
Setelah selesai membantu tante Nindi, Rachel pun berpamitan pada tante nya untuk pergi ke rumah Malvin, dia juga menjelaskan kalau Malvin adalah temannya, dia anak dari tante Silvia yang kemarin membeli kue.
Bahkan sekarang dia juga memesan kue buatan tante Nindi lagi, jadi Rachel akan mengantarkan kue sekaligus bertemu dengan Malvin atas pinta nya.
Tante Silvia adalah teman tante Nindi saat mereka masih SMP, keduanya adalah teman dekat meskipun tante Silvia berasal dari kalangan orang kaya dan tante Nindi yang berasal dari orang kurang mampu, mereka tetap berteman dengan baik, tante Silvia memang lah orang yang sangat baik, rendah hati dan dermawan, dia mau berteman dengan siapapun tanpa memandang apapun.
"Tante, Rachel berangkat sekarang ya?" pamit Rachel seraya mencium punggung tangan tante Nindi.
"Iya, kamu hati hati dijalan, jangan pulang sore sore"
"Iya tante, Rachel pulang sekitar jam 4 kok"
"Yaudah, makasih ya udah mau nganterin kue nya"
Rachel hanya mengangguk dan tersenyum, lalu ia pun mulai mengayuh sepedanya menuju ke perumahan tempat rumah tante Silvia berada.
15 menit perjalanan, kini Rachel telah sampai di rumah tante Silvia, tanpa banyak bicara, pak satpam langsung membukakan gerbang untuk Rachel.
"Makasih" Rachel tersenyum simpul.
Ia memarkirkan sepedanya dihalaman depan rumah, lalu ia mulai memencet bel rumah, dan siapa sangka Malvin lah yang membukakannya.
Pertama kali, gadis itu menyuguhkan senyumannya untuk Malvin.
"Udah deh jangan senyum senyum, udah telat ga minta maaf lagi" sewot Malvin yang langsung berjalan meninggalkan Rachel yang masih berdiri didepan pintu.
"Maaf deh, gue tadi habis bantu tante dulu"
"Hmmm, gue udah nunggu lama daritadi tau"
"Yaudah maaf, ini dibolehin masuk ngga?"
Rachel masih diam mematung didepan pintu.
"Boleh kok, ayo masuk sini" saut tante Silvia.
Rachel pun tersenyum dan masuk kedalam rumah, ia duduk di ruang tamu ditemani oleh Malvin dan tante Silvia.
"Ada temennya bukannya disuruh masuk malah dibiarin di luar, gimana sih Malvin" tante Silvia mencubit pipi Malvin.
"Iya ma" jawabnya singkat.
"Ini tante kue pesenannya" Rachel memberikan satu kotak kue pesanan tante Silvia.
"Makasih ya, bentar tante ambil uangnya dulu"
Rachel hanya mengangguk sebagai balasannya.
"Kasih uangnya ntar aja ma, Rachel mau bantuin Malvin buat poster dulu" ucap Malvin yang langsung mengajak Rachel menuju ke gazebo belakang rumah.
__ADS_1
"Oh yaudah, mama buatin minuman sama camilan ya biar tambah semangat nugas nya"
"Ngga usah tante makasih" tolak Rachel dengan halus.
"Udah gapapa"
"Udah hel, ayo cepetan"
Rachel pun berjalan mengekori Malvin, tak ada percakapan diantara keduanya.
Hingga akhirnya mereka telah duduk di gazebo, dan Rachel mulai membuka suara, sedari tadi dia hanya diam dengan mengamati isi rumah Malvin penuh kekaguman.
Ia membatin tentang rumah Malvin yang sungguh besar dan bagus, Malvin yang mendengar batin Rachel hanya menampilkan senyum smirk nya yang tak terlihat oleh Rachel.
"Ini tema nya apa?" tanya Rachel yang sudah siap dengan pensilnya.
"Kebersihan dan Kesehatan" jawabnya dengan nada dingn.
"Oke, elo bisa mewarnai nya kan?"
Malvin hanya menggeleng kecil.
"Ha? gambar bisa? kita bagi tugas, biar ga gue semua"
"Ga bisa, kan elo pembantu gue, ya semuanya harus elo lah, gue cuma terima beres nya aja"
Malvin yang mendengar batin Rachel, sontak ia langsung menoleh ke arah Rachel dan menggebrak kasar meja yang ditaruh di atas gazebo tersebut sebagai alas untuk menggambar.
Rachel benar benar terkejut, dia pun langsung menunduk tak berani menatap Malvin lagi.
'kenapa dia tiba tiba gebrak meja? dia normal ngga sih?' Rachel melirik sekilas ke arah Malvin yang asik memainkan ponsel nya.
"Gue normal, udah diem cepetan kerjain!!" Malvin nampak sangat kesal.
Mendengar jawaban Malvin, Rachel pun membelalakkan matanya lebar lebar, ia sangat terkejut, apakah Malvin bisa mendengar batinnya.
'kok aneh, masa sih dia bisa denger batin gue?'
'duh gue keceplosan lagi, harusnya gue ngga bilang gitu, gue ga mau ada yang tau tentang kelebihan gue ini' batin Malvin dengan mengacak rambutnya dan menunjukkan dahi nya.
Rachel yang melihat Malvin merapikan rambutnya dan memperlihatkan dahinya, ia sangat terkagum kagum melihat pesona cowok itu, Malvin sungguh tampan.
'waw keren, ganteng sih tapi gantengan Rafa' Rachel kembali membatin, dan Malvin mendengarnya.
Sontak Malvin membelalakkan matanya seraya tertawa terbahak bahak, namun ia tak berbicara apa apa.
'cewek culun ini suka sama Rafa ternyata' batin Malvin yang masih diiringi dengan tawa dari mulutnya. 'akhirnya gue punya rahasia nya'
Rachel menatap kebingungan cowok yang berada didepannya tersebut.
__ADS_1
'ngeri, habis gebrak meja tiba tiba, trus sekarang malah ngakak sendiri padahal ngga ada yang lucu'
"Cepet selesain posternya, fokus!"
"Iya iya vin" Rachel memutar bola matanya.
Rachel pun kembali fokus pada tugas yang diberikan oleh Malvin, memanglah gambarannya terkenal bagus di sekolah, membuat Malvin yakin menyuruh Rachel membuatkan poster untuk tugasnya.
Tante Silvia telah membawakan camilan dan minuman berupa es jeruk yang sangat segar, Rachel pun memakan dan meminum pemberian tante Silvia lebih dulu, lalu melanjutkan tugasnya.
'mama nya Malvin baik banget, Kevin sama papa nya juga baik banget loh, waktu itu gue pernah ditolong pas waktu hampir ketabrak motor, tapi anehnya kenapa Malvin doang yang sifatnya beda dari mereka' batin Rachel sembari terus memperhatikan tante Silvia yang berjalan mulai menjauh dari mereka.
'ni anak kenapa punya perasaan jelek mulu ke gue, emang gue kenapa sih? banyak yang bilang kalo gue beda sama keluarga gue, tapi kan yang paling beda sama keluarga gue itu Kevin' pikir Malvin mulai kebingungan.
****
Hingga akhirnya, tepat pukul setengah 4 Rachel telah menyelesaikan poster milik Malvin, mulai dari menggambar dan mewarnai semuanya Rachel yang melakukan.
Sedangkan Malvin hanya asik memainkan ponselnya tanpa memikirkan posternya yang dibuat oleh Rachel.
"Nih vin udah jadi, gimana cocok ngga?" Rachel memberikan poster buatannya pada Malvin.
"Hmm oke, makasih elo boleh pulang"
"Ya ampun vin, segitunya... baru juga selesai udah diusir, capek atuh suruh istirahat dulu kek" protes Rachel.
"Kalo mau dibawa camilannya, bawa aja masih banyak dirumah"
"Oke beneran ya, makasih loh" Rachel tersenyum riang, karena camilan yang disuguhkan oleh tante Silvia rasanya sangat lezat, belum pernah Rachel memakan jenis camilan seperti itu.
"Yaudah gue pamit pulang ya vin"
"Hmmm"
Malvin pun kembali ke kamarnya sembari membawa posternya yang telah jadi itu, dia tak menghiraukan Rachel yang akan pulang kerumahnya.
Rachel pun menuju ke halaman depan rumah melawati pintu samping, saat hendak mengayuh sepedanya, tiba tiba tante Silvia berlari dari arah dalam rumah memanggil manggil nama Rachel.
Rachel pun mengurungkan niatnya, dia kembali menghampiri tante Silvia.
"Oh iya lupa, uang kue nya" gumam Rachel.
"Ini sayang uangnya, makasih ya... kue tante kamu emang enak banget, tante jadi ketagihan hehe"
"Syukurlah kalo tante ketagihan" Rachel menjawab dengan tertawa kecil.
Setelah mengobrol sebentar, Rachel pun segera kembali melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah, mumpung belum terlalu sore.
~•~
__ADS_1