
Sore harinya ~
"Gimana, Malvin udah siuman?" tanya Alya pada Kevin yang baru saja keluar dari kamar rawat Malvin.
Kevin hanya menggeleng. Rachel dan Alya menghembuskan nafas kasar secara bersamaan, sekarang sudah pukul 3 sore, tante Nindi memutuskan untuk kembali ke toko kue.
Alya dan Rachel pun kembali duduk dibangku depan kamar rawat, Rachel membuka handphone nya dan menghidupkan data seluler nya.
Ternyata banyak sekali pesan masuk dari Rafa yang belum Rachel liat, karena sedari tadi ia masih khawatir dengan Malvin dan tak sempat membuka hp.
Rachel pun kembali menelefon Rafa, karena tadi Rafa menelefon Rachel sebanyak 7 kali namun tak ada balasan dari Rachel. Ia pun menjauh dari Alya dan Kevin untuk menelefon Rafa.
π Assalamualaikum Rafa, ada apa?
π Waalaikumsalam hel, lo ada dimana? gue cari cari lo dirumah lo ga ada, rumahnya tutupan dari tadi pagi
π gue ada dirumah sakit dari pagi tadi, Malvin kecelakaan..
π Hah!!! serius?! dirumah sakit mana? dan ruangan apa?
π Rumah sakit umum Aryawinata, ruangan anggrek VVIP empat
π Oke gue kesana
π Iya, hati hati dijalan
Sambungan telefon pun terputus, ia menaruh kembali handphon nya kedalam saku, lalu berjalan menghampiri Alya yang hampir tertidur dengan kepala yang bersandar didinding.
__ADS_1
"Capek al? kalo capek pulang al, kasihan elo dari pagi disini" ucap Rachel.
Alya hanya menggeleng.
"Elo masih sayang sama Malvin?" tanyanya Rachel mulai serius, entah mengapa dia tiba tiba bertanya seperti itu pada Alya, karena ia sangat ingin tahu tentang perasaan Alya.
Alya kembali menoleh lalu mengangguk samar, "gue masih bingung sama perasaan gue, entah gue ini suka, kagum, atau terobsesi ke Malvin, tapi jujur..... gue pingin balikan sama Malvin" jawabnya terlihat jujur.
"Ohh..... yaudah gue dukung, keliatan dari sorot mata lo dan sikap lo kalo lo beneran masih sayang ke Malvin"
"Masa sih? kok lo bisa tau?"
Rachel tertawa kecil, "buktinya, lo setia nunggu Malvin daritadi, meskipun lo capek dan ngantuk tapi masih tetep ada disini"
Alya tersenyum. "Bisa aja, makasih banyak ya bestie, oh ya.... emang lo suka Malvin juga?" tanya Alya mulai penasaran.
Rachel mengernyit, "enggak. gue cuma asistennya aja, dia jahat dan nyebelin banget, males aja sama dia, berharap kontraknya bisa cepet kelar" jawab Rachel.
Alya terkekeh saat mendengar cerita Rachel, namun ia sedikit kasihan, juga merasa bersalah saat mengingat dirinya yang sangat jahat terhadap Rachel.
'rachel itu baik dan tulus, kenapa gue sejahat itu dulu ya sama dia, padahal dia ga salah apa apa sama gue, adapun salah itu juga kesalahan kecil, trus gue juga jahat banget udah ngatain ibu Rachel yang udah tiada, gue berdosa banget tuhan' batin Alya, wajahnya mulai lesu.
"Ohh.... berarti lo suka Rafa kan? atau Kevin?" tanya Alya yang sukses membuat Rachel bingung harus menjawab apa.
"Ehh..... Stttt jangan bilang siapa siapa ya, gue suka ke Rafa, ini cuma lo, Malvin, gue dan tuhan gue aja yang tau" jawab Rachel berbisik ke telinga Alya, Alya pun tertawa lepas namun tak membuat suara bising.
"Iya iya hel, santai aja. Gue ga akan bocorin ke siapa siapa kok" Alya tersenyum manis.
__ADS_1
Barusaja dibicarakan, eh orangnya datang.
"Hel!!" panggil Rafa yang tak terlalu jauh jaraknya dari Rachel.
Rachel pun beranjak bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Rafa. "Rafa, cepet banget"
"Malvin kok bisa kecelakaan, gimana ceritanya? kayaknya dia tuh tertib lalu lintas loh" Rafa sungguh kebingungan.
Rachel pun menghela nafas berat, mengingat kejadian itu lagi semakin membuatnya merasa bersalah kembali. Mau tak mau, dia pun menceritakan kembali kejadian yang membuat Malvin kecelakaan.
Rafa menggeleng lalu tersenyum, dan ia pun mengelus lembut rambut Rachel, semakin membuat jantung Rachel berdetak tak karuan.
"Bukan salah lo kok hel, ini semua udah takdir, tapi Malvin udah baik baik aja kan?" tanya Rafa.
"Iya, Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, tapi daritadi sampai sekarang Malvin masih belum siuman" jawab Rachel.
"Semoga aja Malvin bentar lagi siuman"
Rachel hanya membalasnya dengan anggukan, ia pun menyuruh Rafa duduk disebelahnya.
"Loh Alya kemana?" tanya Rachel pada Kevin.
"Ga tau" Kevin mengendikkan bahunya, lalu kembali bermain ponselnya.
Dulu Kevin memiliki rasa yang lebih untuk Rachel, namun karena selama ini Malvin dekat dengan Rachel, seketika rasa itu berubah, ia merasa jika Rachel lebih menyukai Malvin ketimbang dirinya.
Hingga akhirnya, kini tak ada perasaan lebih lagi untuk Rachel, Kevin sekarang hanya menganggapnya sebagai teman.
__ADS_1
Rachel, Rafa dan Kevin pun kembali ke suasana hening, Kevin dan Rafa asik memainkan ponselnya sedangkan Rachel menatap ke dinding depannya dengan pandangan kosong.
~β’~