
Tepat di saat adzan subuh telah berkumandang, Rachel telah selesai mengerjakan tugas tugasnya, mata nya terasa berat, ingin sekali tidur tetapi ia harus ke sekolah.
Semalaman dia mengerjakan tugas tugas tersebut, meski mengantuk tapi ia tetap memaksakannya.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya, dia pun mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat shubuh, dia membantu tante nya membersihkan rumah dan juga memasak, lalu setelah semuanya selesai, dia segera mandi dan berangkat ke sekolah lebih awal karena ia hari ini ada piket kelas.
Rachel telah siap dengan seragam rapi nya dan juga rambut yang dikepang 2 diatas.
"Tante, Rachel berangkat ke sekolah ya? sini Rachel antar sekalian kue nya ke toko tante"
Rachel mencium punggung tangan tante Nindi.
"Ngga usah sayang, kamu langsung ke sekolah aja, biar tante bawa kue kue ini sendiri"
"Gapapa tante sekalian aja, sini Rachel bawa biar tante ga terlalu banyak bawa kue nya"
Karena Rachel memaksa, tante Nindi pun membawakan kue kue tersebut pada Rachel untuk dibawanya ke toko kue milik tante nindi yang jaraknya tak terlalu jauh dari sekolah Rachel, dan jalannya juga satu arah.
Rachel pun segera berangkat, karena jam sudah menunjukkan pukul 6 pas.
Sesampainya di toko kue, ia menaruh kue kue tersebut lalu kembali mengunci toko kue nya, dan ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju sekolah.
"Ya ampun, gue lupa kan hari ini waktunya gue traktir Alya sama temen temennya" Rachel mulai gelisah, ia bingung apa yang harus dia lakukan, karena ia hanya memiliki uang 20 ribu rupiah saja.
"Masa aku harus kas bon dulu ke bu kantin, apa aku cuci piring aja ya" pikirnya mulai bingung, mungkin ia takkan bisa fokus dengan pelajaran nanti karena memikirkan hal ini.
Hingga akhirnya ia telah tiba di sekolah, dia segera memarkirkan sepedanya dan berlari menuju kelasnya untuk melakukan piket kelas hari ini.
"Ya ampun kelasnya kotor banget" gumam Rachel lantas segera membersihkan kelasnya.
Rachel membersihkan kelasnya sendirian, hingga datanglah 2 temannya yang terdaftar piket hari ini, Rachel pun menyuruh mereka, namun mereka menolak dan malah mendorong Rachel hingga terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Namun tiba tiba Rafa masuk kedalam kelas dan melihat Rachel yang terjatuh di lantai, dia pun segera membantu Rachel untuk kembali berdiri, dan bertanya pada Rachel apa yang sedang terjadi.
Rachel pun menceritakannya, dan Rafa sebagai ketua kelas yang bijak, dia memarahi kedua siswa dan siswi yang mendorong Rachel dan menyuruh mereka untuk melakukan piket kelas.
Terpaksa, keduanya pun melakukan piket kelas, sedangkan Rachel yang telah selesai menyapu dan menata bangku, dia diperbolehkan selesai piket kelas oleh Rafa.
Tak lama bel masuk pun berbunyi, pelajaran pertama segera dimulai.
****
Di waktu istirahat, Rachel buru buru menuju ke ruang guru untuk mengumpulkan tugasnya yang kemarin.
Tok tok tok
Setelah diperbolehkan masuk, ia pun segera masuk kedalam dan mengumpulkan tugas tugasnya, namun pandangannya teralihkan pada siswa yang duduk didepan guru BK
Karena posisi duduknya membelakangi Rachel, ia terus memperhatikannya karena sepertinya sosok siswa itu tak asing di mata Rachel, dan ia sekilas melihat wajahnya dari samping.
Benar seperti dugaannya dia adalah Malvin, mungkin Malvin sedang membicarakan tentang keamanan sekolah, karena dirinya adalah ketua OSIS.
Namun, Malvin mengetahui kedatangan Rachel didalam ruang guru tersebut meski ia tak melihat wajahnya, tetapi ia bisa mendengar batin Rachel.
Saat ia baru saja keluar dari ruang guru, ketiga siswi yang menyiramnya dengan air kemarin telah menghadangnya sekarang tepat di depan pintu ruang guru.
'Kenapa mereka bisa tau gue ada disini' batin Rachel dengan jantung yang tiba tiba berdegup sangat kencang.
Mereka bertiga, merangkul Rachel dan bertingkah pura pura baik, mereka membawa Rachel ke kantin, seperti perjanjian kemarin, Rachel dipaksa mentraktir mereka bertiga di kantin.
Namun semua omongan mereka hanyalah omong kosong, nyatanya mereka memanggil semua murid yang berada di kantin tersebut untuk membiarkan mereka makan sesukanya, karena mereka bertiga bilang Rachel yang akan membayarnya.
Rachel hanya diam pasrah melihat semua teman temannya makan sesuka nya tanpa membayar, namun hatinya begitu sesak ingin menangis tetapi air matanya tak bisa keluar.
"Ya Allah berilah aku kemudahan, berilah aku jalan untuk bisa menyelesaikan masalah ini, apa yang harus aku lakukan?" matanya mulai berkaca kaca meminta pertolongan pada tuhan yang ia percaya.
__ADS_1
Kevin yang sedari tadi memperhatikan Rachel yang berusaha menahan air matanya, bahkan ia juga bisa membaca pikiran Rachel, dia sangat merasa iba pada Rachel.
"Jahat banget sih Alya, bisa bisanya dia menindas orang yang lebih rendah darinya"
gumam Kevin merasa kesal dan kasihan pada Rachel.
'Tenang hel gue bakal bantu elo kok, kita temen harus saling membantu' batin Kevin. Tetapi ternyata Malvin berada dibelakang Kevin, ia mendengar batin Kevin yang membicarakan tentang Rachel.
'Emang Rachel kenapa?' batin Malvin, dia ikut penasaran.
Hingga akhirnya bel masuk telah berbunyi, semua murid telah kembali ke kelas kecuali Rachel yang hendak membantu ibu kantin mencuci piring karena tak sanggup untuk membayar semua makanan itu.
Saat akan memegang spons cuci piring, tiba tiba terdengar suara Kevin yang melarang Rachel memegang spons tersebut, sontak ia menoleh ke belakang.
"Kevin, ngapain elo kesini?" tanya Rachel kebingungan.
Kevin tak membalas ucapan Rachel, dia langsung menghampiri ibu kantin dan membayar semua makanan dan minuman yang telah dibeli beberapa murid tadi, lantas membebaskan Rachel agar tak membantu cuci piring.
Kevin pun langsung menggenggam tangan Rachel dan membawanya keluar kantin.
"Hel, kenapa elo ga bilang kalo elo diginiin sama Alya!"
"Maaf"
"Kapan kapan lagi, kalo lo ada masalah atau di tindas sama mereka, cepet cerita ke gue, kita temen hel, jangan sungkan sungkan ke gue"
"Iya kev, makasih banyak ya, ntar gue bakal cicil ke elo ya"
"Sttt, ngga usah... ini gue ikhlas bantu elo, gue ga mau liat siswa atau siswi sekolah ini ditindas"
"I-iya"
Lalu mereka pun kembali ke kelas masing masing, keduanya terlambat masuk kelas dan beralasan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
~•~