
"Lo anak SMA pelita bangsa kan?, Lo kenal sama Daniel? dia udah buat ketua kami koma dirumah sakit gara gara dia berkhianat!" tanya salah satu dari mereka.
Kevin sangat terkejut, ia membelalakkan matanya lebar lebar, karena Danie adalah salah satu sahabat dekatnya disekolah.
"Terus urusannya sama kita apa?! kan kalian urusannya sama si Daniel! sekarang lepasin Rachel pacar gue!!" bentak Kevin.
"Lepasin gue bego!" berontak Rachel.
"Lo temennya si Daniel kan? gue pernah liat muka lo pas malem Jumat dipinggir jalan raya sama gerombolan anak berandal lainnya, dan lo harus gantiin kesalahan yang temen lo lakuin! Daniel kabur pas kita datengin kerumahnya" bentaknya terlihat marah.
"Woi!! gue ga tau masalahnya!, kenapa lo bawa bawa gue! aturan dari mana main ganti ganti aja!! kalian urusannya sama si Daniel ya udah cari aja sono si Daniel" balas bentak Kevin.
Karena Kevin sudah merasa muak, ia pun mengajar 8 orang berandalan didepannya satu persatu ia hajar sendiri.
Berusaha membantu Kevin, Rachel menggigit tangan laki laki yang menahannya, lalu ia pun mendorong lelaki tersebut hingga terjungkal ke belakang, sementara Kevin masih melawan yang lain.
Rachel bingung apa yang harus ia bantu, saat tengah bingung, Rachel melihat ada sebuah balok kayu yang tak terlalu besar dan tak juga terlalu kecil, ia pun mengambilnya dan memukulkannya pada berandalan berandalan yang mengeroyok Kevin.
Kevin menyeka pojok mulutnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan dari mereka.
"Udah!!! jangan ganggu kita!!" bentak Rachel sembari memukul kepala seseorang yang sedari tadi berdebat dengan Kevin.
Semuanya terkapar kesakitan, begitu juga seseorang yang dipukul kepalanya oleh Rachel, ia pingsan seketika ditempat.
Sehingga membuat Kevin dan Rachel berhasil lolos, mereka segera kabur dari gerombolan berandalan ga jelas tadi.
****
Rachel telah ada janji dengan Alya sebelumnya, ia tengah bersiap siap untuk menuju ke rumah Alya yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, ia akan pergi kesana menaiki taxi.
Rachel memberikan selembar uang 20 ribu pada supir, lalu turun dari mobil dan melangkah beberapa langkah untuk menuju ke rumah Alya.
__ADS_1
"Rachel!" teriak Alya sembari melambaikan kedua tangannya.
Terlihat Alya berada didepan pintu, ini adalah rumah milik tante nya, rumahnya lumayan bagus dengan gerbang hitam besar didepannya, rumah dengan 2 lantai dan terlihat sangat klasik.
Rachel pun berjalan kedepan gerbang, dan Alya membukakan gerbangnya.
"Akhirnya lo kerumah gue" Alya terlihat sangat senang, Rachel tersenyum menanggapinya.
"Oh ya hel, tadi kata Malvin... Lo disuruh kesana terserah sebisa lo kapan tapi harus hari ini" ucap Alya.
"Kesana mana? rumahsakit atau rumah keluarga Valerie?" tanya Rachel.
"Rumahsakit" jawab Alya.
"Oke, Al maafin gue.... lo pasti sakit ngeliat gue selalu deket sama Malvin.."
"Gapapa kok, lagian gue bisa apa... Malvin sukanya sama lo" Alya tersenyum masam, wajahnya nampak kusut terlihat kalau ia cemburu.
Alya tersenyum. "Mungkin lo ga sadar, lo tau Malvin ga pernah senyum kan? dan ga pernah dekat sedekat mungkin sama cewek kan? selain sama elo? dia sering banget senyum pas deket sama lo, gue ngerasa dia suka sama lo karena setiap dia sama lo, dia keliatan ceria dan bahagia banget hel" jelas Alya.
"Yaya terserah deh al, oh ya katanya lo mau pinjam buku novel gue ya?" Rachel mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya iya, yaudah yuk masuk dulu kerumah" ajak Alya menyuruh Rachel masuk kedalam rumah.
Keduanya pun duduk diruang tamu. Rachel mengeluarkan salah satu buku novel yang ia bawa diransel, lalu ia berikan pada Alya.
"Makasih ya, gue pinjam dulu. Rumah lagi sepi hel, gue sendiri soalnya tante sama om lagi diluar kota besok pulangnya"
Rachel hanya mengangguk sembari melihat lihat isi rumah Alya.
"Oh ya hel, ke kamar gue aja yuk, bentar gue kunci pintu dulu, gue mau rebahan" ajak Alya.
__ADS_1
Ini adalah kali pertama Rachel berkunjung kerumah Alya, bukan rumah Alya lebih tepatnya rumah tante dan om nya, sedangkan rumah milik Alya sendiri tengah dikuasi oleh om satunya yaitu adik dari papa nya yang serakah.
Sesampainya dikamar, Rachel melihat banyak bulatan kertas yang dibuang di tempat Sampang dipojok kamar Alya.
"Apa itu al?" tanya Rachel yang benar benar penasaran.
"Surat, banyak yang kasih gue surat dari cowok cowok ga jelas, makanya gue buang aja, ga guna juga" jawab Alya dengan santainya.
"Banyak ya? emang cowok kriteria lo kayak gimana sih al?"
Alya berfikir sejenak "Ya kayak Malvin intinya, baik, ganteng, tinggi, pinter basket, dan yang ga over protektif" jawabnya.
'emang si Malvin baik ya? padahal kan jahat' batin Rachel.
"Hmmm.... brarti Rafa masuk ke tipe lo dong?" tanya Rachel iseng.
"Hah!! ya tentu tidak lah! dia nyebelin. Dari mananya baik, ganteng. Dih ga mau! najis!!" ketus Alya.
"Ganteng loh..... baik juga" sela Rachel.
"Kan karena Lo udah suka sama dia hel"
Rachel terdiam, entah kenapa akhir akhir ini ia jarang memikirkan Rafa, ia lebih sering memikirkan Malvin.
"Al, ntar temenin gue kerumah sakit ya?" pinta Rachel.
Alya menggeleng "Ga mau, gue ga mau jadi nyamuk, capek.." tolak Alya.
"Yaudah, maaf ya.."
"Iya hel, gapapa santai aja"
__ADS_1
~•~