
Sesampainya di stadion, Rafa membukakan helm yang dipakai Rachel, sungguh serasi bagai sepasang kekasih.
'sosweet' batin Rachel dengan menahan senyum.
"Yuk masuk" Rafa menggandeng tangan Rachel, Rachel hanya diam tak menolaknya, hatinya sungguh bahagia diperlakukan seperti itu oleh Rafa.
"Alya udah datang?" tanya Rafa.
"Belum kayaknya, tadi soalnya masih ada diperjalanan baru berangkat, gue chat dia pas kita di lampu merah tadi" jawab Rachel.
"Yaudah lo duduk yang anteng ya, gue mau ganti baju terus samperin temen temen" ucap Rafa mengelus rambut Rachel.
Rachel tersenyum tipis sembari mengangguk, setelah Rafa pergi, Rachel pun mencari tempat duduk yang pas sembari menunggu Alya datang.
Tepat 5 menit sebelum pertandingan dimulai, Alya datang sendirian, ia pun langsung duduk di sebelah Rachel yang memang sudah di jaga oleh Rachel agar tak ada yang menduduki bangku tersebut.
"Maaf telat, lama ya nunggu?" tanya Alya.
"Gapapa kok, untung pertandingannya belum mulai" jawab Rachel.
"Gue tadi cari cari lo, keliling.... bahkan udah gue telfon lo berkali kali tapi ga aktif" ucap Alya dengan nafas yang tersendat sendat.
"Ehh, maaf. Gue lupa tadi gue matiin datanya" Rachel tertawa kecil sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Iya gapapa, oh ya Malvin ikut tanding ya?" tanya Alya.
"Iya" jawab Rachel terus memperhatikan raut wajah Alya.
Alya terlihat bahagia namun tak terlalu menampakkannya didepan Rachel.
Pertandingan pun dimulai ~
"Lawan mana nih?" tanya Rachel.
"Kayaknya sih SMAN 05" jawab Alya. "Soalnya disitu ada tetangga gue, namanya Vero sekolah SMAN 05" imbuhnya.
Rachel hanya membalasnya dengan ber 'oh' saja.
Saat melihat Malvin, para sporter khususnya penggemar Malvin berteriak histeris, sangat antusias melihat Malvin yang tampak sangat tampan mengenakan kostum Jersey.
Apalagi saat Malvin memainkan bolanya dan memasukkan ke ring, tubuhnya berkeringat, membuat Malvin terlihat sangat berdamage.
Terutama Alya, ia terlihat sangat antusias, ia slalu berteriak menyoraki nama Malvin, membuat Rachel keheranan.
"Ayo Malvin!!! semangat!!!!" teriak Alya begitu juga dengan yang lain.
Rachel juga tak ingin kalah, ia juga meneriaki sang pujaan hati.
"Rafa!!! semangat!!" teriak Rachel.
Entah bagaimana, apakah suara Rachel sangat keras sehingga membuat Rafa dan Malvin menoleh mencari ke sumber suara secara bersamaan.
__ADS_1
Malvin melihat jelas Rachel yang menyemangati Rafa, hatinya sungguh sakit, membuatnya down seketika hingga berulang kali gagal memperoleh poin.
"Vin lo kenapa? ayo semangat, fokus vin fokus" Rafa menyentuh bahu Malvin, namun Malvin menghempaskan tangan Rafa kasar, dan pergi begitu saja.
"Aneh" gumam Rafa.
'lah, Malvin kok malah ga fokus gitu, padahal kan banyak yang nyemangatin dia' batin Rachel.
"Hel, kok Malvin ga serius gitu ya?" tanya Alya.
"Ga tau"
****
Pertandingan telah usai, sekolah Pelita Bangsa yaitu sekolah swasta milik keluarga Valerie mengalami kekalahan dengan perbandingan skor 50 : 42 sungguh berbeda jauh.
"Hel lo pulang sama siapa? gue antar ya?" tawar Alya.
"Rachel pulang sama gue" saut Rafa yang tiba tiba datang.
"Nyaut aja lu" Alya memutar bola matanya.
"Udah udah, fa semangat ya jangan patah semangat walaupun kalah" Rachel tersenyum simpul.
"Iya hel, makasih ya. Lagian kalah dan menang itu biasa dalam pertandingan kok, ini yang kedua kalinya mengalami kekalahan" jawab Rafa.
"Aduh aduh gue jadi nyamuk nih, yaudah gue pulang duluan ya" ucap Alya.
"Kenapa sih, lo selalu bikin gara gara mulu, salah gue apa?!"
"Salah lo banyak!"
"Sttt!!! udah, kalian ini kenapa sih kalo ketemu selalu berantem, ini ditempat umum woi rame, kalian ga malu apa diliatin banyak orang tuh!" Rachel mencoba menengahi.
Alya berdecak kesal, lalu ia pun menaiki motornya pulang ke rumah tantenya.
"Yaudah hel ayo pulang" Rafa menggandeng tangan Rachel.
"Rachel pulang sama gue" saut Malvin.
"Apasih lo tiba tiba nyolot, Rachel berangkat sama gue, ya pulang juga harus sama gue" ucap Rafa.
Ia masih kesal dengan Alya, kini tambah dibuat kesal dengan Malvin, bahkan Rafa juga masih kecewa dengan kekalahannya dipertandingan basket.
"Ada hal penting yang harus gue omongin sama Rachel" jawab Malvin sembari menarik tangan Rachel, lalu menggenggamnya.
"Kenapa sih lo selalu ganggu gue sama Rachel, dan kenapa lo selalu muncul kayak jerawat aja" ucap Rafa sangat kesal.
"Emang lo siapanya Rachel? pacaran aja juga belum" sindir Malvin.
"Yaudah deh, terserah Rachel mau pulang sama siapa. Hel, lo mau pulang sama siapa?" tanya Rafa.
__ADS_1
Rachel terlihat bingung, sebenarnya ia ingin pulang bersama Rafa, itu juga karena mereka satu arah dan juga karena Rachel menyukai Rafa, tetapi dia juga takut pada Malvin, karena kontraknya belum selesai.
Rachel melihat ke arah Rafa yang santai duduk diatas motornya, dan ia juga melihat ke Malvin yang sedang melotot pada dirinya.
"Hmmm.... gue sama Malvin deh, gapapa ya fa, makasih banyak yang tadi" ucap Rachel.
"oke fine" jawab Rafa singkat, lalu menghidupkan motornya dan pulang.
'yahh, Rafa marah ya' batin Rachel menatap Rafa yang mulai menjauh.
"Udah jangan pikirin Rafa mulu" saut Malvin.
Malvin menghidupkan motornya dan Rachel pun naik ketas jok motor milik Malvin, dan mereka pun mulai meninggalkan stadion basket tersebut.
"Hal penting apa yang lo mau omongin ke gue?!" tanya Rachel sedikit berteriak karena takut Malvin tidak kedengaran.
"...." namun Malvin tak menjawabnya, sebenarnya ia mendengar pertanyaan Rachel, namun ia malas untuk menjawabnya.
****
Malvin mengajak Rachel ke taman kota, duduk berdua sembari memakan es krim.
"Lo kenapa tadi semangatin Rafa, kenapa ga semangatin gue? itu yang membuat gue down hel" ucap Malvin terus terang.
"Ah.... ehmmm maaf, gue kira karena udah banyak yang semangatin elo, dan ga ada yang semangatin Rafa jadi gue yang semangatin dia" Rachel menjawab dengan menunduk.
"Gue juga butuh ucapan semangat dari elo"
"Tapi kenapa? bukannya elo orangnya cuek ya, tapi kenapa lo down saat gue ga semangatin elo? banyak kok yang semangatin elo termasuk Alya" tanya Rachel.
"Gue emang cuek, tapi gue butuh ucapan semangat dari orang yang deket sama gue, ka-katanya kita temen, tapi lo kok gitu? gue paham lo suka sama Rafa tapi...." Malvin tak sanggup melanjutkan perkataannya, sebenarnya ia ingin mengungkapkan perasaannya, namun ia masih gengsi.
"Tapi apa?"
"Gue ga suka lo deket sama Rafa"
"Kenapa? apa itu merugikan elo? engga kan? gue berhak bahagia, karena saat gue bareng sama Rafa itu gue bahagia" jawab Rachel semakin membuat Malvin tertusuk.
'jadi selama ini, lo tertekan sama gue?' batin Malvin.
Malvin menghela nafas panjang, lalu ia pun pergi begitu saja meninggalkan Rachel.
"Dia kenapa sih, kok aneh banget, pasti dia marah, yaudahlah gue pulang naik angkot aja, untung uang masih ada" gumam Rachel.
Lalu ia pun berjalan ke pinggiran jalan, dan menstop angkot.
~•~
Visual Malvin dan Alya
__ADS_1