Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Waktu


__ADS_3

Selama dikantor, Laura hanya duduk diam dan merenung dikursi kebesarannya, perasaannya sungguh tidak nyaman jika kehadirannya adalah suatu perkara yang bisa memisahkan dua orang yang saling mencintai.


'aku ga bisa lanjutin perjodohan ini, aku tau betapa sakitnya saat dipisahkan oleh orang yang kita cintai, aku ga mau orang yang tak bersalah merasakannya gara gara aku, meskipun aku suka sama Malvin tapi aku ga boleh egois' batin Laura.


****


Rachel yang tengah menunggu tokonya, tiba tiba dua orang wanita seumurannya datang menghampirinya.


"Selamat datang, mau pesan apa?" ucap Rachel melayani dengan ramah.


"Permisi kak mau tanya, apa masih dibutuhkan karyawati?" tanya salah satunya.


"Iya, saya membutuhkan 2 karyawati" jawab Rachel.


"Saya dan teman saya mau bekerja disini, apa kakak bersedia menerima kami?"


"Oh iya, perkenalkan nama saya Savira" ucap perempuan berambut pendek memperkenalkan diri.


"Nama saya, Adinda" ujar perempuan berkacamata itu juga ikut memperkenalkan diri.


Rachel tersenyum, "nama saya Rachel, kalian bisa bekerja disini dengan persyaratan membawa foto copy KTP dan ijazah terakhir sekolah, besok kembali kesini lagi"


Kedua perempuan itu tersenyum senang, "baik kak, besok kita akan kembali kesini lagi membawa semua persyaratannya" ucap Adinda sembari separuh menunduk.


Rachel mengangguk, "iya"

__ADS_1


"Kami undur diri kak, terimakasih" ucap Savira, kemudian keduanya pun keluar dari toko kue.


Rachel menghela nafas lega, akhirnya dia akan mempunyai pegawai dan tidak lagi merepotkan sahabat sahabatnya yang selalu ada disaat dia membutuhkan.


'terimakasih banyak ya tuhan, engkau kasih sahabat yang terbaik pada hamba' batin Rachel.


Selang beberapa detik, suara dering lonceng toko terdengar kembali, seseorang membuka pintu membuat Rachel mendongak, dan ternyata Kevin lah yang datang.


"Alya sama Rafa belum selesai kelas?" tanya Kevin.


Rachel menggeleng kecil, "belum"


"Ohh, elo kerepotan ga tadi selama jaga sendirian?"


Rachel merasa sangat nyaman berada dipelukan Kevin yang rasanya hangat sekali.


Kevin membalas pelukan tersebut, "peluk gue kalo lo kangen sama Malvin, anggap gue dia" bisiknya. "Gue akan selalu ada buat elo, bukan tentang cinta tapi tentang dengan kata sahabat" tambahnya kemudian mengelus rambut Rachel penuh kelembutan.


"Kevin akan tetap Kevin, ga akan pernah bisa berubah jadi Malvin meskipun kalian kembar" jawab Rachel melepas pelukannya.


"Pada dasarnya, waktu hanya mempertemukan tidak menyatukan, gue emang ga siap buat melupakan Malvin tapi gue butuh waktu buat ikhlasin dia sama yang lain, karena mungkin seseorang itu adalah pilihan yang terbaik buat Malvin" jelas Rachel.


"Gue tau situasi lo saat ini, gue juga ngerasa sedih liat elo kayak gini"


Rachel hanya tersenyum namun dalam senyuman tersebut memiliki banyak arti yang tak bisa dijelaskan, menutupi segala kesedihannya dengan tersenyum, itulah hal yang Rachel lakukan saat ini.

__ADS_1


"Jangan menyerah hel, semesta sedang menguji lo, buktikan kalo elo bisa melewatinya" ucap Kevin sembari tersenyum.


~Musik~


Terdengar suara nada dering telfon dari handphone Kevin, cowok itu pun langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan benda pipih lalu melihat siapa yang menelefon, ia mengernyit saat hanya tertera nomor saja tanpa kontak nama, namun tanpa pikir panjang lagi ia memencet tombol hijau dan mendekatkan benda tersebut ke telinganya.


πŸ“ž Siapa?


πŸ“ž Aku Laura, ada hal penting yang mau aku omongin ke kamu


πŸ“ž Apa?


πŸ“ž Tapi lebih baik kita ngobrol secara langsung, nanti aku share lokasinya


πŸ“ž Yaudah oke, gue berangkat


Sambungan telefon pun terputus.


"Hel, gue pergi dulu ya" ucap Kevin sembari menepuk pundak Rachel.


"Iya hati hati"


Kevin pun keluar dari toko kue dan menuju ke lokasi yang sudah dikirim oleh Laura. Apakah yang ingin disampaikan oleh Laura? Kevin terus bertanya tanya dalam pikirannya, cowok itu hanya berharap kalau Laura mau membatalkan perjodohan, karena pertunangan akan dilakukan besok malam.


~β€’~

__ADS_1


__ADS_2