Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Saran


__ADS_3

Rachel mengusap muka nya kasar lalu beranjak dari kasurnya dan membasuh mukanya.


Lalu ia pun menuju ke ruang tamu, menghampiri tante Nindi yang duduk sendiri disana sembari menonton tv. Rachel duduk disamping tantenya, tante Nindi menoleh dan tersenyum sekilas pada Rachel.


Nindi melihat wajah lesu Rachel, terhenyak bingung "kamu kenapa? lagi galau? mukanya kusut banget" tanya tante Nindi.


"Iya tante, Rachel galau" jawab Rachel sembari menghela nafas kasar.


Mendengar itu, tante Nindi tertawa. "Galau kenapa? marahan sama temen, apa marahan sama pacar?" goda tantenya.


"Ihh tante mah, Rachel ga punya pacar tau. Rachel lagi bingung, temen Rachel ngajak pacaran, gimana ini?" tanya Rachel merasa frustasi.


"Siapa emangnya?" tanya rante Nindi antusias.


"Rafa" gumam Rachel.


"Ohh.... Rafa anak baik, kalo kamu suka sama dia, ya gapapa lah, asal ga ganggu belajar kamu dan jangan rusak juga masa depan kamu hanya karena pacaran, gunakan pacaran untuk hal yang positif.." ujar Rachel menasihati.

__ADS_1


Rachel kembali menghela nafas berat,


"Tapi masalahnya bukan itu tante"


"Terus apa?"


"Jadi.... sebenarnya Rachel udah suka sama Rafa dari dulu, tapi.... entah mendadak Rachel ragu buat terima dia. Kenapa ya tante?" tanya Rachel.


"Hayoo loh, jangan jangan kamu cuma kagum ke dia, karena cinta sama kagum beda tipis" jelas tante Nindi.


"Hah! masa sih tante?"


Rachel terdiam, 'apa mungkin gue cuma kagum ke Rafa ya, tapi kenapa gue seneng kalo dia perhatian dan deket sama gue?' batinnya tanda tanya.


Apa mungkin perasaan Rachel ke Rafa telah hilang? dan apa mungkin Rachel telah mencintai Malvin?, belum pasti tapi masih teka teki.


"Ehmm... atau mungkin kamu cinta ke Rafa tapi ada yang tiba tiba ambil cinta itu, dia ambil cinta yang kamu berikan ke Rafa, intinya atau ada cowok lain dihati kamu?" tanya tante Nindi lagi.

__ADS_1


Rachel terdiam, tiba tiba ia teringat pada Malvin, karena selama ini ia dekat dengan Malvin, apakah dia sudah mulai mempunyai rasa pada Malvin? tetapi dengan cepat pula ia menepis pikiran itu.


"Ehm... ga ada sih tante, apa mungkin emang Rachel cuma kagum ke Rafa ya"


Tante Nindi tertawa terbahak bahak. "Aduh Rachel, mungkin kamu lagi dalam fase cinta monyet. Jelas anak seusia kamu pasti udah merasakan jatuh cinta, tapi mungkin kamunya yang terlalu polos, belum bisa membedakan kagum dan cinta" seru tante Nindi.


Rachel tertawa kecil sembari menyengir, "yaudah tante, aku ke dapur dulu, habis itu Rachel mau belajar dikamar" ucap Rachel yang hanya diangguki oleh tantenya. Tante Nindi pun kembali fokus pada tv nya, menonton sinetron kesukaannya.


Lalu Rachel pun beranjak bangun menuju dapur untuk meminum segelas air putih, menenangkan pikirannya.


"Masa iya si Malvin? dihh ga mungkin, dia nyebelin, ga mungkin gue suka sama dia.." gumam Rachel.


Keesokan paginya, Rachel datang ke sekolah sengaja berangkat mepet jam masuk, agar Rafa tak menghampirinya sebelum bel.


Sesampainya disana, benar saja belum memasuki kelas bel masuk telah berbunyi, sehingga tak ada kesempatan Rafa untuk menghampirinya.


Rachel duduk dibangkunya, dan guru mulai datang memulai pelajaran, ia mencoba untuk fokus berkonsentrasi pada belajarnya.

__ADS_1


~•~


__ADS_2