Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Aqua


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, tepat di waktu olimpiade, Rachel dan Malvin melakukan olimpiade dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang.


Syukur, olimpiade berjalan sangat lancar, Rachel dan Malvin mengerjakannya dengan sangat mudah karena sudah berhari hari mempelajari buku tebal sains tersebut.


"Aduh capek banget" keluh Rachel seraya mengusap keringatnya berkali kali menggunakan lengannya.


Malvin hanya diam melirik sekilas Rachel yang terus mengeluh.


"Beliin gue Aqua" titah Malvin seraya melemparkan uang senilai 10.000 pada Rachel.


"Bisa sopan ga sih, meskipun kita seumuran setidaknya elo bisa hargai gue"


"Bawel"


"Kalo elo mau dihargai maka hargai dulu orang lain Vin"


"Udah jangan ceramah, cepet beliin , kalo elo mau beli juga pake aja uang gue"


Rachel hanya diam, ia pun menuju ke kantin untuk membelikan Aqua untuk Malvin, sebenarnya ia ingin membeli Aqua juga namun ia tak ada uang, jika ia menggunakan uang Malvin rasanya sungkan.


Setelah membeli Aqua, Rachel kembali ditempat Malvin berada dan memberikan sebotol Aqua sekaligus uang kembaliannya.


"Ini Vin"


"Oke, elo ga beli juga?"


Rachel hanya menggeleng, mereka masih berada duduk dibangku yang sama menunggu kedatangan guru yang mengantarkan mereka olimpiade tadi, setelah gurunya datang maka mereka akan kembali ke sekolah.


Rachel terlihat sangat lemas, wajahnya pucat, mungkin Rachel dehidrasi akibat hawa yang panas dan dirinya tak meminum air sedikitpun.

__ADS_1


Saat Malvin memainkan handphone nya, terlihat samar dari layar handphone nya Rachel terlihat lesu, Malvin merasa kasihan dan ia memberikan uang kembaliannya.


"Ini hel buat elo kalo mau beli Aqua"


"Eng-enggak, ga usah Vin" tolak Rachel.


"Kenapa? sana beli aja, ga akan gue suruh ganti kok, daridapa elo pingsan disini bikin repot aja"


Rachel berfikir sejenak, benar seperti ucapan Malvin, jika ia tak segera minum maka ia akan pingsan, tambah merepotkan orang lain.


"Yaudah, makasih ya Vin" Rachel tersenyum manis, ia pun mempercepat langkah kaki nya berjalan menuju kantin untuk membeli Aqua.


Setelah selesai membeli, ia kembali ke tempatnya tadi, dan meminum sebotol aqua tadi yang ia beli.


Setelah meminumnya, tenggorokan terasa segar, dan badannya sudah tak lagi selemas tadi.


****


Rachel dan Malvin masuk ke kelas masing masing untuk melanjutkan pelajaran hari ini, karena mata pelajaran hanya tinggal 1 saja.


Selesai pelajaran, bel pulang sudah berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas bergegas pulang ke rumah masing masing dengan semangat.


Entah kenapa setiap bel pulang berbunyi, itu adalah sebuah kemerdekaan bagi semua murid, yang tadinya didalam kelas mengantuk hingga mendengar bel pulang berbunyi akan kembali bersemangat.


Rachel telah berada diparkiran sekolah, ia mengambil sepedanya, dan hendak mengayuh namun tiba tiba seorang anak laki laki dengan sepeda gunung merahnya memanggil namanya.


Sontak Rachel pun menoleh kearah belakang, tepat dibelakangnya Rafa menatap Rachel dari belakang dengan menaiki sepeda gunung merah yang terlihat baru.


"Eh Rafa" Rachel tersenyum simpul.

__ADS_1


"Bareng yuk pulangnya" ajak Rafa.


Dengan cepat, Rachel mengangguk ia sangat senang jika Rafa dan dirinya bisa pulang bareng, karena mereka tetangga hanya berjarak beberapa rumah saja.


"Tumben pake sepeda?" Rachel mencoba mengawali pembicaraan.


"Iya hehe lagi pingin sehat nih, pulang pergi naik sepeda, ini juga baru beli"


"Ohh gitu, iya keliatan sih kalo masih baru" ucap Rachel diiringi dengan tawa kecil.


Malvin yang ternyata sedari tadi memperhatikan Rachel dan Rafa, ia cekikikan sendiri melihat tingkah Rachel yang salah tingkah tak berani menatap wajah Rafa.


"Lagi pacaran si Rachel" gumam Malvin dengan masih diiringi dengan tawa damage nya.


"Hei!!" seseorang menepuk pundak Malvin cukup keras.


Malvin pun langsung menoleh kearah belakang, menatap tajam seseorang yang menepuk pundaknya.


"Hehe maaf" cengir kuda khas Kevin, saat mendapat tatapan tajam dari saudara kembarnya. "Lagi liatin apa sih Vin?" kepo Kevin.


"Apa sih, dah ayo pulang" Malvin menarik tangan saudara kembarnya, membawanya masuk kedalam mobil untuk disuruhnya menyetir.


"Yahh, gantian lah Vin, masa pulang pergi gue mulu, gue buka supir lo, gue adek lo" oceh Kevin.


"Udah ayo, besok gue yang nyetir"


"Bener ya, oke"


Kevin pun mulai melajukan mobilnya perlahan keluar dari area sekolah dan menuju pulang ke rumah.

__ADS_1


~•~


__ADS_2