
Seminggu kemudian.
Malvin sudah masuk kuliah seperti biasa, ia masih beluk terbiasa dengan tidak kehadirannya Rachel di kampus. Ia sangat merindukan sosok Rachel yang sudah 2 Minggu ini tidak muncul didepan matanya.
"Rachel gue kangen sama elo" gumamnya masih belum tau kalau Rachel menghilang.
Selama Rachel menghilang, Malvin menjadi semakin pendiam, sifatnya kembali seperti dulu saat SMA, dingin dan tidak peduli dengan hak disekitarnya, bahkan senyumnya jarang sekali muncul dibibirnya.
Terus menerus merasa gelisah, namun tak mengerti alasan apa yang membuatnya gelisah.
****
Diperjalanan pulang, lampu merah membuatnya menghentikan perjalanan, ia melihat ke arah kirinya yang tertempel ditiang listrik sebuah kertas bertuliskan dicari orang hilang, jaraknya 6 meter dari dirinya saat ini sehingga tulisan kecil itu tidak terlslu kelihatan, cowok itu sedikit tidak peduli namun ada rasa penasaran yang muncul dipikirannya.
Saat akan membaca tulisan kecil yang tertera dikertas itu, namun tiba tiba klakson para pengendara lain terus berbunyi dari arah belakangnya, ternyata lampu merah telah berganti lampu hijau, belum sempat membaca ia pun harus kembali pada perjalanan pulangnya.
Malvin berniat mengunjungi rumah Rachel karena ada hal yang harus ia tanyakan pada tante Nindi. Hingga sesampainya disana, ia melihat dari balik jendela kaca, ada Kevin, Rafa dan Alya disana, dan terlihat tante Nindi yang menangis tak henti henti, tubuhnya kurus beserta mata yang bengkak dan hitam, samar samar Malvin mendengar pembicaraan yang serius diantara mereka.
Malvin takkan merusak pembicaraan mereka, ia penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, jadi cowok itu memilih untuk menguping.
__ADS_1
"Terus gimana ini?" tanya Alya.
"Tenang, sabar dulu. polisi sam tim SAR masih mencari keberadaan Rachel, kita doa aja semoga secepatnya Rachel ditemukan.." ucap Rafa.
Sedangkam tante Nindi hanya bisa diam dan menangis, tak sanggup untuk berkata apa apa.
Malvin yang mendengarnya, ia pun langsung membelalak dan reflex mendobrak pintu rumah Nindi.
"Maksud kalian apa?! katanya Rachel ada pertukaran mahasiswa? tapi kenapa kalian bilang Rachel hilang!" tegas Malvin terbalut emosi.
"Vin... tenang vin, kita bisa jelasin"
"Vin, gue sembunyiin fakta ini dari elo karena ada alasan penting! gue ga mau keadaan lo makin parah karena kepikiran Rachel terus!" bentak Kevin.
Tante Nindi yang muak dengan pertengkaran mereka, ia masuk kedalam kamar Rachel sembari membanting pintu.
"Gue ga peduli! gue mau cari Rachel sekarang juga!" ucap Malvin kemudian keluar dari rumah dan kembali menaiki motornya.
****
__ADS_1
Waktu terus berputar dan hari terus berganti, namun Rachel masih belum tertemukan.
hari hari terus dilalui tanpa adanya Rachel disisi mereka, sudah 5 bulan lamanya saat Rachel menghilang, entah kenapa polisi menyerah begitu saja, kasus hilangnya Rachel sudah dihentikan, dan mereka berkata kalau Rachel mungkin telah dijual.
Kabar itu sudah tersebar kemana mana, dalang dibalik penculikan Rachel tersenyum puas saat mendengar berita itu, dia merasa rencananya sudah berhasil, tinggal sedikit lagi membuat Rachel mati mengenaskan.
Entah ada dendam apa sehingga membuat wanita itu berbuat hal se kejam itu. Kondisi Rachel kini sudah sangat mengenaskan, badannya begitu kurus, seperti tinggal tulang saja, wajahnya tak terawat sehingga terlihat jelek dan kusam.
Disisi lain, seorang wanita yang selama ini mengurus dan membesarkan Rachel, harus menjalani perawatan dirumah sakit jiwa, Nindi begitu kehilangan Rachel sehingga membuatnya stress dan hampir gila.
"Elo dimana hel? ternyata elo bener bener ninggalin gue, elo menghilang tanpa kabar, apa elo masih se benci itu sama gue? apa elo sengaja pergi gitu aja disaat gue butuhin elo, apa elo rubah identitas lo agar orang orang ga tau kalo elo Rachel yang udah diberitakan dimana mana?" oceh Malvin dengan tatapan kosong.
"Apa dengan cara yang lo lakukan ini biar buat gue lupain elo? gue kangen banget sama elo hel"
Cowok itu duduk sendiri menghadap ke pantai, langit sudah berwarna jingga tetapi lelaki itu belum juga kembali kerumah.
Sama seperti Rachel, sudah sebulan lamanya, cowok itu menghilang, ia pergi berkelana untuk mencari seseorang yang sudah mengisi hatinya selama ini. Dia sangat merindukan sosok gadis ceria nan cerewet itu.
~•~
__ADS_1