Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Benci!


__ADS_3

Kevin memandang iba pada Rachel yang terbaring lemah dikasurnya, Alya dan Rafa ikut menemani Rachel disana.


"Rachel demam dari semalam katanya tante Nindi, semalaman dia nangis terus tapi ga tau sebabnya.." jelas Alya pada Kevin.


"Aneh" respon Kevin.


"Rachel ga mau jawab, tapi kayaknya ada hubungannya sama phobianya dia" tambah Alya.


"Emang Rachel phobia apa?" tanya Kevin penasaran.


"Dia takut tikus. Tante Nindi juga tanya kita siapa yang udah bikin dia ketakutan karena phobianya, tapi kita ga tau apa apa" jawab Alya.


Kevin terdiam sejenak, lalu ia berfikir kalau ini ada hubungannya dengan Malvin.


"Terus gimana keadaan dia sekarang?" tanya Kevin lagi.


"Demam, badannya panas banget, makanya hari ini Rachel ga masuk ke kampus" jawab Rafa.


"Gue denger rumor itu dari temen temen, apa ada kaitannya?" tanya Rafa membuat Alya menatap tajam pada Rafa.


"Jangan bahas Rini disini! gue muak!" bentak Alya dengan pelan.


"Rini pacarnya Malvin itu?" timpal Kevin.


Pandangan Alya kini beralih pada Kevin, "jangan bahas dia!" tegasnya.


"Hiks...hiks.... gue mohon kalian keluar!! jangan berisik, gue mau istirahat!" bentak Rachel dengan suara seraknya.


"Oke, maaf hel" jawab mereka bertiga bersamaan.


****


Hari ini Kevin jadi absen, ia mengendarai motornya kembali pulang setelah menjenguk Rachel. Keadaannya sekarang sangat emosi saat batinnya yakin kalau ini memang ulah dari Malvin.


Namun tiba tiba ia menghentikan motornya saat melihat Malvin bersama Rini keluar dari sebuah butik. "Masih jauh lebih cantikan Rachel, payah banget sih Malvin cari cewek" gerutu Kevin.


Kevin menepikan motornya dan mengamati saudara kembarnya yang sedang bersama Rini, terlihat Rini seperti menolak untuk diantar oleh Malvin, sehingga Malvin pun pulang sendiri menaiki mobilnya.


Sementara itu, setelah Malvin pergi, Rini menaiki sebuah taxi. Karena rasa penasarannya yang sudah mencapai puncak, Kevin pun mengekori taxi yang Rini tumpangi karena ia merasa curiga ada yang ga bener dengan gerak gerik kekasih saudara kembarnya itu.


Sampai akhirnya, Kevin berhenti saat melihat taxi itu juga berhenti tepat didepan sebuah tempat karaoke ilegal, gadis itu pun turun dari taxi dan bergandengan tangan dengan seorang om om kedalam tempat karaoke itu, Kevin terbelalak melihatnya.

__ADS_1


"Wahh udah gue duga kalau dia emang cewek ga bener, bodoh banget sih Malvin lebih milih Rini si lontong sate itu daripada Rachel yang spek bidadari" gumam Kevin.


****


Hari ini Rachel sudah merasa baikan, panasnya juga sudah menurun, pusingnya juga sudah hilang. Ia beranjak bangun dengan mata yang masih sayu akibat seharian menangis, lalu dirinya menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi lalu melaksanakan sholat shubuh.


Merasa badannya lebih enakan, Rachel memeriksa jadwal untuk hari ini, jadwal kuliah sering berubah ubah.


"Yahh masuk pagi" gumamnya kembali masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya.


1 jam lamanya lengkap dengan sarapan, Rachel telah selesai bersiap siap, dengan pakaian rapi dan poni mangkuk untuk menutupi luka didahinya. Saat telah siap ia tersenyum dengan penampilannya yang terlihat lebih imut, lalu ia memasukkan buku bukunya kedam tas dan bergegas berangkat ke kampus setelah berpamitan pada tantenya.


****


"Rachel, udah masuk aja. Emang udah enakan?" tanya Kevin.


Rachel mengangguk kecil. Diwaktu istirahat ini, Rachel, Rafa, Kevin dan Alya sedang mengobrol asik dikantin sambil makan makanan ringan.


"Alhamdulillah udah mendingan sih. Oh ya Rafa gue boleh pinjam catatan lo yang materi kemarin?" tanya Rachel.


"Oke, ntar gue kirim file nya lewat WhatsApp aja ya" jawabnya masih asik memakan friench fries nya.


Tak hanya Rachel, bahkan ketiga temannya pun ikut memperhatikan Malvin dan Rini, namun mereka saling mengkodekan sesuatu saat melihat wajah Rachel yang terus menatap Rini dan Malvin, tatapannya sedikit aneh.


"Sabar ya hel. Gue yakin dan gue berdoa semoga Malvin bakal nyesel udah sia siain elo" celetuk Kevin.


"Iya hel, kalo suatu saat Malvin ngemis ngemis ke elo lagi, jangan hirauin dia, ingat kejahatan yang udah dia lakuin ke elo.." saut Rafa.


Rachel tersenyum, senyumnya terlihat menunjukkan kelegaannya. "Gue udah ga peduli sama dia, gue capek. Emang cowok didunia ini cuma dia ya? ishh sok kegantengan" jawab Rachel datar sembari meminum minumannya.


"Lo serius ga suka lagi sama dia?" tanya Alya meyakinkan.


"Rasa gue seketika hilang. Gue muak!" balas Rachel memutar bola matanya.


Senyuman tadi kini berubah menjadi wajah datar, menatap tajam Malvin dan Rini dengan tatapan penuh kebencian.


'kemarin gue emang masih cinta banget sama elo, tapi sekarang? gue benci setengah mati sama elo!' batin Rachel mengepalkan tangannya.


Kevin yang mengetahui isi pikiran Rachel, ia pun mulai berucap.


"Gue minta maaf atas kesalahan kakak gue ya hel ke elo selama ini, gue tau elo pasti sakit hati banget..." ucap Kevin merasa sangat bersalah, walau ini bukan kesalahannya.

__ADS_1


Rachel menggeleng cepat, "bukan salah lo kok kev, mulai sekarang pokoknya jangan ada yang bahas dia lagi! gue muak!"


Ketiga sahabatnya mengangguk, namun sedikit tercengang bingung, tak menyangka kalau Rachel mengatakan hal itu. Sekarang mereka tau kalau Rachel sangat sangat membenci Malvin malahan bencinya melebihi rasa cintanya dulu, hanya dalam sehari saja perasaannya berubah drastis.


"Maaf hel, gue mau tanya hal yang bikin gue penasaran semalaman. Ehmm.... soal phobia tikus itu, apa ada kaitannya sama Malvin?" tanya Rafa dengan serius.


"Ga ada!" jawab Rachel jutek, kesal saat Rafa masih membahasnya.


Rafa mengangguk, ia paham bagaimana perasaan Rachel saat ini. Tetapi dia sangat yakin kalau ini ada hubungannya dengan Malvin, sampai membuat Rachel sakit akibat rasa takut yang berlebih pada phobianya.


****


Sepulang kuliah, Rachel berjalan santai menuju parkiran. Sialnya motor Rachel bersebelahan dengan motor Malvin, Rachel mengambil motornya tanpa menoleh atau melirik sedikitpun pada Malvin, seolah ia tidak mengenal siapa Malvin.


Malvin mengernyit bingung dengan sikap Rachel yang tak seperti biasanya, biasanya cewek itu pasti menyapanya atau menampilkan senyumnya jika bertemu, namun kali ini berbeda. Rachel nampak dingin dan tidak peduli pada Malvin.


"Lo kenapa diem hel? tumben. Biasanya sibuk cari perhatian gue" sindir Malvin.


Namun Rachel diam tak menjawab lalu menyalakan motornya. Karena penasaran, Akhirnya Malvin mencoba mendengarkan batin Rachel, ternyata Rachel sedang memberinya sumpah serapah yang kasar.


"Udah puas lo sumpahin dan jelek jelekin gue hah!! sok cuek, sok cantik lagi! lo coba cara baru ya buat dapat perhatian dari gue?!" bentak Malvin.


Rachel menghentikan motornya lalu menoleh ke belakang, menatap Malvin tajam. "Jangan pernah lo pikir gue cari perhatian lo lagi!! sorry, gue ga akan pernah lakuin hal itu lagi! sok ganteng! emang lo kira didunia ini cowok cuma elo hah!!!" tegas Rachel datar.


Malvin tertawa mengejek, "dih.... lo pikir gue percaya sama omongan lo? lo ga mungkin ga akan caper sama gue! trus itu kenapa elo pake poni kalo tujuannya bukan cari perhatian gue? ikut ikutan Rini lagi, elo ga akan pernah bisa gantiin Rini!" balas Malvin sangat menyakiti hati.


Rachel hanya menatap datar Malvin yang terus mengoceh, lalu ia pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun, malas untuk melanjutkan obrolan yang tidak berfaedah itu.


"Dasar cewek gila! caper mulu kerjaannya!" ujar Malvin.


Tak lama, Rini menghampiri Malvin. "Yuk pulang sayang... oh ya, kita ke mall dulu yuk!" ajak Rini manja.


Malvin terdiam dan berusaha mendengar batinnya, namun Rini tak membatin apa apa. Karena gadis itu jarang berbelanja, akhirnya Malvin menuruti keinginan kekasihnya, berusaha menyenangkannya. "Yaudah ayo. Terserah beli apapun yang kamu mau, aku yang bayar" jawab Malvin.


Rini terlihat senang, ia tersenyum simpul. "Makasih banyak ya bubu" serunya sembari mencubit kedua pipi Malvin


Sementara dari balik tembok, Kevin menatap benci pada Rini yang sudah dicap jelek dimatanya.


"Dasar ular! awas aja lo, gue bakal bongkar kejelekan lo! gue akan buat lo nyesel udah permainin hati kakak gue! bahkan udah bikin Rachel tersiksa kayak gitu!" geramnya sembari memukuli tembok.


~•~

__ADS_1


__ADS_2