
Keesokan paginya, Malvin terbangun dari tidurnya, melihat kekasihnya yang terbaring lemah diranjang rumah sakit, berharap setelah ia terbangun dari tidurnya Rachel dapat tersadar dari komanya, namun ternyata tidak.
Malvin menggenggam tangan kanan Rachel sembari terus menciumnya, "kapan lo bangun hel?" gumamnya.
Cowok itu terus menatap gadis didepannya itu, wajahnya begitu cantik natural walau sedikit terlihat pucat namun diakui Rachel memang tetap cantik.
"Maafin gue karena ga bisa ngelindungin elo" imbuhnya berulang kali menyalahkan dirinya sendiri.
Tiba tiba suara pintu terbuka terdengar, sontak membuat Malvin menoleh ke arah pintu, dan nampak mamanya berdiri sembari membawa kantung plastik yang tak tau apa isinya.
"Sayang makan dulu ya, mama bawain makanan kesukaan kamu" ucap Silvia berjalan mendekat ke arah putranya.
"Malvin ga mau makan" tolaknya.
"Tapi kamu harus makan, kalo kamu sakit gimana? apa kamu mau nanti Rachel sadar dan tau kalau kamu sakit, pasti dia khawatir" paksa sang mama.
Malvin berdecak kesal, ia pun menuruti ucapan sang mama, cowok itu memakan makanan yang dibawakan mamanya, hanya beberapa suap saja untuk melegakan hati mamanya.
"Udah ya ma, Malvin mau pulang. Mau mandi terus jenguk tante Nindi dulu" ucap Malvin, beranjak bangun.
"Mama sama kevin tadi udah jenguk Nindi, dia baik baik aja, mama juga udah bawain dia makanan"
Malvin terdiam lalu mengangguk, "makasih ma, Malvin titip Rachel dulu"
"Iya sayang, hati hati dijalan ya"
Malvin pun keluar dari ruangan, ia berjalan menuju parkiran rumah sakit, melewati lorong lorong rumah sakit yang sedikit sunyi.
__ADS_1
Ia mulai melihat keramaian di lobby dan nampak dari kejauhan papanya, Kevin dan Laura berjalan kearahnya, sepertinya mereka akan menjenguk Rachel.
"Kamu mau kemana?" tanya Aiden.
"Mau mandi dulu, terus jenguk tante Nindi" jawab Malvin.
"Yaudah hati hati"
"Gimana keadaan Rachel?" tanya Laura.
"Masih koma. Yaudah, Malvin lanjut ya pa" Malvin mencium punggung tangan papanya, kemudian melenggang pergi.
****
Selesai mandi, cowok itu melihat handphone nya dan nampak pemberitahuan ada kelas pagi untuk hari ini, jam masih menunjukkan pukul 09.30 dan kelas akan dilaksanakan pukul 10.00, Malvin pun bersiap untuk menuju kampus, mau bagaimana juga Malvin tak bisa meninggalkan kuliahnya, karena cita citanya menjadi seorang dokter.
Sesampainya di parkiran kampus, Malvin pun merogoh sakunya dan mengambil benda pipih yang tak jarang ia pegang, kemudian cowok itu mengotak atik benda tersebut, alih alih langsung menelefon mamanya.
π Mama, titip tolong jaga Rachel ya, kalo Rachel udah sadar cepet kasih tau Malvin
π Iya sayang, emangnya kamu mau kemana? kok daritadi belum balik ke rumah sakit
π Ternyata hari ini ada kelas pagi ma, jadi Malvin harus ke kampus
π Oke sayang, jaga diri baik baik. Oh iya, papa kamu udah menyelidiki siapa pelaku penembakan Rachel, pelakunya masih dalam pencarian polisi
π Iya ma, makasih informasinya. Udah dulu ya ma, byee
__ADS_1
Malvin pun mematikan sambungan telfonnya, dan kembali memasukkan benda pipih itu kedalam sakunya, lalu berlari kecil menuju ruang kelasnya.
****
Setelah pelajaran berakhir, Malvin berjalan santai menuju parkiran, namun ternyata disana ia bertemu dengan Alya dan Rafa yang hendak berboncengan.
"Malvin!!" sapa Alya.
Malvin pun menoleh ke arah kirinya, ia teringat dengan toko kue milik Rachel yang pikirnya akan ia pasrahkan pada Alya dan Rafa. Cowok itu pun berjalan ke arah Alya dan Rafa untuk mengutarakan maksudnya.
"Gue titip toko kuenya Rachel dulu ke kalian boleh? sampai Rachel sadar.." ucapnya dengan nada pelan.
Alya dan Rafa saling tatap.
"Kalo elo percaya sama kita, kita mau mau aja"
"Gue percaya sama kalian, gue ga mau Rachel kehilangan penghasilannya hanya karena disaat dia koma, gue cuma mau wujudin impian Rachel buat kembali kuliah lagi" terang Malvin.
"Elo kan tunangannya, kaya pula. Kenapa ga elo aja yang biayain kuliah nya Rachel?" tanya Alya sembari mengernyit.
"Gue udah berulang kali ngomong sama dia supaya gue aja yang biayain kuliahnya tapi dia terus terusan nolak, ya apa boleh buat.." jawab Malvin.
"Hmmm gitu, oke kita bantu elo... kita akan urus tokonya Rachel.." balas Alya.
"Oke, makasih banyak"
Lalu mereka bertiga pun pergi ke tujuan masing masing.
__ADS_1
~β’~