Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Efek samping operasi


__ADS_3

Rachel dan Alya masih sibuk berbelanja, Alya habis 4 kantung belanja sedangkan Rachel habis 2 kantung belanja saja, Kevin dan Rafa lah yang memegang kantung belanjaan kedua cewek itu.


"Kita jadi babunya mereka ya?" bisik Rafa pada Kevin.


"Sttt! ntar mereka ceramah lagi, udah turutin aja" balas bisik Kevin.


"Gue capek, gue istirahat dulu ya" sela Malvin membuat Rafa dan Kevin menatap cowok itu, lalu mereka pun mengangguk secara bersamaan.


"Gue juga deh" balas Kevin dan Rafa bersamaan, sontak mereka saling tatap.


Para cowok itu pun duduk didekat Rachel dan Alya yang masih asik berbelanja, menunggu beberapa menit sembari diselingi dengan obrolan.


Tiba tiba cairan darah keluar dari hidung Malvin, sontak Malvin pun langsung menghapusnya menggunakan sapu tangan yang selalu ia bawa, tanpa sepengetahuan Kevin dan Rafa yang masih asik mengobrol.


'kok gue mimisan?' batinnya. Namun Malvin masih berfikir positif kalau dirinya terlalu kecapek an dan mungkin juga karena terlalu lama terkena angin malam.


Tetapi anehnya darah itu terus keluar dan lama kelamaan kepala Malvin terasa sangat sangat sakit. Malvin terus memegangi kepalanya sembari meringis kesakitan, namun 2 cowok disebelahnya itu masih belum sadar dengan apa yang dirasakan Malvin.


Malvin mencoba berdiri dari duduknya, namun karena tidak kuat dengan rasa sakit yang ia rasakan, Malvin pun terjatuh ke lantai.


"Malvin!!" teriak Rachel panik, Gadis itu berlari menghampiri Malvin yang tergeletak dilantai saat melihatnya dari kejauhan.

__ADS_1


Sontak Kevin dan Rafa pun ikut menoleh dan melihat Malvin yang tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang keluar terus menerus dari hidungnya.


"Kenapa kalian bisa ga tau kalau Malvin pingsan sih!" bentak Rachel, entah mengapa tiba tiba rasa khawatir muncul dihatinya.


"Vin bangun!" Rafa terus menggoyangkan tubuh Malvin, berharap temannya hanya melakukan sandiwara, namun Malvin tetap tidak merespon.


"Lo gila ya! dia beneran pingsan! liat tuh hidungnya mimisan" saut Alya yang tiba tiba datang karena melihat kerumunan.


Ternyata banyak orang yang mengerumuni mereka dan beberapa membantu menggotong Malvin ke mobil salah satu bapak bapak bertubuh tinggi kekar.


Rachel ikut kedalam mobil bapak itu bersama Malvin yang masih tak sadarkan diri, bapak bapak itu membawa Malvin menuju ke rumah sakit terdekat.


****


Sesampainya dirumah sakit, mama dan papa Malvin berjalan cepat ke ruang UGD tempat Malvin berada, sebenarnya Aiden sudah berangkat ke luar kota untuk mengadakan meeting Akbar bersama para pebisnis lainnya besok pagi, namun karena terdengar kabar anaknya yang pingsan di mall membuatnya harus kembali dan membatalkan rapat tersebut. Karena baginya, anaknya lah yang paling penting daripada urusan bisnis.


"Gimana keadaan kakak kamu?" tanya Aiden pada Kevin.


"Masih diperiksa sama dokter pa, papa sama mama tenang ya" jawab Kevin sembari mengelus lengan mamanya.


Selang beberapa menit, dokter keluar dari ruang UGD tersebut dan memberitahu tentang keadaan Malvin.

__ADS_1


"Apa mas Malvin pernah menjalankan operasi dikepalanya?" tanya dokter itu.


"Iya dok, itu 2 tahun yang lalu" jawab Aiden.


"Oh begitu, tenang saja. Tidak ada yang serius dengan keadaan mas Malvin, keadaan yang terjadi pada mas Malvin saat ini hanya efek samping dari operasi itu, maka jangan biarkan mas Malvin terlalu berfikir berat, buat dia rilex, jangan sampai kejadian ini berulang kali terjadi karena bisa mengakibatkan kerusakan pada otaknya. Penyebab setelah operasi itu, otaknya tidak lagi stabil seperti dulu, tidak seratus persen sembuh seperti dulu" terang sang dokter membuat Rachel membelalak lalu wajahnya berubah sendu.


'ini gara gara gue, waktu itu gue penyebab Malvin kecelakaan, andai gue waktu itu ga ngejar dia mungkin kecelakaan itu ga akan terjadi' batin Rachel penuh penyesalan.


Kevin yang tau kalau Rachel merasa bersalah, ia pun langsung melirik gadis itu yang terus menunduk. Setelah dokter pergi, papa dan mamanya masuk kedalam ruangan untuk melihat keadaan putranya. Sedangkan Kevin, ia menghampiri Rachel yang terus diam sedari tadi.


"Udah jangan ngerasa bersalah hel, ini bukan salah lo. Ini kecelakaan, udah takdirnya, lagian Malvin nolongin lo ikhlas kok, kalo elo yang ketabrak pasti Malvin akan terus salahin dirinya sendiri dan pasti dia bakal sedih banget kalo cewek yang pernah dia sukai terbaring kesakitan" ujar Kevin, sengaja menjauh dari Alya dan Rafa.


"Tapi gue juga ngerasa bersalah" jawab Rachel. "Maksud lo apa? Malvin pernah suka sama gue?" tanya Rachel mengernyit.


Kevin hanya mengangguk, "dulu dia pernah suka sama elo tapi dia ga berani ungkapin ke elo, hingga entah kenapa tiba tiba dia berubah drastis, dia malah benci banget sama elo"


Rachel hanya terdiam mencerna ucapan Kevin, dia tak menyangka kalau Malvin pernah jatuh hati padanya sebelum Rini datang dikehidupan Malvin, dan lagi lagi ia teringat saat Malvin menguncinya digudang belakang kampus, hatinya pun kembali sakit, kini rasa bersalahnya hilang dan kembali menjadi rasa kebencian.


'dia udah sering sakitin gue, sekarang kita impas' batin Rachel segera menghampus air matanya yang sudah menggenang.


~•~

__ADS_1


__ADS_2