
Semua para tamu menikmati makanan bersama sembari mengobrol. Rachel berkumpul dengan keempat temannya sambil mengobrol dan bercanda, semua tampak ceria kecuali Malvin yang hanya diam dan menjauh dari mereka, ia hanya melihat Rachel dan teman temannya mengobrol dari kejauhan saja.
"Selamat ulang tahun ya.." ucap Dika ramah. Malvin yang melihat dari kejauhan, ada rasa kecemburuan dihatinya saat melihat Rachel berbincang dengan cowok lain selain dirinya, Rafa dan Kevin.
"Makasih Dika" jawab Rachel tersenyum manis.
'Ih najis, sok kenal sok dekat. Rachel juga, kenapa dia senyum sama dia sih!' batin Malvin terlihat sangat kesal.
"Hel gimana kalau kita jalan jalan, kalau acaranya udah selesai?" tanya Alya.
"Tapi ini udah malem, gue tanya tante dulu ya.." jawab Rachel karena tidak yakin tantenya akan mengizinkannya keluar malam hari.
Setelah 5 menit ia berbincang dengan tantenya, meminta izin untuk bermain bersama Alya selesai acara, akhirnya tantenya mengizinkannya namun dengan syarat pulang tidak melebihi jam 10 malam.
Rachel pun kembali pada Alya untuk membahas rencana bermain bersamanya.
"Gue ikut dong!" sela Rafa yang sedari tadi menguping.
"Kalo dia ikut, ya gue harus ikut!" saut Kevin.
Sementara Malvin yang memang baru saja bergabung dengan Rafa dan Kevin, ia hanya diam tidak ikut menimbrung pembicaraan dua sejoli itu dengan Rachel. Ia juga sadar diri, jika dirinya ikut pasti mood Rachel akan kacau, lebih baik ia tidak ikut karena tidak ingin menganggu Rachel dihari spesialnya.
"Ga boleh! ini khusus untuk cewek, jadi cuma gue sama Rachel aja, kita mau ke mall jalan jalan, apa kalian mau nungguin cewek belanja?" tolak Alya. "Jadi, kalian para cowok bertiga. Kevin, Rafa sama bang Dika diam dirumah, bobok manis aja ya.." tambahnya.
__ADS_1
"Kita mau kok nunggu kalian belanja, lagian ya kita itu temen Rachel juga, kenapa ga dibolehin!" balas Rafa.
"Kalian itu rewel ya! kan ini khusus cewek, kita mau perawatan! sambil shopping woi" ketus Alya.
Kevin memutar bola matanya sambil mencibirkan bibirnya meledek Alya yang terlihat sangat kesal.
"Ya udah mending tanya Rachelnya aja, dia ngebolehin kita ikut apa enggak?" tanya Kevin langsung pada Rachel.
Rachel pun menoleh pada ketiga sahabat lelakinya lalu mengangguk, membuat Alya yang berada disampingnya mendengus kesal.
"Boleh kok, gapapa kan al?" tanya polos Rachel.
Alya mengangguk paksa, sebenarnya dia sebal, namun mau bagaimana lagi jika Rachel memperbolehkan mereka ikut, ia pun pasrah menurutinya.
"Ehh tapi bang Dika lebih baik pulang, soalnya dia ga boleh terlalu lama terkena angin malam, dia baru aja sembuh.." ucap Alya.
"Iya al gapapa" jawab Rachel.
"Malvin, lo ikut kan?" tanya Rafa sembari menyenggol siku Malvin, berniat untuk mengajak cowok itu agar pendekatan dengan Rachel.
Malvin pun melirik Rachel, gadis itu hanya berekspresi datar tanpa melihat kearah Malvin.
"Engg-"
__ADS_1
"Kalo lo mau ikut yaudah gapapa, asalkan jangan ganggu gue!" potong Rachel dengan nada ketus.
Malvin tersenyum tipis, lalu mengangguk mengiyakan pertanyaan Rafa. Rafa, Kevin dan Alya ikut tersenyum senang, sebenarnya mereka telah mempersiapkan rencana sejak 2 hari yang lalu, dan tentang perdebatan itu mereka hanyalah bersandiwara.
****
Setelah acara selesai, Alya dan Rachel membantu tante Nindi terlebih dahulu mencuci piring dan gelas kotor didapur, sedangkan para lelaki ikut membantu membereskan piring dan gelas kotor ke dapur.
Setelah itu, mereka pun bersiap untuk jalan jalan bersama menuju mall. Rachel berganti baju dulu karena badannya terasa berkeringat jika memakai baju yang ia pakai saat pesta, sedangkan teman teman lainnya tetap memakai baju yang dipakai sewaktu pesta, karena waktunya tidak akan cukup jika mereka berganti baju dirumah masing masing.
"Udah hel?" tanya Alya dari balik pintu kamar Rachel.
Rachel pun membuka pintu kamarnya, menampilkan penampilannya yang sederhana hanya dengan memakai rok pendek dan juga kaus crop lengan panjang.
"Gue boncengan sama Rachel, kalo kalian terserah. Jalan kaki juga boleh..." ketus Alya.
"Kejam, dasar mak lampir" cibir Rafa yang sontak membuat Alya melotot ke arahnya.
"Gue boncengan sama Malvin aja, kalo lo terserah. Naik odong odong juga silahkan.." timpal Kevin yang ditujukan untuk Rafa.
"Tidak berperasaan!" jawab Rafa.
Mereka pun langsung menuju ke mall setelah perdebatan selesai.
__ADS_1
~•~