
Sepulang sekolah, Rachel berjalan riang menuju parkiran sekolah untuk mengambil sepeda kesayangannya pemberian dari mendiang ibunya.
Saat sampai di parkiran, ia melihat kesana kemari mengecek satu persatu namun tak ada sepeda miliknya disana, ia masih terus mencarinya dan mengingat ngingatnya kalau ia benar benar berangkat membawa sepeda tadi pagi.
15 menit lamanya, ia lelah mecari sepedanya, keringat dingin yang kini ia rasakan, Rachel pun memutuskan untuk duduk menenangkan diri lebih dulu, lalu ia akan melapor pada guru BK atas kehilangan sepedanya.
Ia pun kembali masuk kedalam area sekolah, ia berjalan dengan terburu buru namun tiba tiba ia tak sengaja bertabrakan dengan Malvin yang membuatnya menghentikan langkah.
"Rachel, kalo jalan tuh liat liat!"
"Maaf maaf" Rachel pun kembali berlari.
Malvin hanya melihatnya dari belakang lalu mengikuti Rachel karena merasa curiga.
Rachel masih tetap berjalan dengan terburu buru, ia juga masih menoleh kearah kanan dan kirinya mungkin ia dapat menemukan dimana letak sepedanya.
Saat sudah dekat dengan ruang BK, tiba tiba ia melihat sesuatu menggantung diatas pohon mangga yang lumayan besar, sebuah sepeda berwarna merah muda.
Ya, itu adalah sepeda milik Rachel, Rachel menganga terkejut, ia pun berlari menuju pohon mangga tersebut hendak memanjat mengambil sepedanya yang tergantung diatas sana.
"Gimana ini, gue ga bisa manjat lagi" gumamnya dengan menunduk mencari sesuatu yang bisa ia buat untuk menjatuhkan sepedanya.
Saat ia telah menemukan sebuah ranting kayu, ia mencoba melempar lemparnya berkali kali namun usahanya nihil, sepedanya tetap menggantung diatas sana mungkin itu adalah ulah trio onar yang tak henti henti membully Rachel.
"Hel" suara deep yang tak asing didengar memanggil namanya.
Sontak Rachel pun menoleh ke belakang, dan terlihat Malvin yang berdiri tegak dibelakang Rachel.
__ADS_1
"Ngapain?" tanya Malvin masih belum melihat sepeda Rachel yang menggantung diatas pohon.
Tanpa membalasnya dengan suara, Rachel pun menunjuk kearah atas pohon, Malvin pun mendongak dan terkejut, alisnya mulai menajam ia pun mulai memanjat pohon mangga tersebut untuk mengambilkan sepeda Rachel.
Rachel menganga tak percaya "Vin hati hati!!" teriaknya.
Kevin yang dari jauh melihat Malvin dan Rachel berdua didepan pohon mangga, ia pun berlari menghampiri mereka.
"Ada apa hel?"
"Sepeda gue" ia menunjuk kearah sepedanya.
Malvin telah selesai membuka ikatan yang membuat sepeda Rachel tergantung.
"Kev tangkap sepeda Rachel ya!" teriak Malvin dari atas sana.
"Iya iya" Kevin mengangguk cepat dan bersiap menangkap sepeda Rachel yang akan dijatuhkan dari atas sana.
"Kev gue takut"
"Udah tenang aja hel"
Hap!! sepeda Rachel telah dijatuhkan dan Kevin telah berhasil menangkapnya dengan mudah, ia pun meletakkannya dipermukaan tanah.
"Ini hel"
"Woii!! gue kagak bisa turun!" teriak Malvin dari atas, ia benar benar tak bisa turun membuat Kevin tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Hahaha iya gue lupa vin, elo bisa naik tapi ga bisa turun, bentar gue cariin tangga di gudang sekolah" jawab Kevin yang masih tetap diiringi dengan tawa.
Rachel sedari tadi hanya bisa cekikikan melihat Malvin yang masih diatas sana.
Setelah menemukan tangga digudang sekolah, ia pun menaruhnya dipohon memeganginya membiarkan saudara kembarnya turun.
Setelahnya, Kevin pun kembali menaruh tangga didalam gudang sekolah, dan ia mengembalikan kembali kunci gudang pada penjaga sekolah.
"Kok bisa ada diatas sih hel sepeda lo?" tanya Kevin penasaran.
"Ga tau, mungkin ulah Alya dan temen temennya" lirih Rachel.
"Emang ya mereka tuh ga ada kapoknya, liat aja besok gue bakal tandangin mereka bertiga"
"Jangan kev, kalo ga ada bukti jangan asal tuduh, mending diselidiki dulu baru diamankan dengan cara baik baik, biar guru aja yang kasih hukuman ke mereka"
"Ga bisa gitu vin, lo tau Alya kan? dia licik, dia anak kepala sekolah, guru guru ga akan berani kasih dia hukuman yang berat, ga seimbang sama kelakuannya yang kayak setan"
"Kevin udah! biar gue yang tanganin masalah ini, gue ketua OSIS disini"
"Oh oke, iya lo ketua OSIS yang slalu berkuasa, ga dirumah ga disekolah cuma elo yang berkuasa, sedangkan gue cuma limbahnya elo gitu?!, gue ga berhak bantu Rachel?"
"Bukan gitu Kevin!"
"Udah udah apa apaan sih kalian ini, gitu aja berantem, udah ga usah dibales kelakuan Alya biar tuhan yang kasih mereka hukuman, oh ya terimakasih banyak udah bantuin gue ambilin sepeda, gue pamit pulang"
Rachel pun mengayuh sepedanya meninggalkan saudara kembar yang masih asik adu mulut.
__ADS_1
~•~
Budayakan Like thanks🥰💕💕