tangan wanita itu masih erat mencengkeram pipinya.


"Elo ga perlu tau!" bentaknya.


"Salah lo banyak! lo harus bayar semua kesalahan lo!" ucap wanita itu kemudian mendorong tubuh Rachel dengan kasar.


Rachel terdiam sejenak, gadis itu kembali berdiri, lalu ia berusaha membuka topeng wanita didepannya, namun dengan sigap dua lelaki dibelakang wanita itu segera menangkis tangan Rachel dan kembali mendorong Rachel hingga terjungkal ke lantai.


"Selamat nikmati hidup lo disini!" ucapnya lalu berlalu pergi dan mengunci jeruji besi itu.


"Woi!!! lepasin gue! apa salah gue ke elo?!!" teriak Rachel agar didengar oleh wanita itu.


Masih penuh misteri, banyak tanda tanya yang muncul dipikiran Rachel, ia sangat penasaran siapa wanita itu, dan alasannya apa sehingga dia menculik dan mengurungnya didalam penjara ini.

__ADS_1


Grggggg!!


Suara dengkuran hebat yang berasal dari perutnya, terasa sangat lapar, sudah pukul 9 siang belum ada satu pun makanan dan minuman yang ia masukkan kedalam perutnya.


"Gue laper!!!" teriak Rachel jelas didengar oleh para penjaga.


Para penjaga pun memberi kode pada bos besarnya yang sedang asik bermain handphone disofa, apakah boleh memberi makan gadis didalam penjara itu, dan wanita itu hanya mengangguk memperbolehkan.


"Kasih dia makanan yang ada dimeja! ga boleh makanan yang lain selain itu!" titahnya.


"Iya boss"


Lalu sang penjaga pun memberikan sepiring nasi dengan lauk ikan teri saja dan tak lupa segelas air, kemudian diberikannya pada Rachel.


Rachel hanya terdiam, sangat menyedihkan ia harus makan dengan lauk ikan teri saja, meskipun dulu dia hidup kekurangan namun ia tidak pernah makan dengan satu lauk saja apalagi dengan ikan teri.


Hatinya sakit, terpaksa ia pun memakan makanan yang diberikan, karena ia juga tak mau kalau dirinya jatuh sakit dan terlihat lemah didepan mereka, bagaimanapun caranya ia tetap berusaha untuk kabur.


Sembari makan, ia teringat tante dan teman temannya, pasti mereka khawatir dan mencari cari keberadaannya, air matanya lolos turun saat hatinya sangat merindukan sang Tante yang selama ini merawat dan membesarkannya, dia bagai seorang pahlawan dihidupnya, tanpa dia tak ada seorangpun yang mampu merawatnya dengan penuh kasih sayang.


Ia memikirkan betapa hancurnya tantenya saat ia tiba tiba menghilang, tekadnya semakin besar untuk berusaha kabur.


'maafin Rachel tante, tante sehat sehat disana ya, Rachel bakal cari cara buat kabur dan kumpul lagi sama tante, Rachel kangen sama tante' batinnya.


Harus bagimana Rachel kabur, didalam penjara itu sudah tersedia kamar mandi, membuat Rachel sulit untuk beralasan.

__ADS_1


'gimana gue bisa ngelabui mereka?' pikirnya sembari menghapus air matanya.


~•~


__ADS_2