
Sepulang sekolah, saat Rachel hendak mengambil sepeda nya dan beranjak pulang ke rumah, tiba tiba Malvin datang dan menghentikan Rachel yang hampir mengayuh sepeda nya.
"Ntar elo ke rumah gue" pinta nya.
"Buat apa?"
"Inget perjanjian! harus nurut!"
"Iya iya gue tau, tapi buat apa gue ke rumah elo?"
"Bantu gue gambar, ada tugas buat poster, gue ga bisa gambar" ucapnya dengan ekspresi wajah sangat datar tanpa senyum sedikit pun.
'Kayak bocah sd aja, udah gede masih ngga bisa gambar' batin Rachel, jelas langsung dipelototi Malvin.
"Oke, tapi kalo gue agak telat maaf ya, gue masih harus bantu tante gue dulu"
"Hmm" jawab Malvin singkat, lantas langsung memperbolehkan Rachel pergi.
Rachel pun kembali mengayuh sepedanya, pulang ke rumah, sedangkan Malvin ia masih menunggu Kevin yang masih belum keluar dari ruang bk, dia dipanggil lagi ke ruang bk karena masalah baru yang dia timbulkan.
Kevin telah menyiramkan kopi hangat yang dia bawa pada Alya dan kedua temannya karena telah menindas Rachel. Niatnya memang baik untuk membalas perbuatan jahat Alya dan teman temannya tapi caranya salah.
__ADS_1
"Kev kev, kenapa elo ga tobat tobat sih, slalu aja buat masalah, kalo papa tau, elo bakal di pindahin sekolah, elo bakal dibawa ke Canada ke rumah kakek" oceh Malvin pada Kevin yang berjalan ke arahnya.
Meskipun Kevin slalu membuat masalah di sekolah, tetapi Malvin tak pernah menceritakan hal tersebut pada kedua orang tuanya, dia akan slalu melindungi saudara kembarnya tersebut.
Jika papa nya tau, mungkin Kevin akan habis dimarahi sekaligus dikunci dalam kamar, atau uang jajannya akan distop, bahkan bisa jadi Kevin akan dibawa ke Canada.
Sepulang sekolah, Kevin jarang berada dirumah, ia slalu pergi nongkrong bersama teman temannya hingga larut malam, terkadang ia juga ikut balap motor liar.
Kevin dulu pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kirinya patah, namun itu semua tak membuatnya jerah, dia tetap mengikuti balap motor tersebut.
"Ayo vin kita pulang" ucap Kevin dengan riang, hari ini ia tak bawa motor karena motornya masih akan ia modifikasi kembali.
"Hhmm"
Sifat Malvin yang pendiam, cuek dan kutu buku membuat Kevin malas untuk mengajak ngobrol karena setiap Kevin mengajak ngobrol Malvin dia hanya menjawabnya dengan singkat.
...***...
Sesampainya di rumah ~
"Kev, gue mohon elo jangan bikin masalah lagi disekolah, jangan bikin malu papa, kalo papa bisa tau tentang kelakuan lo ini, dia bakal marah besar, bisa bisa elo dibawa ke Canada ke rumah kakek, trus elo di didik sama om Andy, lo tau sendiri kan om Andy galak" omel Malvin demi kebaikan adiknya.
__ADS_1
"Iya iya vin, gue bakal berusaha buat jadi lebih baik"
"Jangan cuma ngomong doang, tapi buktiin"
"Iya vin" jawab Kevin lalu pergi begitu saja menaiki tangga menuju kamarnya.
Malvin hanya menggelengkan kepalanya tak tahan dengan kelakuan saudara kembarnya yang sulit sekali diberitahu.
Malvin pun menyusul naik ke lantai 2 menuju ke kamarnya sendiri untuk segera membersihkan badannya yang lengket akibat keringat dan debu.
Setelah mandi, dia melaksanakan sholat dhuhur lebih dulu karena waktu sholat dhuhur akan segera berakhir.
Sehabis sholat dhuhur, dia menunggu Rachel di ruang tamu seraya memainkan ponselnya, sebelumnya Malvin telah menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat poster.
"Vin gue mau main, kalo mama cari gue, bilang aja gue kerja kelompok" ucap Kevin yang berdandan rapi dan memakai parfum dengan bau yang sangat wangi menusuk hidung.
"Iya, pulangnya jangan malem malem kev, udah sholat belum?"
"Udah vin, ntar gue pulang jam 4 sore"
"oke"
__ADS_1
~•~