Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
sombong


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Rachel pun menghampiri tante Nindi yang berada di ruang tamu menunggu Rachel, ia pun mencium punggung tangan tantenya.


"Tante, jadi Rachel temenin ga?" tanyanya.


Tante Nindi mengangguk, "jadi, siap siap gih.... setengah jam lagi kita berangkat. pakai baju yang bagus ya sayang soalnya tante ada pertemuan sama temen temen tante mereka orang orang kaya, biar ga terlalu minder" ujar tante Nindi.


Rachel mengangguk, ia pun masuk ke kamar mandi, mandi dan membersihkan diri lalu memilih pakaian bagus yang akan ia kenakan. setelah cukup lama memilih, akhirnya ia jadi memakai gaun pemberian mendiang ayahnya beberapa tahun lalu yang masih muat ia pakai.


Gaun lengan panjag dengan rok yang panjangnya selutut, dengan model sederhana berwarna hitam, warna favorit nya.


"Gaunnya masih bagus, lama ga aku pakai untung masih muat" Rachel tersenyum sembari melihat dirinya dipantulan cermin.


Ia pun berdandan, mengoleskan sedikit bedak di wajah alaminya, memakai pelembab bibir dan liptint yang tak terlalu tebal. Setelah itu, Rachel pun keluar dari kamarnya dan menghampiri tante Nindi.


Keduanya pun telah siap dengan gaun dan penampilan cantik, dan mereka berdua segera menuju ke tempat yang dimaksud tante Nindi


"Kita naik taxi aja ya, sekali sekali nih. penampilan lagi cantik cantik gini jangan naik angkot hehe" ucap tante Nindi.


"Iya tante" jawab Ra bek diiringi dengan tawa kecil.


Keduanya pun menyetop taxi yang akan melintas didepan mereka.


"Kita mau kemana emangnya tante?" tanya Rachel.


"Ke restoran Cloud Gold, Tante punya peluang bisnis buat ngembangin toko kue kita, semoga Allah mempermudah jalannya, disana juga ada tante Silvia hel" ucapnya dengan antusias.


"Amin... Rachel yakin banget tante bakalan sukses, Rachel selalu berdoa yang terbaik buat tante" balas Rachel tersenyum.


Hingga akhirnya, sesampainya disana keduanya turun dari taxi setelah membayarnya, lalu mereka masuk kedalam restoran tersebut.


Didalam terlihat 8 orang wanita yang tante Nindi kenal berada disana sedang mengobrol bersama, namun tiba tiba pandangan mereka teralihkan pada Rachel dan Nindi yang barusaja datang.


Mereka semua terlihat seperti seseorang dari kalangan atas, alias orang kaya. Rachel tersenyum pada Silvia saat Silvia menatapnya, Rachel dan Nindi menundukkan kepalanya bersikap sopan.


"Cihh yang dateng ternyata orang miskin, udah miskin datang paling terakhir lagi, ga tau malu, Silvia aja yang paling kaya datang paling awal" jutek salah seorang wanita paruh baya yang ada disana.


"Udahlah Felly, ini masih belum jam 4 pas, mereka ga terlambat kok. mari duduk mbak Nindi dan Rachel.." ujar Silvia sopan.


"Terimakasih" balas Nindi dengan tersenyum.


Rachel dan tantenya pun duduk disebelah Silvia yaitu ibunya Malvin dan Kevin, wajah Rachel nampak jutek dengan menatap tak suka pada wanita yang bernama Felly tersebut.


'sombong banget sih, awas aja ntar kebalik, lo yang miskin dan tante gue yang kaya, baru mampus lo!' batin Rachel mengucap sumpah serapah pada wanita yang mengejek tantenya.

__ADS_1


"Emang, mau apa dia datang? ini kan khusus untuk orang orang kaya" tanya wanita lainnya, semakin membuat Rachel emosi.


"Mbak Nindi ini punya toko kue yang cukup laris, saya dan keluarga saya suka banget beli di toko kue mbak Nindi ini, rasanya beuh enak enak semua, silahkan yang mau berkenan.." jelas Silvia.


Nindi hanya tersenyum canggung meski sebenarnya hatinya sangat sakit dihina seperti itu.


"Ma, maaf aku telat.." suara seorang laki laki terdengar berlari kearah mereka, sontak semua menoleh termasuk Rachel.


Suaranya sungguh tidak asing didengar oleh Rachel, memang karena seorang lelaki tersebut adalah Malvin. Pandangan Rachel dan Malvin bertemu, lalu keduanya pun mengalihkan pandangannya.


"Gapapa sayang" jawab Silvia sembari menyuruh Malvin duduk disebelah Rachel.


"Ini anak kamu Silvi? tampan sekali.." puji para wanita tersebut.


"Makasih, iya ini anak pertama aku, namanya Malvin.." jawab Silvia.


Malvin hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Selama obrolan mereka, hanya ada cacian yang diobrolkan mereka ditujukan untuk Rachel dan Nindi, kecuali Silvia yang hanya diam.


Malvin pun menoleh kearah Rachel yang wajahnya nampak kesal, Malvin paham kalau Rachel kesal karena cacian yang dilontarkan wanita wanita tersebut pada Rachel dan tantenya karena hanya mereka yang miskin.


"Ma, emangnya ini penting untuk diobrolin? ini ga bagus buat diobrolin, sungguh tidak sopan" sela Malvin dipertengahan obrolan mereka.


Silvia hanya bisa diam, apa yang harus ia jawab, ia pun merasa tak tega dengan cacian yang ditujukan untuk teman baiknya tersebut.


"Ini penting nak buat diobrolin, biar mereka sadar diri" saut salah seorang wanita itu, membuat Malvin emosi dan langsung berdiri dari duduknya.


Sontak Rachel langsung menatap kearah tante Silvia, "ga usah tante, Rachel disini aja nemenin tante Nindi, kita berdua akan hadapi cacian mereka, Rachel ga mau tante Nindi merasa sakit sendirian" jawab Rachel lantang sembari memberi tatapan sinis pada ketujuh wanita itu.


"Rachel, tante gapapa kok.... udah gapapa kamu jalan jalan sama Malvin, ngobrol berdua" balas tante Nindi dengan lembut.


"Tapi-"


"Udah gapapa, beneran kok" ujar Nindi lagi.


Tanpa pikir panjang, Malvin pun menggandeng tangan Rachel dan membawanya pergi menjauh dari gerombolan wanita wanita sombong tadi.


Keduanya kini berada diarea belakang dengan kaca transparan sebagai dinding sehingga nampak jelas pemandangan taman bunga yang indah dari ruangan ini.


"Udah duduk aja, tenang tante lo gapapa kok, ada mama gue" ucap Malvin mencoba menenangkan Rachel yang nampak cemas.


Rachel pun menurutinya, ia duduk didepan Malvin.


"Mereka sombong banget sih, serasa pingin racunin mereka" kesal Rachel sembari meremas gaunnya gemas.

__ADS_1


Malvin tersenyum tipis sungguh tipis menatap wajah kesal Rachel dengan penampilan Rachel yang terlihat sungguh cantik meskipun dengan make up sederhana.


Rachel pun sadar saat dirinya sedari tadi diperhatikan oleh Malvin, ia pun menatap balik Malvin, "apa liat liat? ada yang salah ya? atau penampilan gue norak?" tanya Rachel sungguh bingung.


Malvin menggeleng sembari smirk, "engga kok, lo cantik makanya gue liatin terus" jawab Malvin.


Rachel pun membuang muka, rasanya sungguh malu dipuji seperti itu oleh Malvin, mukanya sungguh memerah seperti udang rebus.


"Lo cantik tau, apalagi kalo pake poni gitu, diponi aja tiap hari, bagus tau" puji Malvin lagi.


"Apa sih vin, gombal deh. gue ga suka kalo dipuji gitu" jawab Rachel mencoba jutek.


"It's oke, tapi jujur deh lo cantik banget hari ini, apalagi kalo dandan gitu, ga pernah loh gue puji cewek kayak gini kecuali mama gue" terang Malvin.


"Oh.... emang lo udah sembuh ya? baru pulang dari rumahsakit kok keluyuran" tanya Rachel mengalihkan pembicaraan.


Malvin mengangguk, "udah sehat kok. gue bosen dirumah mulu, apalagi ditemenin si Kevin yang cuma main game aja, yaudah gue mutusin buat ikut mama, eh ternyata ada elo disini" jelas Malvin.


Ravhel mengagguk, "kenapa Kevin ga ikut?" tanya Rachel lagi.


"Dia lagi ada masalah sama sekolah sebelah, kayaknya dia mau tawuran sore ini"


"Kenapa lo biarin dia tawuran?"


"Udah berkali kali, tapi susah dibilangin"


"Gimana kalo dia kenapa kenapa?"


"Ga mungkin, dia udah kebal, udah sering ikut tawuran gitu, jagonya"


"Btw emang mereka lagi bahas apa sih, kepo tau... gue ga tega sama tante gue" tanya Rachel dengan melihat kearah wanita wanita itu diikuti juga Malvin yang menoleh ikut melihat.


"Maybe bahas bisnis, udahlah positif thinking aja, mama gue ketuanya santai aja"


"Oh gitu ya"


"Elo khawatir ya sama tante lo?, gue yakin tante lo ga kenapa kenapa karena ada mama gue yang jagain, mereka takut sama mama gue. lo tau sendiri kan mama gue siapa, asal lo tau ya mama gue itu suka sama tante lo bukan suka karena cinta ya, mama kalo udah suka sama seseorang dia bakal belain dia dan ga akan buat dia kecewa atau terluka" terang panjang lebar Malvin.


Rachel menghela nafas lega, lalu ia mengangguk "oke gue percaya, makasih banyak ya" Rachel tersenyum simpul.


~•~


Visual Rachel dan Malvin.

__ADS_1




__ADS_2