Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Belanja


__ADS_3

Sesampainya dirumah mewah keluarga Valerie.


"Yess akhirnya Rachel datang, tante kira tadi Malvin ga ajak Rachel kesini" ucap Silvia dengan antusias, ia teramat senang ketika melihat Malvin pulang bersama Rachel.


Rachel tersenyum, "oh ya, tante mau dibeliin apa aja?" tanya Rachel.


"Ehmm... kamu istirahat aja dulu di kamar tamu ya, tante mau ngomong sebentar sama Malvin" ujar Silvia.


Rachel mengangguk, lalu ia pun masuk kedalam kamar tamu yang memang biasanya ia buat istirahat saat berada dirumah twins. itu adalah hal biasa, karena Silvia memperlakukannya seperti anaknya sendiri, dan tak ada rasa curiga sedikitpun pada Rachel.


Saat baru sampai dikamarnya, Malvin melepas sepatu dan kaus kakinya, lalu saat akan membuka seragamnya, ia terkejut saat melihat sang mama yang tiba tiba masuk ke kamarnya tak mengetuk pintu lebih dulu.


Malvin menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke sang mama, "apa ma? kenapa mama ga ketuk pintu dulu? Malvin hampir aja buka baju" ucap Malvin sedikit kesal.


"Ehe maaf, ini vin. Kamu beli semua itu sama Rachel ya, ini uangnya.." ucap Silvia menyerahkan kertas list belanja dengan beberapa lembaran uang berwarna merah.


"Biar Malvin aja ma, ngapain sama Rachel segala" ketus Malvin.


"Nurut sama mama, kamu perginya sama Rachel, mama tau kamu ga tau apa yang ada di list belanja ini. Lagian kenapa sih kok ga mau sama Rachel? lagi marahan?" tanya Silvia penasaran.


"Ga kok, cuma kasihan aja mungkin dia capek" jawab ketus Malvin lagi. Padahal alasan sebenarnya bukan itu, entah akhir akhir ini Malvin malas sekali melihat Rachel bersama Rafa. Mungkin dapat dikatakan dia cemburu.


Lalu ia pun masuk kedalam kamar mandi, berganti baju disana, karena sang mama belum juga keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Udah cepetan Malvin!!!, soalnya mama mau masak bareng Rachel, mau masak yang spesial buat kita yang pastinya kamu suka" seru Silvia.


"Kan ada ART ma, kenapa harus mama yang masak sih!!" teriak Malvin dari dalam kamar mandi.


"Bi Anin udah ga kerja lagi disini vin, dia udah pulang ke kampungnya"


Malvin keluar dari kamar mandi "Kan ada yang lain" jawabnya dengan cuek, sembari memakai parfum.


"Mama ga suka masakan yang lain kecuali bi Anin"


"Yaudah cari asisten yang masakannya sama kayak bi Anin"


"a-" Silvia belum melanjutkan ucapannya, tapi segera dipotong oleh Malvin.


Ia melihat Rachel yang sudah berada di ruang tamu, duduk sendiri sembari memainkan ponselnya. tanpa berbicara, Malvin merogoh sakunya dan langsung memberikan kertas list belanja tersebut pada Rachel.


Tanpa percakapan, keduanya langsung keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil, Malvin yang mengendarainya. Mereka menuju ke supermarket.


Sesampainya disana ~


Malvin dan Rachel langsung menuju ke bagian sayur sayuran, Rachel melihat isi list belanja tersebut, Malvin pun juga mengintip isi kertas tersebut.


"Itu buncisnya hel!!" ucap Malvin lantang sembari menunjuk ke suatu arah.

__ADS_1


Rachel pun melihat ke arah Malvin menunjuk, ia kebingungan dengan menahan tawa.


"Itu mah paprika Malvin" balas Rachel dengan tertawa kecil.


Seketika Malvin malu, yang ia tunjuk bukanlah buncis melainkan paprika hijau yang ia tidak bisa bedakan mana yang paprika dan mana yang buncis.


"Oh, It's oke elo aja yang cari" jawab Malvin sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan menoleh ke kanan dan kirinya, malu diliat oleh banyak orang.


Lalu Rachel pun mengambil buncis, setelah itu list selanjutnya adalah bayam, lagi lagi Malvin berulah, ia salah lagi dalam mengambil Bayam.


"Ini bayamnya hel" Malvin memberikan seikat sayur pada Rachel.


Rachel menepuk dahinya, "ini sawi, Malvin. udah deh gue aja ya, elo duduk disana pasti capek, ini lama.." ucap Rachel.


Malvin hanya mengangguk, ia pun duduk dibangku kosong yang tak jauh dari Rachel berada, pantas saja mamanya menyuruhnya pergi berbelanja bersama Rachel, ternyata dia payah dalam hal itu, sayur sayuran saja ia tak tau.


Hingga akhirnya, tak lama Rachel telah selesai mencari sayur sayuran yang ada di list belanja tersebut, kini mereka telah berada di kasir siap mebayar semuanya.


"Bentar, gue mau beli minuman" ucap Malvin, namun segera Rachel mencekal tangan Malvin.


Ia menggeleng, "gue mau cepet pulang, ayo bayar terus pulang" ucap Rachel terlihat kelelahan.


Malvin mengangguk menurutinya, lalu ia pun segera membayar semua belanjaan itu, dan kembali pulang kerumah twins, membawa 2 kantung besar berisi bahan bahan makanan.

__ADS_1


~•~


__ADS_2