Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Kepulangan Kevin


__ADS_3

Sepulang dari kampus, Rachel langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan badan dan berganti baju. Setelahnya, ia pun duduk di sofa kamarnya menatap dinding dengan tatapan kosong, kejadian tadi masih terbayang bayang dipikiran Rachel terutama saat Malvin dan Rini bergandengan tangan, juga saat Malvin dengan kasarnya mendorongnya hingga terbentur pilar.


"Kalian berdua jahat banget sih, gue udah berjuang banyak buat lo vin.." lirihnya masih dengan tatapan kosong.


Lalu kembali terngiang ngiang ucapan Rini di kampus tadi.


'elo itu terlalu berharap yang tidak akan mungkin terwujud, Malvin itu ga tertarik sama sekali ke elo!'


"Emangnya gue terlalu berharap ya? tapi gue beneran suka banget sama lo Malvin..." lirihnya, lalu tak sadar air matanya pun menetes.


"Jahat!!!!! kalian berdua jahat!!!" teriak Rachel membanting sepasang sepatu baru yang niatnya akan diberikan pada Malvin, namun niatnya digagalkan karena kecewa pada Malvin.


Ia terlihat sangat frustasi dengan kisah cintanya yang rumit.


Tiba tiba....


Tok! Tok! Tok!


"Rachel!!!! kamu gapapa kan sayang?" tanya tantenya terdengar begitu panik dari luar kamar Rachel.


Rachel mengatur nafasnya, menyembunyikan sepatu yang ia banting, lalu menghapus air matanya agar tak terlihat habis menangis, "ga kok, tante. Rachel cuma lagi menstruasi aja, jadi agak emosian apalagi keadaan capek banget habis pulang kuliah" jawab Rachel membuka pintu kamarnya.


"Ohh begitu ya, kirain kamu kenapa. Tante panik banget, yaudah kamu cepet tidur ya sayang, istirahat jangan main hp dulu" ujar tantenya mengelus rambut keponakannya.


"Iya tante" jawab Rachel kembali masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya setelah tante Nindi telah menjauh dari kamarnya.

__ADS_1


Setelah itu, Rachel pun tertidur karena pikiran dan badannya terasa sangat lelah.


****


Hari ini ada kuliah jam pagi, ia berangkat awal ke kampus. Sesampainya di kelas, Rachel langsung masuk ke kelasnya tidak seperti biasanya yang selalu ke kelas Malvin lebih dulu, namun kini ia memilih untuk menyibukkan diri dengan membaca novelnya seperti hobinya waktu SMA.


Tiba, Rini datang dan meletakkan tasnya tanpa melihat ke arah Rachel, sama seperti Rini, Rachel juga bersikap seolah tak mengenal Rini.


Setelah menaruh tasnya dikursinya, Rini pun segera keluar dari kelas, ia berjalan santai menuju kantin untuk menemui Malvin seperti biasa. Namun tiba tiba, ia dicegat oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi ditengah jalan menuju kantin.


"Kalian ngapain cegat gue?! awas minggir!!" ketus Rini.


"Iyuuu jijiknya si pelakor depan kita ini!!, udah jelek tukang caper lagi, berani beraninya elo rebut Malvin dari Rachel!!" seru salah satunya dengan tawa ejek.


"Apa apaan sih! siapa juga yang rebut cowok orang hah!! jelas jelas Malvin itu cowok gue! minggir kalian, atau gue bakal bilangin ke Malvin biar kalian habis sama Malvin!" ancam Rini dengan sombongnya.


"Ih ih, kalian mau ngapain woi!!" teriak Rini ketika mereka semua mendekati Rini.


****


"Rachel!!"


Rachel mendongak saat mendengar namanya disebut oleh suara yang sangat familiar ditelinganya.


"Kevin?!" seru Rachel begitu terkejut.

__ADS_1


Kevin tersenyum pada Rachel, begitu juga dengan Rachel yang tersenyum pada Kevin, keduanya terlihat begitu bahagia setelah 1 tahun tidak bertemu, lalu mereka pun berpelukan hangat. Membuat semua mahasiswa dan mahasiswi dikelas terdiam tak mengerti.


"Kapan lo baliknya?" tanya Rachel.


"Tiga hari yang lalu, emangnya Malvin ga bilang ya sama elo? padahal gue minta dia buat kasih kabar kepulangan gue ke elo" celetuk Kevin.


Rachel tiba tiba terdiam ketika Kevin menyebut nama Malvin, namun kemudian ia membalas seolah tak ada apa apa diantara dirinya dan Malvin.


"Mungkin Malvin lupa, btw elo kuliah disini?" tanyanya.


Kevin mengangguk, "iya dong"


"Lompat semester atau gimana?" tanya Rachel karena setahunya Kevin tidak sepintar Malvin yang dengan mudah lompat angkatan.


"Yeee gue tau pikiran lo, jangan main main ya hel.... gue udah berubah sekarang, gue bisa kalahin Malvin tau.... bahkan bisa bisa kita sebanding. Selama di Canada gue sibuk belajar mulu sampai pening kepala" ucap Kevin dengan percaya dirinya.


Rachel tertawa terbahak bahak, "bisa aja lo, tapi kalo lo ga dikirim ke Canada elo ga bakal bisa berubah gini kev, oh ya gimana kabar lo? selama ini lo bahagia kan disana?"


"Seperti yang lo liat sekarang, gue baik baik aja. Gue bahagia kok disana meskipun sedikit tertekan harus disiplin" jawab Kevin tersenyum paksa.


"Rachel!" bentak seseorang yang tiba tiba masuk kedalam kelas membuat seisi kelas langsung menoleh ke asal suara.


Terlihat Malvin yang membentak Rachel, ia memasang wajah dinginnya menatap Rachel dengan tatapan ingin memangsa.


"Ikut gue sekarang juga!!!" bentaknya menarik tangan Rachel paksa keluar kelas.

__ADS_1


Terpaksa Rachel mengikutinya, dengan langkah yang terseret seret. Sementara Kevin mengernyit bingung, ada apa dengan Malvin dan Rachel? padahal terakhir mereka bertemu keadaan masih baik baik saja.


~•~


__ADS_2