Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Jogging


__ADS_3

Saat Rachel baru saja sampai di depan rumah, tiba tiba nampak seseorang yang sangat familiar bagi Rachel, menaiki motor trail hitam, tepat didepan rumahnya.


'Malvin' batinnya.


Ia pun berjalan menghampiri Malvin.


"Ngapain lo kesini? tadi aja lo ninggalin gue" ucap Rachel Jutek.


"Besok kan mulai libur kenaikan kelas, lo ikut gue" titah Malvin.


"Kemana?" tanya Rachel.


"Jogging, pokoknya besok pagi jam setengah 6 lo harus siap pake baju olahraga" jawabnya.


'yahh' batinnya merasa sebal, padahal rencananya, dia akan membantu tante Nindi di toko kue.


"Kenapa?" tanya Malvin saat mendengar batin Rachel.


"Sebernya gue pingin bantu tante di toko kue" jawab Rachel sembari menunduk.


"Udah gapapa, kalo kamu mau jalan jalan juga gapapa, tante bisa sendiri kok" saut tante Nindi yang tiba tiba datang dari arah belakang Rachel, rupanya tante Nindi baru pulang dari toko, membeli bahan bahan untuk keperluan membuat kue.


"Loh tante, udah pulang" Rachel mencium punggung tangan tante Nindi.


"Iya sayang, udah sore" jawabnya.


"Yaudah gue pulang, besok jangan lupa" Malvin segera menghidupkan motornya dan berangkat pulang sebelum Rachel menjawab ucapannya.

__ADS_1


"Maaf tante, dia emang gitu ga sopan, Rachel aja kesel sama dia" ucap Rachel.


Tante Nindi tertawa kecil "dia Kevin atau Malvin?" tanya tante Nindi.


"Malvin tante"


"Ohh, mirip banget sama tuan Valerie"


"Oh ya, cepet mandi sana, trus bantu tante masak" titahnya.


"Baik tante" Rachel tersenyum riang.


****


Keesokan paginya ~


"Jadi hel?" tanya tante Nindi.


"Gimana ya tante, ini jadi ga ya? apa aku langsung pergi aja keluar"


"Tunggu aja dulu, mungkin sebentar lagi datang, kasian kalo kamu tinggal" jawab tante Nindi.


Rachel pun kembali menunggu, duduk bangku depan rumahnya. beberapa saat tak lama, Malvin datang tanpa membawa motor, dia terlihat tampan dengan keringat yang menggelicir membasahi tubuh dan wajahnya.


"Kok lari duluan sih?" tanya Rachel mengernyit.


"Gue udah nungguin lo daritadi di taman kota, lo ga datang datang, yaudah gue samperin kesini" jawab Malvin.

__ADS_1


"Loh loh, gue aja nungguin elo daritadi disini, mondar mandir" balas Rachel tak ingin kalah.


"Makanya punya hp tuh jangan dijadiin pajangan mulu, gini kan kalo ada informasi jadi lo ga tau, gue udah kirim pesan ke elo bahkan udah gue telfonin berkali kali" Malvin terlihat kesal.


"Hehe maaf, yaudah gue pamitan dulu ke tante" Rachel pun berjalan masuk kedalam rumah untuk berpamitan.


Selesai berpamitan, Rachel dan Malvin pun melaksanakan tujuannya, berjogging bersama menuju taman kota. suasana terasa sangat canggung diantara keduanya,


Sesekali, Rachel melirik Malvin yang serius berlari kecil disebelahnya, wajahnya terlihat lebih tampan jika sedang berkeringat, wajah dan rambutnya dibasahi oleh keringat juga di tubuhnya, tanpa disadari Rachel tersenyum tanpa maksud.


"Liat tuh jalan jangan liatin gue mulu" ucap Malvin menyadarinya.


"Iya, jujur ya. Lo keliatan ganteng tau ahaha, tapi sayangnya nyebelin, cuek, dingin" Rachel tertawa kecil mengejek Malvin.


Malvin menoleh sembari menatap tajam Rachel "Lo udah mulai berani sama gue?" tatapannya sungguh menakutkan dengan nada dingin tak bersahabat.


"Berani! Ahahah" Rachel terkekeh, entah mengapa dia sudah tidak takut lagi pada Malvin.


"Oh gitu ya?!! oke liat aja lo, gue bakal kasih lo pelajaran!!" Malvin berlari lebih kencang untuk mengejar Rachel yang sudah berlari mendahuluinya.


Kekuatan Rachel kalah dengan Malvin, dengan mudah Malvin bisa melewati Rachel, hingga Rachel tertinggal jauh dibelakangnya.


Nafas Rachel sungguh ngos ngosan "Malvin!!!! tungguin!!!" teriaknya agar Malvin mendengar.


Sangking seriusnya Rachel mengejar Malvin, sampai sampai dia tak sadar ada mobil pick up dari arah kiri yang melaju cepat, tinggal beberapa meter saja dari Rachel yang menghentikan langkahnya akibat kelelahan.


Malvin yang mengetahui itu, ia segera berteriak sekencang kencangnya "Rachel awas!!!!" teriaknya.

__ADS_1


Rachel terpental ke belakang, menggelinding sembari menutupi kepalanya yang sudah ada darah menggelicir.


~•~


__ADS_2