
Rachel yang baru sampai dirumahnya, ia berniat untuk bersih bersih karena dirasa rumah yang terasa sangat kotor dan tak terurus, gadis itu pun langsung mengambil sapu.
Namun saat akan menyapu lantai, tiba tiba suara dering terdengar yang berasal dari telfon rumah.
π Halo gue Malvin, bisa ga elo ke rumah sakit? gue kangen sama elo
π Ga mau! gue sibuk!
π Ayolah, hel apa elo mau liat gue ga bernyawa karena ga mau makan?
π Ya suruh siapa ga makan
π Gue mau makan asal disuapin sama elo
π Emang gue babu lo?!
Tring!!!
Belum selesai berbincang ditelefon, tiba tiba bel rumah berbunyi mengharuskanya memutuskan sambungan telfon sepihak.
"Bentar!!" teriaknya, menaruh sapu kemudian berjalan membukakan pintu.
"Eh Kevin, ada apa?" tanya Rachel mengernyit.
"Si bawel minta gue jemput elo, katanya dia mau makan asal elo yang suapin" ucap Kevin.
__ADS_1
'Sudah gue duga' batinnya sembari memutar bola matanya.
"Iya, dia barusan telfon gue. Nyebelin banget sih! gue sibuk mau bersih bersih rumah" jawab Rachel.
"Ayolah hel, ntar gue lagi yang dimarahin sama Malvin sedangkan gue ga bisa marah ke dia, dia lagi sakit mana bisa gue marahin dia.."
Rachel berdecak kesal, "yaudah iya mau"
"Oke makasih, oh ya.... ini buat elo, hp lo hilang kan katanya, ini gue beliin yang baru udah disetting dan udah lengkap nomer nomernya" ucap Kevin mengeluarkan sebuah kotak dari saku jaketnya kemudian memberikannya pada Rachel sebuah kotak handphone.
"Maaf, gue ga bisa nerima. Gue beli sendiri aja.."
"Hel.... please terima, oh yaudah kalo ga mau, hp nya taro sini aja biar orang lain yang ngambil kalo lo ga mau" Kevin menaruh kotak handphone tersebut di gerbang, Rachel terdiam.
"Eh eh jangan deh, yaudah gue terima. Makasih banyak ya.." Rachel kembali mengambil kotak itu sembari tersenyum.
Rachel pun mengunci pintu rumah dan gerbangnya, kemudian naik keatas jok motor Kevin dan melaju menuju rumah sakit tempat Malvin dirawat.
****
Sesampainya dirumah sakit, tepatnya di ruangan tempat Malvin dirawat. Cowok itu pura pura tertidur saat mengetahui Rachel datang membuka pintu.
"Ohh tidur, yaudah gue pulang aja kev" ucap Rachel tau kalau Malvin hanya pura pura tidur.
"Pulang?" Kevin mengernyit tak paham.
__ADS_1
Rachel mengetipkan satu matanya dan memberi kode menunjuk Malvin menggunakan matanya.
"Ohh, yaudah yuk gue anter"
Rachel pun membuka pintu, mendengar suara pintu terbuka, Malvin pun membuka matanya, Rachel dan Kevin tertawa kecil melihat Malvin masuk jebakannya.
"Kalian apa apaan sih, ngapain elo mau pulang lagi?!" kesal Malvin.
"Elo tidur, yaudah gue balik aja. Ehh ternyata cuma pura pura" jawab Rachel kemudian berjalan mendekat.
"Elo ga mau tanya tentang keadaan gue gitu? basa basi, gimana keadaan elo atau udah enakan belum? harusnya gitu" ucap Malvin yang entah sejak kapan berubah bawel.
"Ga penting! udah cepet makan, buka mulut!" titah Rachel mengambil bubur.
Malvin pun membuka mulutnya, dan Rachel penuh perhatian menyuapi cowok didepannya itu, jujur hati kecilnya masih belum bisa menerima Malvin namun disisi lain gadis itu tak bisa mengabaikan Malvin, dia sungguh merindukan cowok menyebalkan itu yang ia tinggalkan selama 5 bulan dalam keadaan sakit, rasa bersalah terus menghantuinya.
"Sedih banget jadi gue, dianggurin kayak patung.." celetuk Kevin.
"Elo kapan dibolehin pulang?" tanya Rachel pada Malvin.
"Ntar sore"
Rachel hanya mengangguk.
"Pulang sama elo" bisiknya melanjutkan ucapannya membuat Rachel mengernyit bingung.
__ADS_1
~β’~