
"Gue pulang duluan ya, salam buat Malvin" ucap Rachel tersenyum tipis.
"Gue juga, maaf gue ga bisa nemenin kayak dulu lagi" diikuti Alya.
Kevin hanya mengangguk sembari tersenyum tipis, "hati hati dijalan. Rafa, elo anterin mereka berdua gih, mereka cewek ga baik dijalan berdua malam malam gini, pastiin mereka sampe rumah dengan selamat.." titah Kevin.
"Emang elo siapanya gue? enaknya nyuruh nyuruh gue kayak gitu?" sinis Rafa dengan memincingkan alisnya.
"Gue cium, mingkem lo!" ancam Kevin yang langsung duduk mendekat ke arah Rafa.
"Iye iye gue anterin, jijiks ga usah deket deket!" cibir Rafa langsung menjauh saat didekati Kevin. Kevin memang sangat suka menjahilin Rafa.
"Ya udah sono, ngapain masih ngeliatin gue? ntar naksir!" goda Kevin karena Rafa masih menggerutu didepannya.
Alya dan Rachel hanya tertawa melihat perdebatan kedua cowok itu. Rafa pun melotot ke arah Kevin kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan Kevin, lalu Alya dan Rachel menyusul dibelakangnya.
****
Sesampainya didepan rumah Rachel.
__ADS_1
"Makasih ya Alya, Rafa" ucap Rachel sembari tersenyum manis. "Mampir dulu yuk" ajaknya.
"Lain kali aja ya, udah malam nih. Lagian kita kan udah kerumah lo tadi waktu pesta" tolak Alya.
"Oh iya iya, yaudah hati hati dijalan ya guys" balas Rachel sembari melambaikan tangannya.
Alya dan Rafa pun mengangguk lalu menancapkan gasnya menuju rumah Alya, karena seperti perintah Kevin, Rafa juga harus benar benar memastikan Alya pulang dengan selamat, karena Alya juga seorang perempuan yang harus dijaga oleh lelaki.
"Capeknya" gumam Rachel hendak membuka gerbang.
Namun tiba tiba ia mendengar seperti ada langkah kaki orang dibelakangnya, membuatnya seketika menoleh karena ia pikir itu tetangganya maka ia harus menyapanya.
"Bagus" gumam seseorang dengan senyum smirk nya, memantau dari jauh. "Bye bye kuman" lanjutnya, kemudian melajukan motornya.
Seseorang dengan pakaian serba hitam itu memasukkan Rachel kedalam sebuah mobil Jeep berwarna maroon, lalu dibawanya entah kemana.
"Tadi kayak ada suara orang buka gerbang ya, apa Rachel udah pulang?" ucap Nindi yang berjalan ke depan rumah, untuk mengecek apakah keponkannya sudah pulang.
Sesampainya didepan rumah, tak ada seorang pun disana, bahkan suasana sangat sepi dan menakutkan, Nindi pun memberanikan diri untuk mengecek gerbangnya. Terlihat gembok gerbangnya sudah terbuka padahal awalnya gembok tersebut terkunci.
__ADS_1
"Siapa yang buka? kalau Rachel, dimana anaknya sekarang? kok cuma buka gembok ga masuk kerumah?" gumamnya penuh tanda tanya.
Nindi pun kembali mengunci gerbangnya, 'apa jangan jangan maling ya' pikirnya, perasaannya mulai takut.
Setelah mengunci gerbang, Nindi pun berlari kembali masuk kedalam rumah dan menunggu keponakannya pulang, kali ini dia benar benar takut, karena keadaan dia sendiri dirumah.
Nindi pun mengirimkan pesan pada Rachel.
Anda.
Rachel kamu dimana? cepet pulang sayang, jangan malam malam.
Anda.
Nanti kalo kamu pulang, telfon tante dulu ya biar tante bukain gerbangnya, kamu jangan masuk ke gang dulu sebelum tante tunggu kamu didepan rumah ya...
Itulah isi pesan Nindi, ia sangat khawatir dengan keponakannya. Namun setelah berjam jam menunggu Rachel pulang juga menunggu balasan dari Rachel, keponkannya itu tak kunjung pulang bahkan membuka pesan dari tantenya pun tidak, membuat Nindi semakin khawatir karena jam telah menunjukkan pukul 12 malam.
~•~
__ADS_1